TEKNIK SAMPLING
(teknik pengambilan sampel)
POPULASI
Populasi
 kelompok keseluruhan orang, peristiwa atau sesuatu
yang ingin diselidiki oleh peneliti.
Populasi sasaran
 Tujuan utama penarikan sampel adalah untuk
memperoleh informasi tentang populasi.
 Oleh karena itu sejak awal perlu mengidentifikasi
populasi secara tepat dan akurat.
Contoh :
 Populasi sasaran untuk penelitian
persepsi akuntan adalah para akuntan.
 Populasi sasaran untuk calon mahasiswa potensial
adalah siswa SMU dll
 Elemen
 suatu anggota tunggal dari populasi.
Jika terdapat 200 penumpang pesawat dalam suatu
penerbangan, maka setiap penumpang pesawat tersebut
merupakan elemen dari populasi.
 Sampel
beberapa anggota atau suatu bagian (subset) dari populasi.
Hal ini mencakup sejumlah anggota yang dipilih dari
populasi. Sehingga sebagaian elemen dari populasi
merupakan sampel.
penting dalam penelitian
berkaitan dengan kredibilitas dan mutu penelitian serta
biaya penelitian yang harus di bayar.
Alasan diperlukannya sampel dalam penelitian :
Sulit mengambil seluruh populasi (sensus) menjadi data penelitian,
karena:
(a) populasi demikian banyaknya sehingga dalam prakteknya tidak
mungkin seluruh elemen diteliti;
(b) keterbatasan waktu penelitian, biaya, dan sumber daya manusia,
membuat peneliti harus telah puas jika meneliti sebagian dari
elemen penelitian;
(c) bahkan kadang, penelitian yang dilakukan terhadap sampel bisa
lebih reliabel daripada terhadap populasi
 misalnya, karena elemen sedemikian banyaknya maka akan
memunculkan kelelahan fisik dan mental para pencacahnya
sehingga banyak terjadi kekeliruan. (Uma Sekaran, 1992);
(d) jika elemen populasi homogen, penelitian terhadap seluruh
elemen dalam populasi menjadi tidak masuk akal,
 misalnya untuk meneliti kualitas jeruk dari satu pohon jeruk
Mengapa dalam penelitian digunakan sampel dan
apakah sampel dapat dikatakan mewakili seluruh
populasi?
Sampel dapat mewakili seluruh populasi, apabila:
 Sampel harus mengandung dua criteria yaitu cermat (accuracy) dan
tepat (precission).
 Kriteria cermat dimaksudkan agar sampel yang diambil tidak akan
bias sehingga sampel dapat memberikan reaksi yang tidak berlebih
atau kurang tetapi memberikan reaksi wajar.
 Kriteria tepat mengandung arti sampel yang diambil dapat mewakili
dengan wajar keseluruhan populasi tersebut. Oleh karena itu aspek
ketepatan ini mengandung pengukuran standard yang dapat
ditoleransi terhadap kemungkinan kesalahan pengambil sampel.
 Menggunakan teknik pengambilan sampel (teknik sampling) yang sesuai
dengan strategi penelitian yang dilakukan.
SAMPLING
 Sampling  adalah proses memilih suatu
jumlah unsur populasi yang mencukupi dari
populasi, sehingga dengan mempelajari sampel
dan memahami karakteristiknya
memungkinkan untuk untuk
menggeneralisasikan karakteristik tersebut pada
seluruh anggota populasi.
 Kategori Sampling
 Probability Sampling dan
 Nonprobability sampling
PROBABILITY SAMPLING
 Probability sampling yaitu proses pengambilan
sampel yang menjamin adanya peluang bahwa
setiap unsur populasi dipilih sebagai anggota
sampel.
 Probability sampling meliputi:
 random sampling,
 systematic sampling,
 stratified random sampling,
 cluster sampling,
 area sampling dan
 duble sampling
NONPROBABILITY SAMPLING
 Adalah proses pengambilan sampel yang tidak
menjamin adanya peluang bahwa setiap unsure
poppulasi dipilih sebagai anggota sampel.
 Meliputi:
 convenience sampling,
 judgement sampling,
 quota sampling
 snowball sampling.
Ukuran Sampel
Syarat sampel yang baik adalah:
 tingkat ketepatan (precision)
 seberapa dekat estimasi peneliti berdasarkan
sampel yang terpilih terhadap karakteristik
yang sebenarmya dari populasi
 tingkat kepercayaan (confidence)
 derajat kepercayaan atau ketelitian pengambilan
sebuah sampel
 Confidence level 95%-99%.
 Semakin tinggi Condidence level semakin dapat
dipercaya data tersebut.
Ukuran Sampel
 Ukuran sampel dapat pula ditentukan dengan
menggunakan rumus slovin (1960):
N
n =
1 + N e2
n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena
kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat
ditolerir atau diinginkan, misalnya 2%
Ukuran Sampel
 Dalam menentukan ukuran/jumlah sampel juga perlu
memperhatikan pedoman kasar yang dikemukakan oleh Roscoe
dalam Sekaran (2000), yaitu:
 Jumlah sampel yang paling sesuai untuk hampir semua
penelitian adalah 30 < n < 500
 Apabila sampel dibagi ke dalam beberapa
kategori/subsampel jumlah sampel minimum untuk tiap
kategori adalah 30
 Dalam penelitian multivariate(multiple regression
analysis) jumlah sampel harus beberapa kali (sekitar 10
kali atau lebih) lipat dari jumlah variabel dalam
penelitian.
 Untuk penelitian eksperimen yang sederhana dengan
pengendalian ekperimental yang ketat, penelitian yang baik
Ukuran minimum sampel yang dapat diterima
berdasarkan desain/metode penelitian yang
digunakan menurut Gay (1976):
 Deskriptif, minimal 10 % dari populasi. Untuk
populasi yang relatif kecil minimal minimal 20%.
 Desain deskriptif-korelasional, minimal 30 subjek
 Metode ex post facto, minimal 15 subyek per
kelompok
 Metode eksperimental, minimal 15 subyek
Penggunaan kaidah di atas sebaiknya disesuaikan dengan
kondisi populasi dan keadaan lain yang berkaitan
Ukuran Sampel
DESAIN SAMPLING
A. Probability Sampling
 Simple random sampling
 Systematic sampling
 Stratified random sampling
 Cluster sampling
 Area Sampling
 Double sampling
B. Non Probability Sampling
 Convenience sampling
 Purposive Sampling
 Judgment sampling
 Quota sampling
 Snowball sampling
PS: Simple Random Sampling
 Seluruh elemen dalam populasi diperhitungkan dan tiap elemen
mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai objek
 Kelebihan: kemampuan generalisasi hasil penenmuan tinggi
 Kelemahan: Tidak seefisien stratified sampling
 Setiap unsur populasi harus mempunyai kesempatan sama untuk
bisa dipilih menjadi sampel. Prosedurnya :
 Susun “sampling frame”
 Tetapkan jumlah sampel yang akan diambil
 Tentukan alat pemilihan sampel
 Pilih sampel sampai dengan jumlah terpenuhi
PS: Systematic Sampling
 Setiap elemen ke n dari populasi dipilih, mulai
dari anggota tertentu dalam kerangka populasi
 Kelebihan: Mudah dilakukan bila kerangka
populasinya tersedia
 Kelemahan: Dimungkinkan terjadinya bias
sistematik
PS: Stratified Random Sampling
 Populasi dibagi ke dalam kelompok tertentu kemudian
subyek diambil:
 dalam proporsi jumlah yang sebenarnya dan perbandingannya
(proporsionate)
 berdasarkan criteria selain jumlah populasi sebenarnya
(disproporsionate)
 Kelebihan: Paling efisien di antara semua desain probabilitas
semua kelompok terwakili jumlahnya
 Kelemahan:
 Stratified harus memiliki arti tertentu
 lebih memakan waktu dibandingkan dengan simple random
sampling
 kerangka populasi untuk tiap kelompok/strata diperlukan.
Dari setiap stratum yang dibentuk, dipilih
sampel secara acak. Prosedurnya :
1. Siapkan “sampling frame”
2. Bagi sampling frame tersebut berdasarkan strata
yang dikehendaki
3. Tentukan jumlah sampel dalam setiap stratum
4. Pilih sampel dari setiap stratum secara acak.
PS: Cluster Sampling
 Teknik ini biasa juga diterjemahkan dengan cara pengambilan
sampel berdasarkan gugus.
 Dalam sampel gugus, setiap gugus boleh mengandung unsur
yang karakteristiknya berbeda-beda atau heterogen.
 Kelebihan: Dalam cluster geografis , biaya pengumpulan
datanya rendah
 Kelemahan: Paling kurang dapat diandalkan & kurang efisien
diantara desain probabilitas lainnya karena sub-sub dari
kelompok lebih cenderung homogen daripada heterogen.
Prosedur cluster sampling:
 Susun sampling frame berdasarkan gugus
 Tentukan berapa gugus yang akan diambil sebagai
sampel
 Pilih gugus sebagai sampel dengan cara acak
 Teliti setiap sampel yang ada dalam gugus sampel
PS: Area Sampling
 Cluster sampling dalam suatu daerah/lokasi
tertentu
 Kelebihan: Biayanya efektif, berguna untuk
keputusan yang berhubungan dengan lokasi
tertentu
 Kelemahan: Memakan waktu untuk
mengumpulkan data dari suatu lokasi.
PS: Double Sampling
 Sampel atau sub sampel yang sama diteliti dua
kali
 Kelebihan: Menawarkan infomasi yang lebih
rinci dalam topik penelitian
 Kelemahan: Original bias individu mungkin
tidak senang merespon untuk kedua kali
NPS: Convenience Sampling
 Anggota populasi yang paling mudah ditemui dipilih sebagai
subyek
 Kelebihan: Cepat, mudah, tidak mahal
 Kelemahan: Tidak dapat digeneralisasikan sama sekali
 Disebut juga: accidental sampling – tidak disengaja – atau juga
captive sample (man-on-the-street)
 Jenis sampel ini sangat baik jika dimanfaatkan untuk penelitian
penjajagan, yang kemudian diikuti oleh penelitian lanjutan yang
sampelnya diambil secara acak (random).
NPS: Purposive Sampling
 sampel diambil dengan maksud atau tujuan
tertentu
Judgement Sampling:
1. Subyek dipilih berdasarkan keahlian dalam
bidang diteliti
2. Kelebihan: Kadang merupakan satu-satunya
cara untuk menyelidiki
3. Kelemahan: Kemampuan generalisasinya
dipertanyakan, tidak dapat digeneralisasikan ke
seluruh popolasi
 NPS: Purposive Sampling
Quota sampling
1. Subyek dipilih yang paling mudah ditemui dari
kelompok yang ditargetkan berdasar jumlah
kuota yangtelah ditentukan sebelumnya
2. Kelebihan: Sangat berguna bila partisipasi
kelompok minoritas diperlukan dalam suatu
penelitian
3. Kelemahan: Tidak dapat digeneralisasikan
dengan mudah
NPS: Snowball Sampling
 Memilih unit yang karakteristiknya jarang, unit
selanjutnya ditunjukkan responden sebelumnya
 Hanya untuk penerapan yang sangat khusus
 Kelemahan: Keterwakilan dari karakteristik yang
jarang tidak terlihat dalam pemilihan sampel
 Metode ini biasa digunakan untuk meneliti
kelompok eksklusif (tertutup) misalnya: gay, lesbian,
pecandu narkotik, dll.

More Related Content

PPTX
TEKNIK PEMILIHAN SAMPEL (TEKNIK SAMPLING).pptx
PPT
TEKNIK SAMPLING untuk penelitian ilmiah.
PPT
Metode-Sampling-Survei-SI-Pertemuan-5.ppt
PPT
POPULASI_DAN_SAMPEL_(2)-POPULASI_DAN_SAMPEL_(2).ppt
PPT
Kuliah 9 populasi & sampel
PPT
Populasi
PPTX
PPTX
populasi dan teknik-sampling ok slide.pptx
TEKNIK PEMILIHAN SAMPEL (TEKNIK SAMPLING).pptx
TEKNIK SAMPLING untuk penelitian ilmiah.
Metode-Sampling-Survei-SI-Pertemuan-5.ppt
POPULASI_DAN_SAMPEL_(2)-POPULASI_DAN_SAMPEL_(2).ppt
Kuliah 9 populasi & sampel
Populasi
populasi dan teknik-sampling ok slide.pptx

Similar to TEKNIK PENGAMBILAN SAMPLING statistika.pptx (20)

PPTX
care menentukan dan mencari Sampel penelitian.pptx
PPTX
cara emenentukan Sampel penelitian kita.pptx
PPT
Research methodology sampling
PPT
obyek F 17268 penentuansubpengamatanyek
PPTX
PPT MINGGU KE 7 SUBJEK PENELITIAN DAN PENARIKAN SAMPEL.pptx
PPTX
Metode pengambilan sampel (sampling)
PPTX
Sampel dan teknik sampling
PPTX
Metodologi penelitian 3 adli anwar
PPT
Teknik Pengambilan Sampel.ppt
PPTX
statistik kel 4vabahhahshshsjsjsjjsjsjskks.pptx
PPT
Populasi dan Sampel Penelitian-Biostatistika
PPT
3. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling.ppt
PPT
Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling.ppt
PDF
METODOLOGI PENELITIAN ALAT DALAM PENGUMPULAN DATA (OGAN PUTRA WIJAYA)
PPTX
Sampling
PPTX
02 teori penarikan contoh
PPTX
Materi Tentang Teknik Sampling Dalam Penelitian
PDF
P10_Menentukan Populasi dan Sampel.pdf
PDF
P10 menentukan populasi dan sampel
PPT
Populasi dan sampel.ppt
care menentukan dan mencari Sampel penelitian.pptx
cara emenentukan Sampel penelitian kita.pptx
Research methodology sampling
obyek F 17268 penentuansubpengamatanyek
PPT MINGGU KE 7 SUBJEK PENELITIAN DAN PENARIKAN SAMPEL.pptx
Metode pengambilan sampel (sampling)
Sampel dan teknik sampling
Metodologi penelitian 3 adli anwar
Teknik Pengambilan Sampel.ppt
statistik kel 4vabahhahshshsjsjsjjsjsjskks.pptx
Populasi dan Sampel Penelitian-Biostatistika
3. Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling.ppt
Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling.ppt
METODOLOGI PENELITIAN ALAT DALAM PENGUMPULAN DATA (OGAN PUTRA WIJAYA)
Sampling
02 teori penarikan contoh
Materi Tentang Teknik Sampling Dalam Penelitian
P10_Menentukan Populasi dan Sampel.pdf
P10 menentukan populasi dan sampel
Populasi dan sampel.ppt
Ad

Recently uploaded (20)

DOCX
Modul Ajar 2 Bahasa Indonesia K-VIII.docx
PPTX
sister1_-_Pengantar_Sister (1) KOMUNIKASI DATA.pptx
DOCX
ATP Bahasa Indonesia Kelas 8 (deep learning).docx
DOCX
MASTER BLANGKO undangan jago 72 SIAP EDIT
PPTX
Presentasi_PSAD_Teknik_Kimia-2022_rev (1).pptx
PPTX
PPT Interes Brebes Publikasi Data Statistik.pptx
PPTX
BAB-4. IP, Subnet, Gateway, DNS (belum selesai).pptx
PPTX
PAPARAN akhir DIR Polder Pakacangan.pptx
PPTX
PPT pengukuran besaran fisika ukin 2023
PPTX
Judol_new materi yang penting jangan yaa
PDF
HUBUNGAN STRUKTUR, ikatan kimia dan aktivitas fisiologis complete.en.id.pdf
PPTX
DISKUSI AKHIR SID KURANJI-23122024-Rev1.pptx
PPTX
Akses Internet pada Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan di 62 Kab. DT.pptx
PPTX
Bahan BIDUK.pptx data paroki santo yosep
PPTX
ALUR PELAYANAN UGD unit gawat darurat 1.pptx
PPTX
Power Point tentang Mata Kuliah 1.1.pptx
PPTX
Presentation pengukuran panjang terbaru lagi
PPTX
soal soal k3 baru yang baru terbaru paling baru dan baru
PDF
Pengenalan Manajemen Kinerja P3K KEMENAG.pdf
PPTX
Pertemuan 2_Modernisasi dan Globalisasi.pptx
Modul Ajar 2 Bahasa Indonesia K-VIII.docx
sister1_-_Pengantar_Sister (1) KOMUNIKASI DATA.pptx
ATP Bahasa Indonesia Kelas 8 (deep learning).docx
MASTER BLANGKO undangan jago 72 SIAP EDIT
Presentasi_PSAD_Teknik_Kimia-2022_rev (1).pptx
PPT Interes Brebes Publikasi Data Statistik.pptx
BAB-4. IP, Subnet, Gateway, DNS (belum selesai).pptx
PAPARAN akhir DIR Polder Pakacangan.pptx
PPT pengukuran besaran fisika ukin 2023
Judol_new materi yang penting jangan yaa
HUBUNGAN STRUKTUR, ikatan kimia dan aktivitas fisiologis complete.en.id.pdf
DISKUSI AKHIR SID KURANJI-23122024-Rev1.pptx
Akses Internet pada Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan di 62 Kab. DT.pptx
Bahan BIDUK.pptx data paroki santo yosep
ALUR PELAYANAN UGD unit gawat darurat 1.pptx
Power Point tentang Mata Kuliah 1.1.pptx
Presentation pengukuran panjang terbaru lagi
soal soal k3 baru yang baru terbaru paling baru dan baru
Pengenalan Manajemen Kinerja P3K KEMENAG.pdf
Pertemuan 2_Modernisasi dan Globalisasi.pptx
Ad

TEKNIK PENGAMBILAN SAMPLING statistika.pptx

  • 2. POPULASI Populasi  kelompok keseluruhan orang, peristiwa atau sesuatu yang ingin diselidiki oleh peneliti. Populasi sasaran  Tujuan utama penarikan sampel adalah untuk memperoleh informasi tentang populasi.  Oleh karena itu sejak awal perlu mengidentifikasi populasi secara tepat dan akurat. Contoh :  Populasi sasaran untuk penelitian persepsi akuntan adalah para akuntan.  Populasi sasaran untuk calon mahasiswa potensial adalah siswa SMU dll
  • 3.  Elemen  suatu anggota tunggal dari populasi. Jika terdapat 200 penumpang pesawat dalam suatu penerbangan, maka setiap penumpang pesawat tersebut merupakan elemen dari populasi.  Sampel beberapa anggota atau suatu bagian (subset) dari populasi. Hal ini mencakup sejumlah anggota yang dipilih dari populasi. Sehingga sebagaian elemen dari populasi merupakan sampel. penting dalam penelitian berkaitan dengan kredibilitas dan mutu penelitian serta biaya penelitian yang harus di bayar.
  • 4. Alasan diperlukannya sampel dalam penelitian : Sulit mengambil seluruh populasi (sensus) menjadi data penelitian, karena: (a) populasi demikian banyaknya sehingga dalam prakteknya tidak mungkin seluruh elemen diteliti; (b) keterbatasan waktu penelitian, biaya, dan sumber daya manusia, membuat peneliti harus telah puas jika meneliti sebagian dari elemen penelitian; (c) bahkan kadang, penelitian yang dilakukan terhadap sampel bisa lebih reliabel daripada terhadap populasi  misalnya, karena elemen sedemikian banyaknya maka akan memunculkan kelelahan fisik dan mental para pencacahnya sehingga banyak terjadi kekeliruan. (Uma Sekaran, 1992); (d) jika elemen populasi homogen, penelitian terhadap seluruh elemen dalam populasi menjadi tidak masuk akal,  misalnya untuk meneliti kualitas jeruk dari satu pohon jeruk
  • 5. Mengapa dalam penelitian digunakan sampel dan apakah sampel dapat dikatakan mewakili seluruh populasi? Sampel dapat mewakili seluruh populasi, apabila:  Sampel harus mengandung dua criteria yaitu cermat (accuracy) dan tepat (precission).  Kriteria cermat dimaksudkan agar sampel yang diambil tidak akan bias sehingga sampel dapat memberikan reaksi yang tidak berlebih atau kurang tetapi memberikan reaksi wajar.  Kriteria tepat mengandung arti sampel yang diambil dapat mewakili dengan wajar keseluruhan populasi tersebut. Oleh karena itu aspek ketepatan ini mengandung pengukuran standard yang dapat ditoleransi terhadap kemungkinan kesalahan pengambil sampel.  Menggunakan teknik pengambilan sampel (teknik sampling) yang sesuai dengan strategi penelitian yang dilakukan.
  • 6. SAMPLING  Sampling  adalah proses memilih suatu jumlah unsur populasi yang mencukupi dari populasi, sehingga dengan mempelajari sampel dan memahami karakteristiknya memungkinkan untuk untuk menggeneralisasikan karakteristik tersebut pada seluruh anggota populasi.  Kategori Sampling  Probability Sampling dan  Nonprobability sampling
  • 7. PROBABILITY SAMPLING  Probability sampling yaitu proses pengambilan sampel yang menjamin adanya peluang bahwa setiap unsur populasi dipilih sebagai anggota sampel.  Probability sampling meliputi:  random sampling,  systematic sampling,  stratified random sampling,  cluster sampling,  area sampling dan  duble sampling
  • 8. NONPROBABILITY SAMPLING  Adalah proses pengambilan sampel yang tidak menjamin adanya peluang bahwa setiap unsure poppulasi dipilih sebagai anggota sampel.  Meliputi:  convenience sampling,  judgement sampling,  quota sampling  snowball sampling.
  • 9. Ukuran Sampel Syarat sampel yang baik adalah:  tingkat ketepatan (precision)  seberapa dekat estimasi peneliti berdasarkan sampel yang terpilih terhadap karakteristik yang sebenarmya dari populasi  tingkat kepercayaan (confidence)  derajat kepercayaan atau ketelitian pengambilan sebuah sampel  Confidence level 95%-99%.  Semakin tinggi Condidence level semakin dapat dipercaya data tersebut.
  • 10. Ukuran Sampel  Ukuran sampel dapat pula ditentukan dengan menggunakan rumus slovin (1960): N n = 1 + N e2 n = ukuran sampel N = ukuran populasi e = persen kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir atau diinginkan, misalnya 2%
  • 11. Ukuran Sampel  Dalam menentukan ukuran/jumlah sampel juga perlu memperhatikan pedoman kasar yang dikemukakan oleh Roscoe dalam Sekaran (2000), yaitu:  Jumlah sampel yang paling sesuai untuk hampir semua penelitian adalah 30 < n < 500  Apabila sampel dibagi ke dalam beberapa kategori/subsampel jumlah sampel minimum untuk tiap kategori adalah 30  Dalam penelitian multivariate(multiple regression analysis) jumlah sampel harus beberapa kali (sekitar 10 kali atau lebih) lipat dari jumlah variabel dalam penelitian.  Untuk penelitian eksperimen yang sederhana dengan pengendalian ekperimental yang ketat, penelitian yang baik
  • 12. Ukuran minimum sampel yang dapat diterima berdasarkan desain/metode penelitian yang digunakan menurut Gay (1976):  Deskriptif, minimal 10 % dari populasi. Untuk populasi yang relatif kecil minimal minimal 20%.  Desain deskriptif-korelasional, minimal 30 subjek  Metode ex post facto, minimal 15 subyek per kelompok  Metode eksperimental, minimal 15 subyek Penggunaan kaidah di atas sebaiknya disesuaikan dengan kondisi populasi dan keadaan lain yang berkaitan Ukuran Sampel
  • 13. DESAIN SAMPLING A. Probability Sampling  Simple random sampling  Systematic sampling  Stratified random sampling  Cluster sampling  Area Sampling  Double sampling B. Non Probability Sampling  Convenience sampling  Purposive Sampling  Judgment sampling  Quota sampling  Snowball sampling
  • 14. PS: Simple Random Sampling  Seluruh elemen dalam populasi diperhitungkan dan tiap elemen mempunyai kesempatan yang sama untuk terpilih sebagai objek  Kelebihan: kemampuan generalisasi hasil penenmuan tinggi  Kelemahan: Tidak seefisien stratified sampling  Setiap unsur populasi harus mempunyai kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi sampel. Prosedurnya :  Susun “sampling frame”  Tetapkan jumlah sampel yang akan diambil  Tentukan alat pemilihan sampel  Pilih sampel sampai dengan jumlah terpenuhi
  • 15. PS: Systematic Sampling  Setiap elemen ke n dari populasi dipilih, mulai dari anggota tertentu dalam kerangka populasi  Kelebihan: Mudah dilakukan bila kerangka populasinya tersedia  Kelemahan: Dimungkinkan terjadinya bias sistematik
  • 16. PS: Stratified Random Sampling  Populasi dibagi ke dalam kelompok tertentu kemudian subyek diambil:  dalam proporsi jumlah yang sebenarnya dan perbandingannya (proporsionate)  berdasarkan criteria selain jumlah populasi sebenarnya (disproporsionate)  Kelebihan: Paling efisien di antara semua desain probabilitas semua kelompok terwakili jumlahnya  Kelemahan:  Stratified harus memiliki arti tertentu  lebih memakan waktu dibandingkan dengan simple random sampling  kerangka populasi untuk tiap kelompok/strata diperlukan.
  • 17. Dari setiap stratum yang dibentuk, dipilih sampel secara acak. Prosedurnya : 1. Siapkan “sampling frame” 2. Bagi sampling frame tersebut berdasarkan strata yang dikehendaki 3. Tentukan jumlah sampel dalam setiap stratum 4. Pilih sampel dari setiap stratum secara acak.
  • 18. PS: Cluster Sampling  Teknik ini biasa juga diterjemahkan dengan cara pengambilan sampel berdasarkan gugus.  Dalam sampel gugus, setiap gugus boleh mengandung unsur yang karakteristiknya berbeda-beda atau heterogen.  Kelebihan: Dalam cluster geografis , biaya pengumpulan datanya rendah  Kelemahan: Paling kurang dapat diandalkan & kurang efisien diantara desain probabilitas lainnya karena sub-sub dari kelompok lebih cenderung homogen daripada heterogen.
  • 19. Prosedur cluster sampling:  Susun sampling frame berdasarkan gugus  Tentukan berapa gugus yang akan diambil sebagai sampel  Pilih gugus sebagai sampel dengan cara acak  Teliti setiap sampel yang ada dalam gugus sampel
  • 20. PS: Area Sampling  Cluster sampling dalam suatu daerah/lokasi tertentu  Kelebihan: Biayanya efektif, berguna untuk keputusan yang berhubungan dengan lokasi tertentu  Kelemahan: Memakan waktu untuk mengumpulkan data dari suatu lokasi.
  • 21. PS: Double Sampling  Sampel atau sub sampel yang sama diteliti dua kali  Kelebihan: Menawarkan infomasi yang lebih rinci dalam topik penelitian  Kelemahan: Original bias individu mungkin tidak senang merespon untuk kedua kali
  • 22. NPS: Convenience Sampling  Anggota populasi yang paling mudah ditemui dipilih sebagai subyek  Kelebihan: Cepat, mudah, tidak mahal  Kelemahan: Tidak dapat digeneralisasikan sama sekali  Disebut juga: accidental sampling – tidak disengaja – atau juga captive sample (man-on-the-street)  Jenis sampel ini sangat baik jika dimanfaatkan untuk penelitian penjajagan, yang kemudian diikuti oleh penelitian lanjutan yang sampelnya diambil secara acak (random).
  • 23. NPS: Purposive Sampling  sampel diambil dengan maksud atau tujuan tertentu Judgement Sampling: 1. Subyek dipilih berdasarkan keahlian dalam bidang diteliti 2. Kelebihan: Kadang merupakan satu-satunya cara untuk menyelidiki 3. Kelemahan: Kemampuan generalisasinya dipertanyakan, tidak dapat digeneralisasikan ke seluruh popolasi
  • 24.  NPS: Purposive Sampling Quota sampling 1. Subyek dipilih yang paling mudah ditemui dari kelompok yang ditargetkan berdasar jumlah kuota yangtelah ditentukan sebelumnya 2. Kelebihan: Sangat berguna bila partisipasi kelompok minoritas diperlukan dalam suatu penelitian 3. Kelemahan: Tidak dapat digeneralisasikan dengan mudah
  • 25. NPS: Snowball Sampling  Memilih unit yang karakteristiknya jarang, unit selanjutnya ditunjukkan responden sebelumnya  Hanya untuk penerapan yang sangat khusus  Kelemahan: Keterwakilan dari karakteristik yang jarang tidak terlihat dalam pemilihan sampel  Metode ini biasa digunakan untuk meneliti kelompok eksklusif (tertutup) misalnya: gay, lesbian, pecandu narkotik, dll.