Sosialisasi dan Kepribadian
Click to add subtitle
Sosialisasi
dan Kepribadian
A. Sosialisasi
Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman
atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan
dari satu generasi ke generasi lainnya dalam
sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah
sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori
mengenai peranan (role theory). Karena
dalam proses sosialisasi diajarkan peran-
peran yang harus dijalankan oleh individu.
Definisi Sosialisasi menurut para ahli :
1. Charlotte Buhler : ” Sosialisasi adalah
proses membantu individu untuk belajar dan
menyesuaikan diri terhadap cara hidup dan
cara berpikir kelompok.”
2. Peter Berger : “ Sosialisasi adalah suatu
proses dimana seorang anak belajar menjadi
anggota yang berpartisipasi dalam
masyarakat.”
3.Bruce J. Cohen : “ Sosialisasi adalah proses
maanusia mempelajari tata cara kehidupan
dalam masyrakat dalam memeroleh
kepribadian dan membangun kapasitasnya
agar berfungsi dengan baik.”
1. Tujuan Sosialisasi
 Memberi keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan
untuk melangsungkan kehidupan seseorang di tengah
masyarakat.
 Menambah dan mengembangkan kemampuan
berkomunikasi secara efektif dan efisisen.
 Membantu pengendalian fungsi-fungsi organik yang
dipelajari melalui latihan-latihan memawas diri yang tepat.
 Membiasakan individu dengan nilai-nilai dan kepercayaan
pokok yang ada pada masyrakat.
2. Jenis Sosialisasi
Menurut Goffman kedua proses tersebut berlangsung dalam institusi
total, yaitu tempat tinggal dan tempat bekerja. Dalam kedua institusi tersebut,
terdapat sejumlah individu dalam situasi yang sama, terpisah dari masyarakat luas
dalam jangka waktu kurun tertentu, bersama-sama menjalani hidup yang terkukung,
dan diatur secara formal.
~ Sosialisasi primer
Peter L. Berger dan Luckmann mendefinisikan sosialisasi primer sebagai
sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi
anggota masyarakat (keluarga). Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5
tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota
keluargadan lingkungan keluarga. Secara bertahap dia mulai mampu membedakan
dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya.
~ Sosialisasi sekunder
Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah
sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam
masyarakat.
1. Proses Resosialisasi, seseorang diberi suatu identitas diri yang baru
2. Proses Desosialisasi, seseorang mengalami 'pencabutan' identitas diri yang lama.
3. Pola Sosiolisasi
 Sosialisasi represif (repressive socialization)
Menekankan pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan. Ciri lain dari
sosialisasi represif adalah penekanan pada penggunaan materi dalam
hukuman dan imbalan. Penekanan pada kepatuhan anak dan orang tua.
Penekanan pada komunikasi yang bersifat satu arah, nonverbal dan berisi
perintah, penekanan sosialisasi terletak pada orang tua dan keinginan orang
tua, dan peran keluarga sebagai significant other.
 Sosialisasi partisipatoris (participatory socialization)
Merupakan pola di mana anak diberi imbalan ketika berprilaku baik. Selain
itu, hukuman dan imbalan bersifat simbolik. Dalam proses sosialisasi ini anak
diberi kebebasan. Penekanan diletakkan pada interaksi dan komunikasi
bersifat lisan yang menjadi pusat sosialisasi adalah anak dan keperluan anak.
Keluarga menjadi generalized other.
4. Tipe sosialisasi (Standar kelompok)
◊ Formal
Sosialisasi tipe ini terjadi melalui
lembaga-lembaga yang berwenang
menurut ketentuan yang berlaku
dalam negara, seperti pendidikan di
sekolah dan pendidikan militer.
◊ Informal
Sosialisasi tipe ini terdapat di
masyarakat atau dalam pergaulan yang
bersifat kekeluargaan, seperti antara
teman, sahabat sesama anggota klub,
dan kelompok-kelompok sosial yang
ada di dalam masyarakat.
5. Agen Sosialisasi
 Keluarga (kinship)
Bagi keluarga inti (nuclear family) agen sosialisasi meliputi ayah, ibu, saudara kandung,
dan saudara angkat yang belum menikah dan tinggal secara bersama-sama dalam
suatu rumah. Sedangkan pada masyarakat yang menganut sistem kekerabatan
diperluas (extended family)
 Teman pergaulan
Teman pergaulan (sering juga disebut teman bermain) pertama kali didapatkan
manusia ketika ia mampu berpergian ke luar rumah. Pada awalnya, teman bermain
dimaksudkan sebagai kelompok yang bersifat rekreatif, namun dapat pula memberikan
pengaruh dalam proses sosialisasi setelah keluarga.
 Lembaga pendidikan formal (sekolah)
Menurut Dreeben, dalam lembaga pendidikan formal seseorang belajar membaca,
menulis, dan berhitung. Aspek lain yang juga dipelajari adalah aturan-aturan mengenai
kemandirian (independence), prestasi (achievement), universalisme, dan kekhasan
(specificity).
 Media Massa
- (televisi, radio, film, internet, surat kabar, makalah, buku, dst.)
6. Proses Sosialisasi (menurut George Herbert Mead)
 Tahap persiapan (Preparatory Stage)
Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan
diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman
tentang diri. Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru
meski tidak sempurna.
 Tahap meniru (Play Stage)
Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan
peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Kesadaran bahwa dunia sosial
manusia berisikan banyak orang telah mulai terbentuk. Bagi seorang anak,
orang-orang ini disebut orang-orang yang amat berarti (Significant other)
 Tahap siap bertindak (Game Stage)
Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang
secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya
menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga
memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama.
 Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage/Generalized other)
Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat
menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia
dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi
dengannya tapi juga dengan masyarakat luas.
B. Kepribadian
1. Definisi Kepribdian
Secara umum, Kepribadian
adalah keseluruhan cara seorang
individu bereaksi dan berinteraksi
dengan individu lain. Kepribadian paling
sering dideskripsikan dalam istilah sifat
yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh
seseorang.
Berdasarkan psikologi,
Gordon Allport menyatakan bahwa
kepribadian sebagai suatu organisasi
(berbagai aspek psikis dan fisik) yang
merupakan suatu struktur dan sekaligus
proses. Jadi, kepribadian merupakan
sesuatu yang dapat berubah. Secara
eksplisit Allport menyebutkan,
kepribadian secara teratur tumbuh dan
mengalami perubahan.
2. Tahap-Tahap Perkembangan Kepribadian sebagai
Hasil Sosialisasi
a. Fase Pertama
Menurut Charles H. Cooley (1864-1929), proses
perkembangan kepribadian seseorang dimulai
kurang lebih pada usia 1-2 tahun yang ditandai
dengan saat-saat anak mengenal dirinya sendiri
yang dibantu oleh orang-orang dewasa
dilingkungannya.
Kita dapat membedakan kepribadian seseorang
menjadi dua bagian penting, yaitu:
1)Basic Personality Structure, yaitu unsur-unsur
dasar atas berbagai sikap yang
disebut attitude. Unsur ini bersifat permanen dan
tidak mudah berubah.
2) Capital Personality, yaitu unsur-unsur yang
terdiri atas keyakinan-keyakinan atau anggapan-
anggapan yang sifatnya mudah berubah atau dapat
ditinjau kembali (fleksibel). Ini diperoleh
berdasarkan pengalaman melalui pergaulan dengan
orang lain.
b.Fase Kedua
Ini merupakan fase perkembangan dimana
rasa ego yang dimiliki seorang anak mulai
berkembang karakternya sesuai dengan tipe
pergaulan yang ada dilingkungannya.
Fase kedua ini berlangsung relatif panjang
hingga menjelang masa dewasa. Kepribadian
tersebut mulai tampak dengan tipe prilaku
khas yang tampak dari perangai, kegemaran,
IQ serta bakat-bakatnya.
c.Fase Ketiga
Kepribadian seseorang pada akhirnya
mengalami suatu perkembangan yang relatif
tetap, yaitu dengan terbentuknya prilaku-
prilaku yang khas sebagai perwujudan
kepribadian yang bersifat abstrak. Fase ketiga
ini disebut juga fase kedewasaan, yang
berlangsung kurang lebih pada usia antar 25-
28 tahun.
3. Susunan Kepribadian
 Pengetahuan
Terisi dengan pemahaman dan
konsep yang lahir dari pengalaman,
pengamatan, maupun lingkungan.
 Perasaan
Keadaan kesadaran manusia yang
menghasilkan penilaian positif maupun
negatif terhadap sesuatu.
 Dorongan Naluri
Kemauan sebagai manusia
Contoh : Dorongan mempertahankan
hidup, mencari makan, interaksi sosial,
dsb.
4. Faktor Penentu Kepribadian
 Faktor Biologis
Keturunan merujuk pada faktor
genetika seorang individu. Tinggi fisik,
bentuk wajah, gender, temperamen,
komposisi otot dan refleks, tingkat energi
dan irama biologis
 Faktor Kebudayaan Khusus
budaya membentuk norma, sikap, dan nilai
yang diwariskan dari satu generasi ke
generasi berikutnya dan menghasilkan
konsistensi seiring berjalannya waktu
sehingga ideologi yang secara intens
berakar di suatu kultur mungkin hanya
memiliki sedikit pengaruh pada kultur yang
lain.
 Faktor Geografis ( Lingkungan Fisik )
 Faktor Pengalaman Unik
Kepribadian seseorang akan dipengaruhi
oleh sejumlah pengalaman yang dilalui
dalam hidupnya. Karena pengalaman setiap
individu itu berbeda, maka kepribadian
satu individu berbeda pula dengan individu
lainnya.
 Faktor Kelompok
Sebuah kelompok dapat mempengaruhi
kepribadian anggotanya, baik yang sifatnya
positif maupun negatif.
 Kepribadian Sehat
 Mampu menilai diri sendiri secara
realisitik; mampu menilai diri apa adanya
tentang kelebihan dan kekurangannya,
secara fisik, pengetahuan, keterampilan
dan sebagainya.
 Mampu menilai situasi secara realistik;
dapat menghadapi situasi atau kondisi
kehidupan yang dialaminya secara realistik
dan mau menerima secara wajar, tidak
mengharapkan kondisi kehidupan itu
sebagai sesuatu yang sempurna.
 Berbahagia; situasi kehidupannya diwarnai
kebahagiaan, yang didukung oleh faktor-
faktor achievement (prestasi), acceptance
(penerimaan), dan affection (kasih sayang).
 dst.
 Kepribadian Tidak Sehat
 Mudah marah (tersinggung)
 Menunjukkan kekhawatiran dan
kecemasan
 Sering merasa tertekan (stress atau
depresi)
 Bersikap kejam atau senang mengganggu
orang lain yang usianya lebih muda atau
terhadap binatang
 Ketidakmampuan untuk menghindar dari
perilaku menyimpang meskipun sudah
diperingati atau dihukum
 Kebiasaan berbohong
 Hiperaktif
 Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas
Senang mengkritik/mencemooh orang lain,
dst.
Kesimpulan
Sosialisasi adalah suatu proses belajar seorang anggota
masyarakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat
dilingkungannya.
Kepribadian merupakan organisasi sikap yang dimiliki seseorang
sebagai latar belakang dari prilakunya. Hal ini berarti kepribadian
menunjuk pada organisasi dari sikap-sikap seorang individu untuk
berbuat, mengetahui, berpikir, dan merasakan secara khusus apabila ia
berhubungan dengan orang lain atau ketika ia menanggapi suatu masalah
atau keadaan.
Setiap manusia dilahirkan dengan kepribadian yang
berbeda. Kepribadian seseorang erat kaitannya
dengan proses sosialisasi yang berlangsung dalam
masyarakat.
Sosialisasi  dan Kepribadian
Sosialisasi  dan Kepribadian

More Related Content

PDF
Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian
PPTX
sosialisasi dan pembentukan kepribadian
PPT
Materi training kepribadian dan leadership - Created by Jamaludin -
PPTX
Ppsosialisasi & pembentukan kepribadian
PPTX
Sosialisasi dan pembentukan kepribadian
PPTX
Proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian
PPTX
Sosialisasi dan pembentukan kepribadian
PPSX
Bab 4 sosialisasi dan pembentukan kepribadian
Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian
sosialisasi dan pembentukan kepribadian
Materi training kepribadian dan leadership - Created by Jamaludin -
Ppsosialisasi & pembentukan kepribadian
Sosialisasi dan pembentukan kepribadian
Proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian
Sosialisasi dan pembentukan kepribadian
Bab 4 sosialisasi dan pembentukan kepribadian

What's hot (19)

PPT
Sosialisasi sbg pembentukan kepribadian
PPTX
Sosialisasi dan kepribadian (galih)
PPTX
Sosialisasi dan pembentukan kepribadian
PDF
Sosialisasi dan pembentukan kepribadian
PDF
Sosialisasi dan-pembentukan-kepribadian
DOCX
Sosiologi kelas X, materi Sosiologi membentuk kepribadian
DOCX
Makalah Sosialisasi
DOCX
Makalah sosialisasi dan pembentukan kepribadian sma 1 raha
PPTX
Sosiologi
PPTX
Media massa dan proses sosialisasi
PPTX
Definisi dan agen sosiologi PPT
PPTX
Bagas yudi septiadi (sosialisasi)
DOCX
27151136 bab-1-pendahuluan-1-latar-belakang-sosialisasi
DOCX
Makalah lingkungan kerja
PPTX
Sosialisasi
DOCX
sosialisasi kelas X semester 2
DOCX
DOCX
Makalah pengaruh sosialisasi, nilai budaya terhadap pembentukan kepribadian 2
PDF
Sosialisasi dan-pembentukan-kepribadian 2
Sosialisasi sbg pembentukan kepribadian
Sosialisasi dan kepribadian (galih)
Sosialisasi dan pembentukan kepribadian
Sosialisasi dan pembentukan kepribadian
Sosialisasi dan-pembentukan-kepribadian
Sosiologi kelas X, materi Sosiologi membentuk kepribadian
Makalah Sosialisasi
Makalah sosialisasi dan pembentukan kepribadian sma 1 raha
Sosiologi
Media massa dan proses sosialisasi
Definisi dan agen sosiologi PPT
Bagas yudi septiadi (sosialisasi)
27151136 bab-1-pendahuluan-1-latar-belakang-sosialisasi
Makalah lingkungan kerja
Sosialisasi
sosialisasi kelas X semester 2
Makalah pengaruh sosialisasi, nilai budaya terhadap pembentukan kepribadian 2
Sosialisasi dan-pembentukan-kepribadian 2
Ad

Viewers also liked (20)

PPTX
Bab II hakikat manusia dan sosial
PPT
Bab 3 Kepribadian
PPT
Pp ki iv ~ teori kepribadian edit
PPTX
Kepribadian dan Nilai
PPTX
Presentasi kepribadian (psikologi)
PPTX
Presentation1
PPT
Perilaku Konsumen & Gaya Hidup
PPTX
Kepribadian dan gaya hidup konsumen
DOCX
laporan Sekolah
DOCX
PENGLIBATAN IBU BAPA, KOMUNITI DAN SEKTOR SWASTA DALAM KBAT
PPTX
Sosiologi penyimpangan seksual
PPTX
nilai dan norma
PPTX
Interaksi sosial
PPTX
Sosiologi dalam kehidupan bermasyarakat
PPT
Penelitian sosial
PPT
NORMA NORMA DALAM MASYARAKAT
PPT
Penyimpangan seksual
PPTX
Pemuda dan sosialisasi
PPTX
Nilai dan Norma Sosial
PPTX
Interaksi Sosial
Bab II hakikat manusia dan sosial
Bab 3 Kepribadian
Pp ki iv ~ teori kepribadian edit
Kepribadian dan Nilai
Presentasi kepribadian (psikologi)
Presentation1
Perilaku Konsumen & Gaya Hidup
Kepribadian dan gaya hidup konsumen
laporan Sekolah
PENGLIBATAN IBU BAPA, KOMUNITI DAN SEKTOR SWASTA DALAM KBAT
Sosiologi penyimpangan seksual
nilai dan norma
Interaksi sosial
Sosiologi dalam kehidupan bermasyarakat
Penelitian sosial
NORMA NORMA DALAM MASYARAKAT
Penyimpangan seksual
Pemuda dan sosialisasi
Nilai dan Norma Sosial
Interaksi Sosial
Ad

Similar to Sosialisasi dan Kepribadian (20)

DOCX
Makalah pengaruh sosialisasi, nilai budaya terhadap pembentukan kepribadian 2
PPTX
Proses sosialisasi sebagai proses pembentuk kepribadian
DOCX
Makalah pengaruh sosialisasi, nilai budaya terhadap pembentukan kepribadian 2
DOCX
DOCX
Tugas sosiologi sosialisasi
DOCX
DOCX
Tugas sosiologi sosialisasi
DOCX
DOCX
PPTX
SOSIALISASI_pptx.pptx
PPTX
Sosialisasi
PPT
PPTX
Sosiologi Sosialisasi
PPTX
PPT-7. Sosialisasi Kelangsungan Hidup.pptx
DOC
Materi sosiologi kelas x
PPTX
Individu,keluarga,dan masyarakat
DOCX
Sosiologi
DOCX
Landasan psikologi pendidikan 2
PPTX
Topik 7 sosialisasi
Makalah pengaruh sosialisasi, nilai budaya terhadap pembentukan kepribadian 2
Proses sosialisasi sebagai proses pembentuk kepribadian
Makalah pengaruh sosialisasi, nilai budaya terhadap pembentukan kepribadian 2
Tugas sosiologi sosialisasi
Tugas sosiologi sosialisasi
SOSIALISASI_pptx.pptx
Sosialisasi
Sosiologi Sosialisasi
PPT-7. Sosialisasi Kelangsungan Hidup.pptx
Materi sosiologi kelas x
Individu,keluarga,dan masyarakat
Sosiologi
Landasan psikologi pendidikan 2
Topik 7 sosialisasi

More from Lilly (8)

PPTX
Syarat Pendaftaran STAN
PPTX
Students Brawls
PPT
Sistem Pemerintahan
PPTX
Showing Care and Complimenting Other
PPTX
Mengenal dan Mengembangkan Bakat
PPTX
Antony van Leeuwenhoek
PPTX
J. K Rowling
PPTX
Yellow butterfly
Syarat Pendaftaran STAN
Students Brawls
Sistem Pemerintahan
Showing Care and Complimenting Other
Mengenal dan Mengembangkan Bakat
Antony van Leeuwenhoek
J. K Rowling
Yellow butterfly

Recently uploaded (20)

PDF
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PDF
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
PPTX
Keusahawanan dan Perniagaan Islam - Dr Mohd Adib Abd Muin 20 Ogos 2025.pptx
PDF
Buku Teks KSSM Sains Sukan Tingkatan Empat
PDF
Konsep Dasar Nifas, Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Pra Sekolah.pdf
PDF
PPT Materi Kelas Mempraktikkan Prinsip Hermeneutika (MPH) 2025
PPTX
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
PPTX
Paparan Pembelajaran Mendalam V2 (fix).pptx
PPTX
Pembelajaran Mendalam sekolah kepala sekolah
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
DOCX
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
DOCX
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
PPT
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
PDF
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
PDF
Modul Ajar Deep Learning Pendidikan Pancasila Kelas 6 Kurikulum Merdeka
PPTX
KKA - MODUL 1 Berpikir Komputasional.pptx
PPTX
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
PPTX
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
PPTX
Pola Pikir Bertumbuh Pembelajaran Mendalam.pptx
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
Keusahawanan dan Perniagaan Islam - Dr Mohd Adib Abd Muin 20 Ogos 2025.pptx
Buku Teks KSSM Sains Sukan Tingkatan Empat
Konsep Dasar Nifas, Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Pra Sekolah.pdf
PPT Materi Kelas Mempraktikkan Prinsip Hermeneutika (MPH) 2025
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
Paparan Pembelajaran Mendalam V2 (fix).pptx
Pembelajaran Mendalam sekolah kepala sekolah
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Deep Learning Informatika Kelas 10 SMA Terbaru 2025
Modul Ajar Deep Learning PKWU Pengelolaan Kelas 11 SMA Terbaru 2025
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
2. ATP Fase F - PA. Islam (1)-halaman-1-digabungkan.pdf
Modul Ajar Deep Learning Pendidikan Pancasila Kelas 6 Kurikulum Merdeka
KKA - MODUL 1 Berpikir Komputasional.pptx
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
Pola Pikir Bertumbuh Pembelajaran Mendalam.pptx
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf

Sosialisasi dan Kepribadian

  • 1. Sosialisasi dan Kepribadian Click to add subtitle Sosialisasi dan Kepribadian
  • 3. Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran- peran yang harus dijalankan oleh individu.
  • 4. Definisi Sosialisasi menurut para ahli : 1. Charlotte Buhler : ” Sosialisasi adalah proses membantu individu untuk belajar dan menyesuaikan diri terhadap cara hidup dan cara berpikir kelompok.” 2. Peter Berger : “ Sosialisasi adalah suatu proses dimana seorang anak belajar menjadi anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat.” 3.Bruce J. Cohen : “ Sosialisasi adalah proses maanusia mempelajari tata cara kehidupan dalam masyrakat dalam memeroleh kepribadian dan membangun kapasitasnya agar berfungsi dengan baik.”
  • 5. 1. Tujuan Sosialisasi  Memberi keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melangsungkan kehidupan seseorang di tengah masyarakat.  Menambah dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efisisen.  Membantu pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan memawas diri yang tepat.  Membiasakan individu dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada masyrakat.
  • 6. 2. Jenis Sosialisasi Menurut Goffman kedua proses tersebut berlangsung dalam institusi total, yaitu tempat tinggal dan tempat bekerja. Dalam kedua institusi tersebut, terdapat sejumlah individu dalam situasi yang sama, terpisah dari masyarakat luas dalam jangka waktu kurun tertentu, bersama-sama menjalani hidup yang terkukung, dan diatur secara formal. ~ Sosialisasi primer Peter L. Berger dan Luckmann mendefinisikan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga). Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. Anak mulai mengenal anggota keluargadan lingkungan keluarga. Secara bertahap dia mulai mampu membedakan dirinya dengan orang lain di sekitar keluarganya. ~ Sosialisasi sekunder Sosialisasi sekunder adalah suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. 1. Proses Resosialisasi, seseorang diberi suatu identitas diri yang baru 2. Proses Desosialisasi, seseorang mengalami 'pencabutan' identitas diri yang lama.
  • 7. 3. Pola Sosiolisasi  Sosialisasi represif (repressive socialization) Menekankan pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan. Ciri lain dari sosialisasi represif adalah penekanan pada penggunaan materi dalam hukuman dan imbalan. Penekanan pada kepatuhan anak dan orang tua. Penekanan pada komunikasi yang bersifat satu arah, nonverbal dan berisi perintah, penekanan sosialisasi terletak pada orang tua dan keinginan orang tua, dan peran keluarga sebagai significant other.  Sosialisasi partisipatoris (participatory socialization) Merupakan pola di mana anak diberi imbalan ketika berprilaku baik. Selain itu, hukuman dan imbalan bersifat simbolik. Dalam proses sosialisasi ini anak diberi kebebasan. Penekanan diletakkan pada interaksi dan komunikasi bersifat lisan yang menjadi pusat sosialisasi adalah anak dan keperluan anak. Keluarga menjadi generalized other.
  • 8. 4. Tipe sosialisasi (Standar kelompok) ◊ Formal Sosialisasi tipe ini terjadi melalui lembaga-lembaga yang berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam negara, seperti pendidikan di sekolah dan pendidikan militer. ◊ Informal Sosialisasi tipe ini terdapat di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan, seperti antara teman, sahabat sesama anggota klub, dan kelompok-kelompok sosial yang ada di dalam masyarakat.
  • 9. 5. Agen Sosialisasi  Keluarga (kinship) Bagi keluarga inti (nuclear family) agen sosialisasi meliputi ayah, ibu, saudara kandung, dan saudara angkat yang belum menikah dan tinggal secara bersama-sama dalam suatu rumah. Sedangkan pada masyarakat yang menganut sistem kekerabatan diperluas (extended family)  Teman pergaulan Teman pergaulan (sering juga disebut teman bermain) pertama kali didapatkan manusia ketika ia mampu berpergian ke luar rumah. Pada awalnya, teman bermain dimaksudkan sebagai kelompok yang bersifat rekreatif, namun dapat pula memberikan pengaruh dalam proses sosialisasi setelah keluarga.  Lembaga pendidikan formal (sekolah) Menurut Dreeben, dalam lembaga pendidikan formal seseorang belajar membaca, menulis, dan berhitung. Aspek lain yang juga dipelajari adalah aturan-aturan mengenai kemandirian (independence), prestasi (achievement), universalisme, dan kekhasan (specificity).  Media Massa - (televisi, radio, film, internet, surat kabar, makalah, buku, dst.)
  • 10. 6. Proses Sosialisasi (menurut George Herbert Mead)  Tahap persiapan (Preparatory Stage) Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya, termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna.  Tahap meniru (Play Stage) Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa. Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan banyak orang telah mulai terbentuk. Bagi seorang anak, orang-orang ini disebut orang-orang yang amat berarti (Significant other)
  • 11.  Tahap siap bertindak (Game Stage) Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama.  Tahap penerimaan norma kolektif (Generalized Stage/Generalized other) Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas.
  • 13. 1. Definisi Kepribdian Secara umum, Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang. Berdasarkan psikologi, Gordon Allport menyatakan bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi, kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Secara eksplisit Allport menyebutkan, kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan.
  • 14. 2. Tahap-Tahap Perkembangan Kepribadian sebagai Hasil Sosialisasi a. Fase Pertama Menurut Charles H. Cooley (1864-1929), proses perkembangan kepribadian seseorang dimulai kurang lebih pada usia 1-2 tahun yang ditandai dengan saat-saat anak mengenal dirinya sendiri yang dibantu oleh orang-orang dewasa dilingkungannya. Kita dapat membedakan kepribadian seseorang menjadi dua bagian penting, yaitu: 1)Basic Personality Structure, yaitu unsur-unsur dasar atas berbagai sikap yang disebut attitude. Unsur ini bersifat permanen dan tidak mudah berubah. 2) Capital Personality, yaitu unsur-unsur yang terdiri atas keyakinan-keyakinan atau anggapan- anggapan yang sifatnya mudah berubah atau dapat ditinjau kembali (fleksibel). Ini diperoleh berdasarkan pengalaman melalui pergaulan dengan orang lain.
  • 15. b.Fase Kedua Ini merupakan fase perkembangan dimana rasa ego yang dimiliki seorang anak mulai berkembang karakternya sesuai dengan tipe pergaulan yang ada dilingkungannya. Fase kedua ini berlangsung relatif panjang hingga menjelang masa dewasa. Kepribadian tersebut mulai tampak dengan tipe prilaku khas yang tampak dari perangai, kegemaran, IQ serta bakat-bakatnya. c.Fase Ketiga Kepribadian seseorang pada akhirnya mengalami suatu perkembangan yang relatif tetap, yaitu dengan terbentuknya prilaku- prilaku yang khas sebagai perwujudan kepribadian yang bersifat abstrak. Fase ketiga ini disebut juga fase kedewasaan, yang berlangsung kurang lebih pada usia antar 25- 28 tahun.
  • 16. 3. Susunan Kepribadian  Pengetahuan Terisi dengan pemahaman dan konsep yang lahir dari pengalaman, pengamatan, maupun lingkungan.  Perasaan Keadaan kesadaran manusia yang menghasilkan penilaian positif maupun negatif terhadap sesuatu.  Dorongan Naluri Kemauan sebagai manusia Contoh : Dorongan mempertahankan hidup, mencari makan, interaksi sosial, dsb.
  • 17. 4. Faktor Penentu Kepribadian  Faktor Biologis Keturunan merujuk pada faktor genetika seorang individu. Tinggi fisik, bentuk wajah, gender, temperamen, komposisi otot dan refleks, tingkat energi dan irama biologis  Faktor Kebudayaan Khusus budaya membentuk norma, sikap, dan nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menghasilkan konsistensi seiring berjalannya waktu sehingga ideologi yang secara intens berakar di suatu kultur mungkin hanya memiliki sedikit pengaruh pada kultur yang lain.  Faktor Geografis ( Lingkungan Fisik )
  • 18.  Faktor Pengalaman Unik Kepribadian seseorang akan dipengaruhi oleh sejumlah pengalaman yang dilalui dalam hidupnya. Karena pengalaman setiap individu itu berbeda, maka kepribadian satu individu berbeda pula dengan individu lainnya.  Faktor Kelompok Sebuah kelompok dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya, baik yang sifatnya positif maupun negatif.
  • 19.  Kepribadian Sehat  Mampu menilai diri sendiri secara realisitik; mampu menilai diri apa adanya tentang kelebihan dan kekurangannya, secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya.  Mampu menilai situasi secara realistik; dapat menghadapi situasi atau kondisi kehidupan yang dialaminya secara realistik dan mau menerima secara wajar, tidak mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai sesuatu yang sempurna.  Berbahagia; situasi kehidupannya diwarnai kebahagiaan, yang didukung oleh faktor- faktor achievement (prestasi), acceptance (penerimaan), dan affection (kasih sayang).  dst.
  • 20.  Kepribadian Tidak Sehat  Mudah marah (tersinggung)  Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan  Sering merasa tertekan (stress atau depresi)  Bersikap kejam atau senang mengganggu orang lain yang usianya lebih muda atau terhadap binatang  Ketidakmampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang meskipun sudah diperingati atau dihukum  Kebiasaan berbohong  Hiperaktif  Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas Senang mengkritik/mencemooh orang lain, dst.
  • 21. Kesimpulan Sosialisasi adalah suatu proses belajar seorang anggota masyarakat untuk mengenal dan menghayati kebudayaan masyarakat dilingkungannya. Kepribadian merupakan organisasi sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang dari prilakunya. Hal ini berarti kepribadian menunjuk pada organisasi dari sikap-sikap seorang individu untuk berbuat, mengetahui, berpikir, dan merasakan secara khusus apabila ia berhubungan dengan orang lain atau ketika ia menanggapi suatu masalah atau keadaan. Setiap manusia dilahirkan dengan kepribadian yang berbeda. Kepribadian seseorang erat kaitannya dengan proses sosialisasi yang berlangsung dalam masyarakat.