Oleh :
Fitri Astuti
• Model pembelajaran tematik terpadu (PTP)
atau integrated thematic instruction (ITI)
dikembangkan pertama kali pada awal tahun
1970-an.
• Sutirjo dan Sri Istuti Mamik (2004: 6)
menyatakan bahwa pembelajaran tematik
merupakan satu usaha untuk
mengintegrasikan pengetahuan,
keterampilan, nilai, atau sikap pembelajaran,
serta pemikiran yang kreatif dengan
menggunakan tema.
Pembelajaran tematik terpadu berfungsi
untuk memberikan kemudahan bagi
peserta didik dalam memahami dan
mendalami konsep materi yang
tergabung dalam tema serta dapat
menambah semangat belajar, karena
materi yang dipelajari merupakan materi
yang nyata (konstektual) dan bermakna
bagi peserta didik.
Menurut Robin Fogarty (1991) dalam Modul Pelatihan
Implementasi Kurikulum 2013, ada sepuluh model
PTP sebagai berikut:
1.Model Penggalan (Fragmented Model)
2.Model Keterhubungan (Connected Model)
3.Model Sarang (Nested Model)
4.Model Urutan (Sequenced Model)
5.Model Jaring Laba-Laba (Webbed Model)
6.Model Galur (Threaded Model
7.Model Terpadu (Integrated Model)
8. Model Celupan (Immersed Model)
9. Model Jejaring (Networked Model)
10.Model Berbagi (Shared/Participative Model)
Pembelajaran terpadu model Nested adalah model
pembelajaran yang mengintegrasikan kurikulum di
dalam satu disiplin ilmu secara khusus meletakkan
fokus pengintegrasian pada sejumlah keterampilan
belajar yang ingin dilatihkan oleh seorang guru
kepada siswanya dalam suatu unit pembelajaran
untuk ketercapaian materi pelajaran (content).
Keterampilan-keterampilan belajar itu meliputi
keterampilan bepikir (thingking skill), keterampilan
sosial (social skill), dan keterampilan mengorganisasi
(organizing skill) Fogarty (1991: 23).
Kelebihan Pembelajaran Terpadu Model Nested
1. Kemampuan siswa lebih diperkaya lagi karena selain memperdalam materi juga
aspek keterampilan seperti berfikir dan mengorganisasi. Setiap mata pelajaran
mempunyai dimensi ganda yang berguna kelak untuk kehidupan siswa
mendatang.
2. Guru bisa memadukan beberapa keterampilan sekaligus dalam pembelajaran
satu mata pelajaran.
3. Guru dapat memberikan perhatian pada berbagai bidang penting dalam satu
waktu sehingga tidak memerlukan penambahan waktu, dan bisa memadukan
kurikulum secara luas.
Kekurangan Pembelajaran Terpadu Model Nested
1. Dalam hal perencanaan, jika dilakukan secara tergesa-gesa dan kurang cermat
maka penggabungan beberapa materi dan aspek keterampilan dapat
mengacaukan pola pikir siswa. Pada mulanya tujuan utama pengajaran adalah
penekanan pada materi, tetapi akhirnya bergeser prioritasnya pada
keterampilan.
2. Jika tanpa perencanaan yang matang memadukan beberapa keterampilan yang
menjadi target dalam suatu pembelajaran. Hal ini berdampak pada siswa,
dimana prioritas pelajaran akan menjadi kabur karena siswa diarahkan untuk
melakukan beberapa tugas belajar sekaligus.
1. Tahap Perencanaan
2. Tahap Pelaksanaan
3. Tahap Evaluasi
Langkah-Langkah Pembelajaran Terpadu Model Nested
Model sequenced merupakan model pemaduan
topik-topik antar mata pelajaran yang berbeda
secara paralel. Isi cerita dalam roman sejarah
misalnya, topik pembahasannya secara paralel atau
dalam jam yang sama dapat dipadukan dengan
ikhwal sejarah perjuangan bangsa, karakteristik
kehidupan sosial masyarakat pada periode tertentu
maupun topik yang menyangkut perubahan makna
kata
Model Urutan/Rangkaian (Sequenced)
Kelebihannya yaitu dengan menyusun kembali
urutan topik, bagian dari unit, guru dapat
mengutamakan prioritas kurikulum daripada
hanya mengikuti urutan yang dibuat penulis
dalam buku teks, membantu siswa memahami isi
pembelajaran dengan lebih kuat dan bermakna
Kekurangannya yaitu diperlukkan kolaborasi
berkelanjutan dan fleksibilitas semua orang yang
terlibat dalam content area dalam mengurutkan
sesuai peristiwa terkini.
Langkah-langkah Pembelajaran Terpadu Model
Sequenced
1. Menganalisis isi kurikulum.
2. Think Back (Re-design): Memilih dua mata pelajaran
sejenis dan mengurutkan topik atau konsep dari
masing-masing mata pelajaran dengan periode
waktu yang sejajar.
3. Think Ahead (Design): Memikirkan urutan yang logis
dari kedua mata pelajaran dan menempatkan ke
dalam urutan yang tepat.
4. Think Again (Refine): Mendesain atau meredesain
unit, topik, atau konsep dari kedua mata pelajaran
yang secara logis dapat diajarkan dengan periode
waktu yang sejajar.
Model ini bertolak dari pendekatan tematis sebagai pemadu
bahan dan kegiatan pembelajaran. Dalam hubungan ini tema
dapat mengikat kegiatan pembelajaran baik dalam mata
pelajaran tertentu maupun lintas mata pelajaran.
Model Jaring Laba-laba (Webbed)
Kelebihan pendekatan jaring laba-laba untuk mengintegrasikan
kurikulum adalah faktor motivasi sebagai hasil bentuk seleksi
tema yang menarik perhatian paling besar, faktor motivasi
siswa juga dapat berkembang karena adanya pemilihan tema
yang didasarkan pada minat siswa.
Kekurangan model ini adalah banyak guru sulit memilih tema.
Mereka cenderung menyediakan tema yang dangkal sehingga
kurang bermanfaat bagi siswa, dan guru seringkali terfokus
pada kegiatan sehingga materi atau konsep menjadi terabaikan.
Langkah untuk membuat rancangan pembelajaran
terpadu dengan model jaring laba-laba yaitu:
• Mempelajari kompetensi dasar, hasil belajar dan
indikator setiap bidang pengembangan untuk masing-
masing kelompok usia.
• Mengidentifikasi tema dan subtema dan
memetakannya dalam jaring tema.
• Mengidentifikasi indikator pada setiap kompetensi
bidang pengembangan melalui tema dan subtema.
• Menentukan kegiatan pada setiap bidang
pengembangan dengan mengacu pada indikator yang
akan dicapai dan subtema yang dipilih.
• Menyusun Rencana Kegiatan Mingguan.
• Menyusun Rencana Kegiatan Harian.
Model threaded merupakan model pemaduan bentuk
keterampilan misalnya, melakukan prediksi dan estimasi
dalam matematika, ramalan terhadap kejadian-kejadian,
antisipasi terhadap cerita dalam novel, dan sebagainya
Model Galur/ benang(Threaded)
Kelebihan
konsep berputar sekitar metakurikulum yang menekankan pada perilaku
metakognitif; materi untuk tiap mata pelajaran tetap murni, dan siswa dapat
belajar bagaimana seharusnya belajar di masa yang akan datang sesuai dengan
laju perkembangan era globalisasi.
Kekurangan
hubungan isi antar materi pelajaran tidak terlalu ditunjukkan sehingga secara
eksplisit siswa kurang dapat memahami keterkaitan konten antara mata pelajaran
satu dengan yang lainnya.
langkah-langkah pembelajaran terpadu model Threaded
yakni :
• Menetapkan keterampilan yang diuntaikan dalam
pembelajaran ketrampilan.
• Memilih mata pelajaran yang cocok untuk dipadukan
dengan model ini.
• Mencocokkan Standar Kompetensi dan Kompetensi
Dasar yang dapat diuntaikan.
• Merumuskan indikator pembelajaran secara terpadu.
• Menetapkan ketrampilan berpikir yang akan diuntaikan.
Model integrated merupakan pemaduan sejumlah topik dari
mata pelajaran yang berbeda, tetapi esensinya sama dalam
sebuah topik tertentu
Model Keterpaduan (Integrated)
Kelebihan
siswa saling mengaitkan, saling menghubungkan diantara macam-macam bagian
dari mata pelajaran. Keterpaduan secara sukses diimplementasikan, pendekatan
belajar yang lingkungan belajar yang ideal untuk hari terpadu (integrated day)
secara eksternal dan untuk keterpaduan belajar untuk fokus internal. Selain itu
model ini juga mendorong motivasi murid.
Kekurangan
sulit dilaksanakan secara penuh; membutuhkan keterampilan tinggi,percaya diri
dalam prioritas konsep, keterampilan dan sikap yang menembus secara urut dari
mata pelajaran; dan membutuhkan model tim ahli pada bidang dan
merencanakan dan mengajar bersama.
Adapun langkah dan tahapan dalam pembelajaran terpadu model
integrated, yaitu:
1. Langkah guru merancang program rencana pembelajaran
dengan mengadakan penjajakan tema dengan cara curah
pendapat (brain stroming).
2. Tahap pelaksanaan melakukan kegiatan:
• Proses pengumpulan informasi
• Pengelolaan informasi dengan cara analisis komparasi dan
sintesis
• Penyusunan laporan dapat dilakukan dengan cara
verbal,gravisi, victorial, audio, gerak, dan model
3. Tahap kulmunasi dilakukan dengan:
• Penyajian laporan (tertulis, oral, unjuk kerja, produk)
• Penilaian meliputi proses dan produk dengan menggunakan
prosedur formal dan informal dengan tekanan pada penilaian
produk.
Model immersed dirancang untuk membantu siswa dalam menyaring dan
memadukan berbagai pengalaman dan pengetahuan dihubungkan dengan
medan pemakaiannya.
Model Celupan/Terbenam (Immersed)
Kelebihan
setiap siswa mempunyai ketertarikan mata pelajaran yang berbeda
maka secara tidak langsung siswa yang lain akan belajar dari siswa
lainnya. Mereka terpacu untuk dapat menghubungkan mata
pelajaran yang satu dengan yang lainnya.
Kekurangan
siswa yang tidak senang membaca akan mendapat kesulitan untuk
mengerjakan proyek ini, sehingga siswa menjadi kehilangan minat
belajar.
Langkah dan tahapan dalam pembelajaran terpadu model
celupan/terbenam (immersed)
1) Tahap perencanaan, terdiri dari :
a. Menentukan jenis mata pelajaran yang dipadukan
b. Memilih kajian materi
c. Menentukan sub-keterampilan yang dipadukan.
Secara umum
d. Merumuskan indikator hasil belajar
e. Menentukan langkah-langkah pembelajaran
2) Tahap Pelaksanaan.
3) Tahap evaluasi. Tahap ini dapat berupa evaluasi
proses pembelajaran dan evaluasi hasil
pembelajaran.
model networked merupakan model pemaduan pembelajaran yang
mengandaikan kemungkinan pengubahan konsepsi, bentuk
pemecahan masalah, maupun tuntutan bentuk keterampilan baru
setelah siswa mengadakan studi lapangan dalam situasi, kondisi,
maupun konteks yang berbeda-beda
Model Jaringan (Networked)
Kelebihan
siswa memperluas wawasan pengetahuan pada satu atau dua mata
pelajaran secara mendalam dan sempit sasarannya.
Kekurangan
kemungkinan motivasi siswa akan berubah kedalaman materi
pelajaran menjadi dangkal secara tidak sengaja karena mendapat
hambatan dalam mencari sumber. (sumber: Robin Fogarty. 1991.
How to Integrate the Curricula. Illinois: Skylight Publishing).
langkah-langkah Model Pembelajaran Networked adalah
1. Guru menjelaskan teknik menulis naskah pidato,
2. Guru menjelaskan cara mencari informasi tentang menulis
naskah pidato dengan menggunakan jaringan baik itu dari media
elektronik ataupun media masa.
3. Guru memberikan contoh naskah pidato yang bersumber dari
jaringan media elektronik ataupun media masa,
4. Guru membagi kelompok siswa yang beranggotan 4-5 orang.
5. Siswa melakukan jaringan kerja sama dengan setiap kelompok
untuk menulis naskah pidato yang bersumber dari padangan
mata yang disekitarnya ataupun dari jaringan media elektronik
dan media masa,
6. Siswa mempresentasikan hasil diskusi setiap kelompok,
7. Guru membuat kesimpulan dari materi yang diajarkan,
8. Penutup.
Model shared merupakan bentuk pemaduan pembelajaran akibat adanya “overlapping”
konsep atau ide pada dua mata pelajaran atau lebih. Butir-butir pembelajaran tentang
kewarganegaraan dalam PPKN misalnya, dapat bertumpang tindih dengan butir
pembelajaran dalam Tata Negara, PSPB, dan sebagainya.
Model Bagian (Shared)
Kelebihan
lebih mudah dalam menggunakannya sebagai langkah awal maju secara
penuh menuju model terpadu yang mencakup empat disiplin ilmu, dengan
menggabungkan disiplin ilmu serupa yang saling tumpang tindih akan
memungkinkan mempelajari konsep yang lebih dalam
Kekurangan
model integrasi antar dua disiplin ilmu memerlukan komitmen pasangan
untuk bekerjasama dalam fase awal, untuk menemukan konsep kurikula
yang tumpang tindih secara nyata diperlukan dialog dan percakapan yang
mendalam.
Langkah-langkah Penyusunan Model Pembelajaran
Shared
1. Menentukan dua mata pelajaran yang akan difokuskan
pada konsep, sikap dan keterampilan yang sama
2. Menyeleksi konsep-konsep, keterampilan, dan sikap yang
diajarkan dalam satu semester
3. Memilih beberapa konsep, keterampilan, dan sikap yang
memiliki keterhubungan yang erat dan tumpang tindih di
antara mata pelajaran tersebut
4. Memilih tema yang cocok untuk pembelajaran tersebut
TEMATIK TERPADU.pptx

More Related Content

DOCX
Pembelajaran Tematik
DOCX
10 model pembelajaran sains terpadu
DOCX
Fragmented
DOC
tematik sd
PPTX
kelompok 1 modul 1 pembelajaran terpadu.pptx
PPTX
kelompok 1 modul 1 pembelajaran terpadu.pptx
PPTX
MODUL 9 SENI RUPA_PGSD Universitas Tpptx
PPTX
PPT MODUL 9 KLP 5.pptx
Pembelajaran Tematik
10 model pembelajaran sains terpadu
Fragmented
tematik sd
kelompok 1 modul 1 pembelajaran terpadu.pptx
kelompok 1 modul 1 pembelajaran terpadu.pptx
MODUL 9 SENI RUPA_PGSD Universitas Tpptx
PPT MODUL 9 KLP 5.pptx

Similar to TEMATIK TERPADU.pptx (20)

PPTX
Pembelajaran_Tematik_Terpadu SD/MI.pptx
PPTX
PPT KELOMPOK 1 PEMBELAJARAN TERPADU DI SD.pptx
PPT
Konsep Dasar Pembelajaran terpadu
PPTX
MODUL 1.pptx
PPT
PPT PKN MODUL 9.ppt
PPTX
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN TERPADU JUMADIL.pptx
PPTX
pengembangan model pembelajaran sains terpadu.pptx
DOCX
10 model pembelajaran terpadu
PPTX
PPT PEMBELAJARAN TERPADU.pptx
PPTX
06.bahan tayang kontekstual & terpadu 160513 copy
PPTX
bahan tayang kontekstual & terpadu
PPTX
PPT MODUL 9 DAN 10.pptx
PPT
Pembelajaran terpadu
PPT
Pembelajaran terpadu
PPT
Pembelajaran terpadu
PPTX
Penyusunan Modul Ajar, Kurikulum Merdeka
PPTX
REVISI PPT KELOMPOK 1 Yang paling okeeeeeee.pptx
PPTX
BUKU PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN DI SEKOLAH DASAR.pptx
PPTX
Penerapan Model Pembelajaran CIRC
PPT
10.-Pembelajaran-IPA-Terintegrasi.ppt
Pembelajaran_Tematik_Terpadu SD/MI.pptx
PPT KELOMPOK 1 PEMBELAJARAN TERPADU DI SD.pptx
Konsep Dasar Pembelajaran terpadu
MODUL 1.pptx
PPT PKN MODUL 9.ppt
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN TERPADU JUMADIL.pptx
pengembangan model pembelajaran sains terpadu.pptx
10 model pembelajaran terpadu
PPT PEMBELAJARAN TERPADU.pptx
06.bahan tayang kontekstual & terpadu 160513 copy
bahan tayang kontekstual & terpadu
PPT MODUL 9 DAN 10.pptx
Pembelajaran terpadu
Pembelajaran terpadu
Pembelajaran terpadu
Penyusunan Modul Ajar, Kurikulum Merdeka
REVISI PPT KELOMPOK 1 Yang paling okeeeeeee.pptx
BUKU PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN DI SEKOLAH DASAR.pptx
Penerapan Model Pembelajaran CIRC
10.-Pembelajaran-IPA-Terintegrasi.ppt
Ad

Recently uploaded (20)

PPTX
1 - Hubungan Pancasila UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bhinneka Tun...
PPTX
Berpikir_Komputasional_Kelas5_IlustrasiKosong.pptx
PPTX
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
PDF
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
PDF
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
PDF
Buku Teks KSSM Sains Sukan Tingkatan Empat
PPTX
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
PPTX
bahan KKA DI SEKOLAH bahan KKA DI SEKOLA
PPTX
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
PPTX
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pptx
PPTX
Materi Refleksi Akhir Tahun Sutan Raja.pptx
PPTX
Pengimbasan koding dan keerdasan Artifisial.pptx
PPTX
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
PPT
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
DOCX
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Fisika Kelas XII SMA Terbaru 2025
PDF
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
PDF
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PPTX
Pola Pikir Bertumbuh Pembelajaran Mendalam.pptx
PDF
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
1 - Hubungan Pancasila UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bhinneka Tun...
Berpikir_Komputasional_Kelas5_IlustrasiKosong.pptx
Tools of Digital Media in Marketing Era Digital 4.0_WEBINAR PDPTN "Digital Ma...
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
Buku Teks KSSM Sains Sukan Tingkatan Empat
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Indonesia Kelas 1 Kurikulum Merdeka
bahan KKA DI SEKOLAH bahan KKA DI SEKOLA
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika.pptx
Materi Refleksi Akhir Tahun Sutan Raja.pptx
Pengimbasan koding dan keerdasan Artifisial.pptx
Digital Marketing Dasar Untuk Pemula.pptx
Inkuiri Kolaboratif bagi guru di Satuan Pendidikan .ppt
Modul Ajar Pembelajaran Mendalam Fisika Kelas XII SMA Terbaru 2025
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
Aminullah Assagaf_B34_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Pola Pikir Bertumbuh Pembelajaran Mendalam.pptx
Modul Ajar Deep Learning Bahasa Inggris Kelas 1 Kurikulum Merdeka
Ad

TEMATIK TERPADU.pptx

  • 2. • Model pembelajaran tematik terpadu (PTP) atau integrated thematic instruction (ITI) dikembangkan pertama kali pada awal tahun 1970-an. • Sutirjo dan Sri Istuti Mamik (2004: 6) menyatakan bahwa pembelajaran tematik merupakan satu usaha untuk mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, nilai, atau sikap pembelajaran, serta pemikiran yang kreatif dengan menggunakan tema.
  • 3. Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar, karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (konstektual) dan bermakna bagi peserta didik.
  • 4. Menurut Robin Fogarty (1991) dalam Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013, ada sepuluh model PTP sebagai berikut: 1.Model Penggalan (Fragmented Model) 2.Model Keterhubungan (Connected Model) 3.Model Sarang (Nested Model) 4.Model Urutan (Sequenced Model) 5.Model Jaring Laba-Laba (Webbed Model) 6.Model Galur (Threaded Model 7.Model Terpadu (Integrated Model) 8. Model Celupan (Immersed Model) 9. Model Jejaring (Networked Model) 10.Model Berbagi (Shared/Participative Model)
  • 5. Pembelajaran terpadu model Nested adalah model pembelajaran yang mengintegrasikan kurikulum di dalam satu disiplin ilmu secara khusus meletakkan fokus pengintegrasian pada sejumlah keterampilan belajar yang ingin dilatihkan oleh seorang guru kepada siswanya dalam suatu unit pembelajaran untuk ketercapaian materi pelajaran (content). Keterampilan-keterampilan belajar itu meliputi keterampilan bepikir (thingking skill), keterampilan sosial (social skill), dan keterampilan mengorganisasi (organizing skill) Fogarty (1991: 23).
  • 6. Kelebihan Pembelajaran Terpadu Model Nested 1. Kemampuan siswa lebih diperkaya lagi karena selain memperdalam materi juga aspek keterampilan seperti berfikir dan mengorganisasi. Setiap mata pelajaran mempunyai dimensi ganda yang berguna kelak untuk kehidupan siswa mendatang. 2. Guru bisa memadukan beberapa keterampilan sekaligus dalam pembelajaran satu mata pelajaran. 3. Guru dapat memberikan perhatian pada berbagai bidang penting dalam satu waktu sehingga tidak memerlukan penambahan waktu, dan bisa memadukan kurikulum secara luas. Kekurangan Pembelajaran Terpadu Model Nested 1. Dalam hal perencanaan, jika dilakukan secara tergesa-gesa dan kurang cermat maka penggabungan beberapa materi dan aspek keterampilan dapat mengacaukan pola pikir siswa. Pada mulanya tujuan utama pengajaran adalah penekanan pada materi, tetapi akhirnya bergeser prioritasnya pada keterampilan. 2. Jika tanpa perencanaan yang matang memadukan beberapa keterampilan yang menjadi target dalam suatu pembelajaran. Hal ini berdampak pada siswa, dimana prioritas pelajaran akan menjadi kabur karena siswa diarahkan untuk melakukan beberapa tugas belajar sekaligus.
  • 7. 1. Tahap Perencanaan 2. Tahap Pelaksanaan 3. Tahap Evaluasi Langkah-Langkah Pembelajaran Terpadu Model Nested
  • 8. Model sequenced merupakan model pemaduan topik-topik antar mata pelajaran yang berbeda secara paralel. Isi cerita dalam roman sejarah misalnya, topik pembahasannya secara paralel atau dalam jam yang sama dapat dipadukan dengan ikhwal sejarah perjuangan bangsa, karakteristik kehidupan sosial masyarakat pada periode tertentu maupun topik yang menyangkut perubahan makna kata Model Urutan/Rangkaian (Sequenced)
  • 9. Kelebihannya yaitu dengan menyusun kembali urutan topik, bagian dari unit, guru dapat mengutamakan prioritas kurikulum daripada hanya mengikuti urutan yang dibuat penulis dalam buku teks, membantu siswa memahami isi pembelajaran dengan lebih kuat dan bermakna Kekurangannya yaitu diperlukkan kolaborasi berkelanjutan dan fleksibilitas semua orang yang terlibat dalam content area dalam mengurutkan sesuai peristiwa terkini.
  • 10. Langkah-langkah Pembelajaran Terpadu Model Sequenced 1. Menganalisis isi kurikulum. 2. Think Back (Re-design): Memilih dua mata pelajaran sejenis dan mengurutkan topik atau konsep dari masing-masing mata pelajaran dengan periode waktu yang sejajar. 3. Think Ahead (Design): Memikirkan urutan yang logis dari kedua mata pelajaran dan menempatkan ke dalam urutan yang tepat. 4. Think Again (Refine): Mendesain atau meredesain unit, topik, atau konsep dari kedua mata pelajaran yang secara logis dapat diajarkan dengan periode waktu yang sejajar.
  • 11. Model ini bertolak dari pendekatan tematis sebagai pemadu bahan dan kegiatan pembelajaran. Dalam hubungan ini tema dapat mengikat kegiatan pembelajaran baik dalam mata pelajaran tertentu maupun lintas mata pelajaran. Model Jaring Laba-laba (Webbed) Kelebihan pendekatan jaring laba-laba untuk mengintegrasikan kurikulum adalah faktor motivasi sebagai hasil bentuk seleksi tema yang menarik perhatian paling besar, faktor motivasi siswa juga dapat berkembang karena adanya pemilihan tema yang didasarkan pada minat siswa. Kekurangan model ini adalah banyak guru sulit memilih tema. Mereka cenderung menyediakan tema yang dangkal sehingga kurang bermanfaat bagi siswa, dan guru seringkali terfokus pada kegiatan sehingga materi atau konsep menjadi terabaikan.
  • 12. Langkah untuk membuat rancangan pembelajaran terpadu dengan model jaring laba-laba yaitu: • Mempelajari kompetensi dasar, hasil belajar dan indikator setiap bidang pengembangan untuk masing- masing kelompok usia. • Mengidentifikasi tema dan subtema dan memetakannya dalam jaring tema. • Mengidentifikasi indikator pada setiap kompetensi bidang pengembangan melalui tema dan subtema. • Menentukan kegiatan pada setiap bidang pengembangan dengan mengacu pada indikator yang akan dicapai dan subtema yang dipilih. • Menyusun Rencana Kegiatan Mingguan. • Menyusun Rencana Kegiatan Harian.
  • 13. Model threaded merupakan model pemaduan bentuk keterampilan misalnya, melakukan prediksi dan estimasi dalam matematika, ramalan terhadap kejadian-kejadian, antisipasi terhadap cerita dalam novel, dan sebagainya Model Galur/ benang(Threaded) Kelebihan konsep berputar sekitar metakurikulum yang menekankan pada perilaku metakognitif; materi untuk tiap mata pelajaran tetap murni, dan siswa dapat belajar bagaimana seharusnya belajar di masa yang akan datang sesuai dengan laju perkembangan era globalisasi. Kekurangan hubungan isi antar materi pelajaran tidak terlalu ditunjukkan sehingga secara eksplisit siswa kurang dapat memahami keterkaitan konten antara mata pelajaran satu dengan yang lainnya.
  • 14. langkah-langkah pembelajaran terpadu model Threaded yakni : • Menetapkan keterampilan yang diuntaikan dalam pembelajaran ketrampilan. • Memilih mata pelajaran yang cocok untuk dipadukan dengan model ini. • Mencocokkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang dapat diuntaikan. • Merumuskan indikator pembelajaran secara terpadu. • Menetapkan ketrampilan berpikir yang akan diuntaikan.
  • 15. Model integrated merupakan pemaduan sejumlah topik dari mata pelajaran yang berbeda, tetapi esensinya sama dalam sebuah topik tertentu Model Keterpaduan (Integrated) Kelebihan siswa saling mengaitkan, saling menghubungkan diantara macam-macam bagian dari mata pelajaran. Keterpaduan secara sukses diimplementasikan, pendekatan belajar yang lingkungan belajar yang ideal untuk hari terpadu (integrated day) secara eksternal dan untuk keterpaduan belajar untuk fokus internal. Selain itu model ini juga mendorong motivasi murid. Kekurangan sulit dilaksanakan secara penuh; membutuhkan keterampilan tinggi,percaya diri dalam prioritas konsep, keterampilan dan sikap yang menembus secara urut dari mata pelajaran; dan membutuhkan model tim ahli pada bidang dan merencanakan dan mengajar bersama.
  • 16. Adapun langkah dan tahapan dalam pembelajaran terpadu model integrated, yaitu: 1. Langkah guru merancang program rencana pembelajaran dengan mengadakan penjajakan tema dengan cara curah pendapat (brain stroming). 2. Tahap pelaksanaan melakukan kegiatan: • Proses pengumpulan informasi • Pengelolaan informasi dengan cara analisis komparasi dan sintesis • Penyusunan laporan dapat dilakukan dengan cara verbal,gravisi, victorial, audio, gerak, dan model 3. Tahap kulmunasi dilakukan dengan: • Penyajian laporan (tertulis, oral, unjuk kerja, produk) • Penilaian meliputi proses dan produk dengan menggunakan prosedur formal dan informal dengan tekanan pada penilaian produk.
  • 17. Model immersed dirancang untuk membantu siswa dalam menyaring dan memadukan berbagai pengalaman dan pengetahuan dihubungkan dengan medan pemakaiannya. Model Celupan/Terbenam (Immersed) Kelebihan setiap siswa mempunyai ketertarikan mata pelajaran yang berbeda maka secara tidak langsung siswa yang lain akan belajar dari siswa lainnya. Mereka terpacu untuk dapat menghubungkan mata pelajaran yang satu dengan yang lainnya. Kekurangan siswa yang tidak senang membaca akan mendapat kesulitan untuk mengerjakan proyek ini, sehingga siswa menjadi kehilangan minat belajar.
  • 18. Langkah dan tahapan dalam pembelajaran terpadu model celupan/terbenam (immersed) 1) Tahap perencanaan, terdiri dari : a. Menentukan jenis mata pelajaran yang dipadukan b. Memilih kajian materi c. Menentukan sub-keterampilan yang dipadukan. Secara umum d. Merumuskan indikator hasil belajar e. Menentukan langkah-langkah pembelajaran 2) Tahap Pelaksanaan. 3) Tahap evaluasi. Tahap ini dapat berupa evaluasi proses pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran.
  • 19. model networked merupakan model pemaduan pembelajaran yang mengandaikan kemungkinan pengubahan konsepsi, bentuk pemecahan masalah, maupun tuntutan bentuk keterampilan baru setelah siswa mengadakan studi lapangan dalam situasi, kondisi, maupun konteks yang berbeda-beda Model Jaringan (Networked) Kelebihan siswa memperluas wawasan pengetahuan pada satu atau dua mata pelajaran secara mendalam dan sempit sasarannya. Kekurangan kemungkinan motivasi siswa akan berubah kedalaman materi pelajaran menjadi dangkal secara tidak sengaja karena mendapat hambatan dalam mencari sumber. (sumber: Robin Fogarty. 1991. How to Integrate the Curricula. Illinois: Skylight Publishing).
  • 20. langkah-langkah Model Pembelajaran Networked adalah 1. Guru menjelaskan teknik menulis naskah pidato, 2. Guru menjelaskan cara mencari informasi tentang menulis naskah pidato dengan menggunakan jaringan baik itu dari media elektronik ataupun media masa. 3. Guru memberikan contoh naskah pidato yang bersumber dari jaringan media elektronik ataupun media masa, 4. Guru membagi kelompok siswa yang beranggotan 4-5 orang. 5. Siswa melakukan jaringan kerja sama dengan setiap kelompok untuk menulis naskah pidato yang bersumber dari padangan mata yang disekitarnya ataupun dari jaringan media elektronik dan media masa, 6. Siswa mempresentasikan hasil diskusi setiap kelompok, 7. Guru membuat kesimpulan dari materi yang diajarkan, 8. Penutup.
  • 21. Model shared merupakan bentuk pemaduan pembelajaran akibat adanya “overlapping” konsep atau ide pada dua mata pelajaran atau lebih. Butir-butir pembelajaran tentang kewarganegaraan dalam PPKN misalnya, dapat bertumpang tindih dengan butir pembelajaran dalam Tata Negara, PSPB, dan sebagainya. Model Bagian (Shared) Kelebihan lebih mudah dalam menggunakannya sebagai langkah awal maju secara penuh menuju model terpadu yang mencakup empat disiplin ilmu, dengan menggabungkan disiplin ilmu serupa yang saling tumpang tindih akan memungkinkan mempelajari konsep yang lebih dalam Kekurangan model integrasi antar dua disiplin ilmu memerlukan komitmen pasangan untuk bekerjasama dalam fase awal, untuk menemukan konsep kurikula yang tumpang tindih secara nyata diperlukan dialog dan percakapan yang mendalam.
  • 22. Langkah-langkah Penyusunan Model Pembelajaran Shared 1. Menentukan dua mata pelajaran yang akan difokuskan pada konsep, sikap dan keterampilan yang sama 2. Menyeleksi konsep-konsep, keterampilan, dan sikap yang diajarkan dalam satu semester 3. Memilih beberapa konsep, keterampilan, dan sikap yang memiliki keterhubungan yang erat dan tumpang tindih di antara mata pelajaran tersebut 4. Memilih tema yang cocok untuk pembelajaran tersebut