MAKALAH
Pengenalan Elearning
DISUSUN OLEH:
EVI YULIANA SARI (43217110345)
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MERCU BUANA
2018
BAB I
PENDAHULUAN
Kemajuan teknologi dan informasi saat ini berkembang sangat pesat. Seiring dengan
berkembanganya teknologi dan informasi kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme
belajar mengajar berbasis teknologi informartika menjadi tidak terelakkan lagi. Salah satu
contoh dari mekanisme belajar mengajar yang berbasis teknologi informatika adalah
pembelajaran elektronik atau yang biasa disebut dengan e-learning.
Matthew Comerchero dalam E-Learning, Concepts and Techniques ( Bloomsburg, 2006 )
mendefinisikan: E-learningadalah sarana pendidikan yang mencakup motivasi diri sendiri,
komunikasi, efisiensi, dan teknologi. Karena ada keterbatasan dalam interaksi sosial, siswa
harus menjaga diri mereka tetap termotivasi. E-learning efisien karena mengeliminasi jarak
dan arus pulang-pergi.Jarak dieliminasi karena isi dari e-learning didesain dengan media yang
dapat diakses dariterminal komputer yang memiliki peralatan yang sesuai dan sarana
teknologi lainnya yang dapatmengakses jaringan atau Internet. Dari definisi-definisi yang
muncul dapat kita simpulkan bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan
teknologi informasi dalam proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatu e-Learning
(Wahono, 2005, p. 1).
Dalam hal ini Cisco (2001) menjelaskan filosofis e-learning sebagai berikut:
 e-learning merupakan penyampian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan
secara on-line.
 e-learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar
secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD-
ROM, dan pelatihan berbasis komputer) sehingga dapat menjawab tantangan
perkembangan globalisasi.
 e-learning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas,
tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan
pengembangan teknologi pendidikan.
 Kapasitas siswa amat bervariasi tergantung pada bentuk isi dan cara penyampaiannya.
Makin baik keselarasan antar conten dan alat penyampai dengan gaya belajar, maka
akan lebih baik kapasitas siswa yang pada gilirannya akan memberi hasil yang lebih
baik.
BAB II
PEMBAHASAN
Karakteristik e-learning, antara lain adalah :
 Memanfaatkan jasa teknologi elektronik; di mana guru dan siswa, siswa dan sesama
siswa atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relative mudah dengan
tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler.
 Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan computer networks).
 Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di
komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja bila
yang bersangkutan memerlukannya.
 Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal
yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer
Menurut Clark & Mayer, e-learning memiliki fitur – fitur sebagai berikut :
Ø Konten yang relevan dengan tujuan belajar.
Ø Menggunakan metode instruksional seperti contoh dan praktek untuk membantu belajar.
Ø Menggunakan elemen media seperti kalimat dan gambar untuk mendistribusikan konten
dan metode belajar.
Ø Pembelajaran dapat secara langsung dengan instruktur ataupun belajar secara individu.
Ø Membangun wawasan dan teknik baru yang dihubungkan dengan tujuan belajar.
E-learning menciptakan solusi belajar formal dan informal.
Salah satu kesalahan berpikir tentang e-learning adalah e-learning hanya menciptakan sistem
belajar secara formal, seperti dalam bentuk kursus. Namun faktanya adalah saat ini 80%
pembelajaran didapat secara informal. Banyak orang saat beraktivitas sehari – hari dan
menghadapi suatu masalah membutuhkan solusi secepatnya. Dalam hal ini, e-learning
haruslah memiliki karakteristik berikut:
Ø Just in time atau tersedia untuk pengguna ketika mereka membutuhkannya untuk
menyelesaikan tugasnya.
Ø On demand atau tersedia setiap saat.
Ø Bite Sized atau tersedia dalam ukuran yang kecil agar dapat digunakan secara cepat.
E-learning menyediakan akses keberbagai macam sumber pembelajaran baik itu konten
ataupunmanusia.
Kesalahan lainnya dalam berpikir tentang e-learning bahwa e-learning hanya membuat
kontensaja, sebenarnya e-learning adalah sebuah aktivitas sosial. E– learning menyediakan
pengalamanbelajar yang kuat melalui komunitas online pengguna e-learning. Karena manusia
adalah makhluksosial, jadi ada banyak kesempatan untuk berkomunikasi, berkolaborasi, dan
berbagi ilmu antarasesama pengguna e-learning.
E-learning mendukung sekelompok orang atau grup untuk belajar bersama.
E-learning bukan aktivitas individu saja, tetapi juga mendukung sekelompok orang atau grup
untuk belajar bersama, baik untuk berkomunikasi, berkolaborasi, berbagi ilmu dan
membentuk sebuah komunitas online yang dapat dilakukan secara langsung (synchronous)
atau tidak langsung (asynchronous).
E-learning membawa pembelajaran kepada pelajar bukan pelajar ke pembelajaran.
Bentuk pembelajaran tradisional bahwa pelajar harus pergi keluar untuk mencari
pembelajaran mereka sendiri. Sedangkan Model e-learning disebut juga Pull Model of
Learning.
Dalam pengembangan suatu aplikasi e-learning perlu diperhatikan bahwa materi yang
ditampilkan harus menunjang penyampaian informasi yang benar, tidak hanya
mengutamakan sisi keindahan saja, tetapi harus memperhatikan dengan seksama teknik
belajar – mengajar yang digunakan serta memperhatikan teknik evaluasi kemajuan peserta
didik dan penyimpanan data kemajuan peserta didik. Menurut Koswara (2006) ada beberapa
strategi pengajaran yang dapat diterapkan dengan menggunakan teknologi e-learning adalah
sebagai berikut :
1.Learning by doing.
Simulasi belajar dengan melakukan apa yang hendak dipelajari. Contohnya adalah simulator
penerbangan (flight simulator), dimana seorang calon penerbang dapat dilatih untuk
melakukan penerbangan suatu pesawat tertentu seperti ia berlatih dengan pesawat yang
sesungguhnya
2. Incidental learning.
Tidak semua hal menarik untuk dipelajari, oleh karena itu dengan strategi ini seorang peserta
didik dapat mempelajari sesuatu melalui hal lain yang lebih menarik, dan diharapkan
informasi yang sebenarnya dapat diserap secara tidak langsung. Misalnya mempelajari
geografi dengan cara melakukan “perjalanan maya” ke daerah-daerah wisata.
3. Learning by reflection.
Mempelajari sesuatu dengan mengembangkan ide atau gagasan tentang subyek yang hendak
dipelajari. Peserta didik didorong untuk mengembangkan suatu ide atau gagasan dengan cara
memberikan informasi awal dan aplikasi akan “mendengarkan” dan memproses masukan ide
atau gagasan dari peserta didik untuk kemudian diberikan informasi lanjutan berdasarkan
masukan dari peserta didik.
4. Case-based learning.
Mempelajari sesuatu berdasarkan kasus – kasus yang telah terjadi mengenai subyek yang
hendak dipelajari. Strategi ini tergantung kepada narasumber ahli dan kasus-kasus yang dapat
dikumpulkan tentang materi yang hendak dipelajari. Peserta didik dapat mempelajari suatu
materi dengan cara menyerap informasi dari narasumber ahli tentang kasus-kasus yang telah
terjadi atas materi tersebut.
5. Learning by exploring.
Mempelajari sesuatu dengan cara melakukan eksplorasi terhadap subyek yang hendak
dipelajari. Peserta didik didorong untuk memahami suatu materi dengan cara melakukan
eksplorasi mandiri atas materi tersebut. Aplikasi harus menyediakan informasi yang cukup
untuk mengakomodasi eksplorasi dari Peserta didik. Mempelajari sesuatu dengan cara
menetapkan suatu sasaran yang hendak dicapai (goal-directed learning). Peserta didik
diposisikan dalam sebagai seseorang yang harus mencapai tujuan dan aplikasi menyediakan
fasilitas yang diperlukan dalam melakukan hal tersebut, kemudian peserta didik menyusun
strategi mandiri untuk mencapai tujuan tersebut.
Manfaat E-Learning dalam Perusahaan khususnya untuk Pelatihan Karyawan
Saat ini di Indonesia dalam dunia pendidikan dan juga pelatihan tenaga kerja dan
karyawan sudah semakin mengikuti perkembangan yang ada. Perlahan Negara kita tercinta
sudah dalam perjalanan menuju perubahan yang lebih baik dibandingkan dengan jaman
dahulu dimana semuanya masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu yang
cukup lama hanya untuk menyelesaikan satu hal saja. Tentu saja untuk bersaing dengan
banyak Negara yang sudah lebih dulu maju dan berkembang maka jika kita terus
menggunakan pola dan cara lama maka kita jelas akan ketinggalan jauh di belakang. Tidak
bisa dipungkiri jika kita terus merasa diuntungkan dengan kemajuan teknologi dan juga
perkembangan di era digital seperti sekarang ini yang sangat pesat. Siapa yang bisa maju dan
berkembang dengan cepat maka dialah yang akan menjadi pemenang. Namun, bukan berarti
kita menjadi tidak bisa belajar. Contohnya saja dalam penggunaan E-learning yang beberapa
tahun belakangan ini sudah mulai banyak digunakan dalam berbagai bidang pekerjaan.
E-learning sendiri adalah hasil nyata untuk sebuah kemajuan pada bidang teknologi
yang sangat bermanfaat salah satunya untuk mendukung proses pelatihan tenaga kerja atau
karyawan sebuah perusahaan. E-learning bisa semaksimal mungkin diaplikasikan secara
langsung untuk mengembangkan sumber daya manusia yang dimiliki oleh sebuah perusahaan
yang membutuhkan model pengajaran dalam skala yang cukup besar. Ada beberapa manfaat
dan alasan kenapa sebaiknya memang saat ini perusahaan mulai menggunakan dan
menerapkan E-learning.
• Biaya yang Lebih Murah
Bisa kita katakan bahwa pelatihan dengan memanfaatkan E-learning sangat jauh lebih hemat
dibandingkan dengan metode klasik tatap muka yang selama ini masih banyak digunakan
baik di perusahaan besar maupun kecil. Jika dengan model tatap muka maka perusahaan
masih harus mengeluarkan banyak biaya seperti biaya tempat training, biaya pengajar,
perjalanan dinas, konsumsi, transportasi, dll yang dalam satu kali training saja bisa
menghabiskan biaya hingga puluhan atau bahkan ratusan juta rupiah.
Padahal karyawan pada satu perusahaan jumlahnya bisa sampai ribuan orang. Berapa jadi
total biayanya?
Sedangkan jika menggunakan E-learning maka yang dibutuhkan hanya server atau pusat saja
kemudian semua karyawan bisa mendapatkan materi pada email pribadi pada saat bersamaan
dari berbagai tempat yang berbeda tanpa ada tambahan biaya apapun. Perbedaan ini pasti
akan terlihat sangat mencolok sekali bukan?
• Cara Belajar yang Fleksibel
Dengan penggunaan E-learning maka karyawan bisa belajar tidak hanya pada saat training
saja seperti saat training dengan model konvensional melainkan dari mana saja dan kapan
saja materi pelatihan bisa dibaca, dipelajari tanpa ada batasan tertentu. Secara tidak langsung
karyawan akan belajar secara terus menerus tanpa paksaan. Dan tentu saja dengan cara yang
jauh lebih menarik lagi.
• Pembelajaran Secara Continue
Dalam system E-learning, materi yang dibagikan kepada semua karyawan bisa dibaca
berulang kali baik dalam bentuk dokumen, data atau video sehingga kapan saja dirasa perlu
akan lebih mudah tanpa perlu harus membawa modul pelatihan yang berat kemana pun Anda
pergi. Manfaatkan gadget Anda untuk hal yang seperti ini.
• Pengukuran Hasil yang Akurat
Dalam penggunaan pelatihan dengan E-learning maka karyawan bukannya tanpa tanggung
jawab dan bebas atas kemudahan yang sudah diberikan.
Sebagai salah satu ujian atau syarat kelulusan maka setiap karyawan dalam setiap jabatan
diwajibkan untuk menjawab atau menyelesaikan setiap quiz, soal, test atau ujian yang
diberikan juga melalui materi yang ada. Sistem E-learning sudah memiliki desain yang
lengkap sampai dengan scoring atau penilaian jawaban karyawan yang saat itu juga bisa
langsung mengetahui hasilnya. Dari segi waktu pun lebih efisien dan singkat bukan?
• Jangkauan Tanpa Batas
Dengan system E-learning maka bisa menjangkau siapa saja, dimana saja tanpa terbatas
waktu dan tempat. Dalam memanfaatkan dunia maya jarak dan tempat seolah bukanlah
sebuah hal yang begitu berarti.
Yang Anda butuhkan hanyalah gadget atau computer Anda dan juga koneksi internet
yang baik maka semua pasti akan bisa lebih mudah. Bahkan training dengan menggunakan
video conference pun bisa dilakukan semua cabang perusahaan dalam satu waktu yang
bersamaan. Bisa coba Anda hitung berapa besar penghematan biaya yang bisa dilakukan
dengan memanfaatkan system E-learning ini. Pelatihan tetap berjalan baik namun tanpa perlu
mengeluarkan biaya yang besar.
Dari sekian banyak kemudahan dan kelebihan dalam fasilitas E-learning namun masih
ada rasa malas bagi para karyawan yang mungkin menganggap ini terlalu santai, tidak ada
tekanan sehingga jarang atau bahkan tidak pernah membuka materi yang dikirimkan ke
emailnya. Untuk mengatasi hal ini maka perusahaan perlu memberi pancingan kepada
karyawan sehingga mereka tetap semangat untuk belajar sekalipun memang dibuat dalam
model yang lebih santai dan flexibel. Mungkin perusahaan bisa memberikan reward berupa
insentif tambahan bagi mereka yang rajin menjawab quiz dan semacamnya. Untuk merubah
atau beralih dari masa training konvensional menuju training dengan E-learning dalam era
digital ini memang pasti butuh waktu yang tidak sebentar namun perusahaan dan karyawan di
dalamnya pasti bisa bekerja dan bersaing dengan cepat dan tepat dalam mengikuti
perkembangan yang ada dalam dunia kerjanya sehingga memang waktu yang ada bisa lebih
dimaksimalkan.
Penerapan Konten "E-Learning" pada Perusahaan
Sejak tahun 1970 teknologi informasi dan komunikasi di Negara Indonesia berkembang pesat,
perkembangan tersebut berjalan secara bertahap. Semenjak terbentuknya Departemen
Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) di Indonesia, sangat membantu perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi yang ada di Indonesia menjadi terarah. Pada orde baru
terdapat teknologi informasi dan komunikasi yang baru yaitu internet.
Dalam internet terdapat banyak variasi program atau layanan internet yang sangat membantu
masyarakat dalam hal sarana informasi maupun edukasi. Internet identik dengan media sosial
yang terdapat banyak variasi program di dalamnya salah satunya yaitu konten.
Masyarakat dapat meluangkan ide atau pemikiran dan juga mengekspresikan diri melalui
konten. Dengan adanya konten dapat memberi banyak manfaat bagi masyarakat dalam hal
pendidikan, bisnis, ataupun perusahaan. Misalnya pemanfaatan konten pada perusahaan. Saat
ini perusahaan -- perusahaan sudah mulai memanfaatkan inovasi teknologi komunikasi dan
informasi yaitu konten. Salah satu inovasinya adalah konten e-learning.
E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi
informasi dan komunikasi dalam peroses belajar mengajar. Sedangkan menurut michael
(2013:27), e-learning merupakan pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan
sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran. E-
learning memanfaatkan teknologi sebagai wadahuntuk pengajaran melalui media online.
Konten ini mempunyai sifat mandiri, dikarenakan pembelajaran e-learning akan di posting
melalui media online dan akan tersimpan dalam suatu program yang nantinya dapat diakses
secara mandiri oleh seseorang yang membuka program dari e-learning tersebut.
Indonesia telah menerapkan e-learning untuk proses pembelajaran hal tersebut dikarenakan
banyak manfaat yang terdapat dalam konten ini yaitu e-learning dapat diakses kapan saja dan
dimana saja sehingga seseorang tidak perlu mengeluarkan banyak waktu untuk datang
kesuatu tempat untuk melakukan pembelajaran.
Selain itu e-learning juga sangat berguna bagi suatu perusahaan, hal tersebut diketahui
melalui sebuah survei oleh majalah Forbes di Amerika dan Eropa yang telah mulai
menghimplementasikan sistem manajemen pelatihan berbasis e-learning yang terdapat
banyak manfaat untuk perusahaan yaitu menghemat waktu dan biaya. Perusahaan saat ini
menggunakan e-learning sebagai media training bagi karyawan-karyawannya.
Penerapan e-learning pada suatu perusahaan dinilai sangat menguntungkan dari berbagai sisi
yaitu (anywhere, anytime, anyspace), dengan konten ini perusahaan dapat memberikan
pembelajaran dimana saja, kapan saja, dan diruang manapun selama didukung dengan
keberadaan jaringan internet tentunya. Selain itu perusahaan konten ini sangat membantu
perusahaan besar yang mempunyai banyak cabang, tidak perlu bersusah-payah mendatangi
cabang perusahaan satu-persatun karena e-learning dapat menjangkau semua cabang
perusahaan guna untuk melakukan training untuk karyawan perusahaan.
Selain itu banyak perusahaan di Indonesia yang berharap menggunakan e-learning yang akan
menguntungkan untuk perusahaan misalnya biaya pelatihan yang dikeluarkan perusahaan
dapat menjadi lebih rendah. Biaya rendah disini meliputi biaya transportasi, dengan adanya
teknologi e-learning ini perusahaan tidak perlu jauh-jauh mendatangi lokasi pelatihan, cukup
menggunakan koneksi internet, maka pelatihan sudah bisa dilakukan.
Terdapat syarat penerapan e-learning dalam perusahaan antara lain:
1. Meaningful content
Untuk melakukan penerapan e-learning dalam perusahaan hal yang paling utama harus
diperhatikan adalah mengenai isi konten e-learning yang akan di bagikan. Isi dari e-learning
yang akan di bagikan harus bermanfaat bagi perusahaan ataupun karyawan perusahaan
misalnya mengandung makna tertentu yang berguna untuk proses pembekalan bagi karyawan
perusahaan.
2. Effective learning design
Hal kedua yang harus diperhatikan dalam penerapan e-learning dalam perusahaan adalah
mengenai keefektifan dari isi e-learning tersebut, isi konten e-learning harus efektif sehingga
para karyawan perusahaan yang mengakses dapat mudah menerima pembelajaran dengan
baik dan juga sesuai dengan tujuan perusahaan.
3. Technology that works
Hal ketiga yang harus diperhatikan yaitu mengenai ketepatan isi dari e-learning yang akan
disampaikan. Yang dimaksud ketepatan disini adalah e-learning harus disajikan dengan tepat,
sehingga pembelajaran dapat bekerja dengan optimal, selain itu karyawan perusahaan juga
alan mendapatkan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan dan karyawan juga mendapatkan
pengalaman pembelajaran melalui ketepatan isi e-learning yang disampaikan.
Proses pembuatan e-learning dalam perusahaan
Pembuatan konten e-learning dalam suatu perusahaan terdapat 2 metode yaitu pembuatan e-
learning yang berupa modul dan juga pembuatan web berupa learning management system
(LSM). Learning management system merupakan layanan berupa webside yang bisa diakses
oleh user (pengguna) yang telah dibuat.
Melalui LSM dapat terlihat berupa laporan bagi siapa saja yang telah mengakses e-learning
dan juga akan memberikan peringatan bagi orang yang belum membuka e-learning tersebut.
dalam proses pembuatan e-learning dalam perusahaan terdapat beberapa pihak yang terlibat
dalam proses pelatihan atau penggunaan e-learning diantanya yaitu user, subject matter
expert, tim developer.
Masing -- masing pihak tersebut mempunyai tugas tersendiri dalam mengelola e-learning.
User berarti orang yang dapat mengakses portal e-learning yang telah dibuat. Terdapat
beberapa tingkatan user yaitu moodle, seperti admin utama, manager, pemateri, karyawan
perusahaan. Subect matter expert adalah pengampu materi yang menguasai materi yang
nantinya akan dibuat sebuah pembelajaran dalam e-leraning.
Biasanya subject matter expert dijalankan oleh pihak perusahaan yang mengetahui segala hal
dari sebuah pembelajaran yang akan disampaikana dalam e-learning tersebut, subject matter
expert biasa disebut sebagai pemateri utama dalam e-learning. Sedangkan tim developer
merupakan pihak yang menyusun materi menjadi sebuah skenario pembelajaran, tim
developer juga bertanggung jawab mengubah sebuah materi pembelajaran tertulis menjadi
lebih menarik dan lebih hidup dengan cara menambahkan grafik, audio visual, ataupun
animasi dalam isi e-learning.
Terdapat beberapa keuntungan penerapan e-learning dalam perusahaan diantaranya adalah
sebagai berikut:
Keuntungan penerapan e-learning bagi perusahaan dalam hal melakukan training (pelatihan):
1. Fleksibel
Penerapan e-learning dalam perusahaan akan memberikan fleksibelitas yaitu e-leraning akan
lebih bersifat efisien dalam mengatur waktu pembelajaran. Proses training perusahaan dapat
dilakukan kapan saja dan dimana saja tanpa menghabiskan banyak waktu.
2. Mandiri
Penerapan e-learning dalam perusahaan bersifat mandiri. Materi pembelajaran dapat diakses
melalui komputer, laptop, smartphone dengan menggunakan jaringan koneksi internet.
Dengan begitu karyawan perusahaan dapat mengakses pembelajaran e-learning secara
mandiri, belajar dengan kemauan sendiri dan karyawan dapat menentukan waktu yang tepat
baginya untuk melakukan pembelajaran, hal itulah yang membedakan antara penerapan
pembelajaran e-learning dengan proses belajar yang bersifat konvensional. selain itu
karyawan akan bisa lebih fokus menerima pembekalan atau pembelajaran dari perusahaan.
3. Hemat Biaya Pengeluaran
Penerapan e-learning dalam perusahaan akan membantu meringankan biaya training.
4. Pembelajaran Secara Continue
Dengan menerapkan e-learning dalam perusahaan maka materi yang dibagikan kepada
karyawan dapat dipelajari atau dibaca berulang-kali dalam bentuk data,video, audio visual
dan lain sebagainya.
5. Jangkauan Yang Luas
E-learning dapat menjangkau siapa saja dan seberapa jauh jaraknya dengan begitu akan
sangat menguntungkan perusahaan dalam proses training karyawan.
6. Penyebaran Pembelajaran Sangat Cepat
Pembelajaran melalui media sosial e-learning bersifat cepat, sehingga karyawan dapat
mengakses materi pembelajaran dengan segera.
Beberapa Perusahaan Yang Telah Menerapkan E-learning:
Tercatat beberapa perusahaan telah menerapkan e-learning dan hasilnya cukup memuaskan
dilihat dari sisi keuntungan yang diperoleh perusahaan dengan menggunakan e-learning. Data
menunjukkan beberapa perusahaan seperti Aetna bisa menghemat biaya pengeluaran
dibandingkan jika mereka menerapkan pembelajaran konvensional.
Dari hal tersebut telah banyak perusahaan yang mencoba membandingkan antara
pembelajaran melalui metode konvensional dengan penerapan e-learning. J.D fletcher Study
juga menyebutkan bahwa pembelajaran melalui metode e-learning secara besar dapat lebih
meningkatkan pemahaman dan penerapan materi yang disampaikan dibandingkan dengan
metode pembelajaran konvensional.
Selain itu terdapat juga perusahaan perbankan yang telah menerapkan e-learning yaitu Bank
Mandiri. Perusahaan Bank Mandiri telah menerapkan proses pembelajaran melalui e-learning
yang dimana pembelajaran dapat dilakukan pada jarak jauh dan juga dapat diakses seluruh
karyawan Bank Mandiri diseluruh cabang di Indonesia.
Menurut Chief Executive Officer (CEO) Bank Mandiri keuntungan yang diperoleh dalam
menerapkan pembelajaran menggunakan e-learning adalah untuk meminimalisir biaya yang
dikeluarkan guna untuk pembelajaran atau pelatihan bagi karyawan Bank yang jumlahnya
tidak sedikit, selain itu penerapan pembelajaran e-learning bersifat sangat cepat sehingga para
karyawan dapat langsung mengakses materi pembelajaran yang telah di kirim melalui e-
learning tersebut.
Penerapan metode e-learning pada perusahaan yang telah disusun dengan baik maka akan
menghasilkan keuntungan tersendiri untuk perusahaan, hal tersebut dikarenakan metode
pembelajaran menggunakan e-learning dapat meningkatkan skill karyawan yang sangat
dibutuhkan oleh perusahaan. Selain itu keuntungan pembelajaran menggunakan metode e-
learning adalah perusahaan dapat memastikan bahwa dokumentasi pembelajaran yang
diberikan kepada karyawan dapat disimpan dengan sistematis dan terinci.
Hambatan Dan Tantangan Bagi Perusahaan Dalam Memanfaatkan E-Learning
Beberapa kendala yang mesti menjadi bahan pertimbangan dalam menerapkan teknologi web
base learning adalah :
1. Faktor waktu pengembanganRancangan dan pengembangan web base learning
memerlukan waktu yang relatif lama. Hal ini terkait dengan rancangan website pembelajaran,
rancangan modul atau bahan ajar, bahan latihan dan bahan ujian dari dosen matakuliah.
2. Faktor BiayaBiaya implementasi terkait dengan biaya akses internet secara bulanan, biaya
produksi awal yang relative besar seperti pengadaan peralatan (Komputer, jaringan
telp/ADSL, peralatan jaringan lokal, dll). Faktor biaya akan menjadi ringan jika sarana dan
prasaran pendukung telah tersedia, sehingga focus factor biaya hanya terletak pada biaya
akses internet dan biaya perancangan website.
3. Faktor ManusiaKualitas SDM merupakan masalah klasik yang selalu “menghantui” di
PTAI, terutama dibidang Teknologi Informasi. Bahkan sampai saat ini ada anggapan dari
beberapa dosen di PTAI bahwa internet adalah “pusat dosa dan nista”. Sebuah ungkapan
yang sangat naïf sekali untuk menutupi kekurangan diri. Masih kurangnya minat dan
perhatian unsur akademik seperti dosen, pimpinan dan mahasiswa pada PTAI menambah
panjang factor tantangan dalam penerapan web base learning di PTAI.
Beberapa solusi alternatif yang dapat menjadi pertimbangan dalam mengatasi masalah
penerapan web base learning ini, diantaranya :
1. Untuk tahap awal hanya dirancang khusus web base learning yang sesuai dengan
kebutuhan. Artinya hanya beberapa matakuliah yang dianggap telah siap untuk dimuat dalam
websitelearning.
2. Alokasi dana khusus merupakan langkah yang paling tepat untuk mengatasi masalah
pendanaan. Kondisi ini atau masalah kekurangan biaya tidak menjadikan
pengimplementasian web base learning tertunda, karena kebanyakan PTAI saat ini telah
memiliki website akademik mandiri dan begitu juga dengan jaringan akses internet, sehingga
dengan kondisi yang setidaknya PTAI sudah mampu membuat sebuah prototype
pembelajaranberbasisweb.
3. Pengaruh mobilitas informasi menjadikan tantangan tersendiri bagi mahasiswa dan dosen
untuk mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi terutama teknologi informasi. Kondisi ini
menjadikan mahasiswa dan dosen untuk berusaha memicu diri untuk memanfaatkan fasilitas
teknologi dalam mengimbangi mobilitas informasi tersebut. Disamping hal tersebut,
pelatihan, sosialisai yang intensif dan terjadwal merupakan langkah yang tepat untuk
mengtasi permasalah kualitas sumber daya manusia.
FiturE-learning
E-learningmemilikifitur-fitursebagaiberikut(Clark & Mayer, 2008, p. 10):
ü Konten yang relevan dengan tujuan belajar.
ü Menggunakan metode instruksional seperti;contoh dan praktek untuk membantu belajar.
ü Menggunakan elemen media seperti;kalimat dan gambar untuk mendistribusikan konten
dan metode belajar.
ü Pembelajaran dapat secara langsung dengan instruktur ataupun belajar secara individu
ü Membangun wawasan dan teknik baru yang dihubungkan dengan tujuan belajar.
Elemen E-learning
Definisi e-learning memiliki beberapa elemen tentang apa, bagaimana, dan mengapadari e-
learning(Clark & Mayer, 2008, p. 10):
1) Apa.E-learning memasukkan baik konten, yaitu informasi, dan metode instruksional,
yang mana teknik, untukmembantu orang mempelajari konten belajar.
2) Bagaimana.E-learning didistribusikan melalui komputer dalam bentuk kalimat dan
gambar. Pendistribusiannya dapat dalam bentuk gambaryang didesain untuk belajar secara
individu dan dalam media videoyang didesain dengan bimbingan dari instruktur secara
langsung.
3) Mengapa.E-learning ditujukan untuk membantu pelajar mencapai tujuan belajarnya
atau melakukan pekerjaannya.
Aspek Penting dalam E-learning
1. E-learning menciptakan solusi belajar formal dan informal.
Salah satu kesalahan berpikir tentang e-learningadalahe-learning hanya menciptakan sistem
belajar secara formal, seperti dalam bentuk kursus. Namun faktanya adalahsaat ini 80%
pembelajaran didapat secara informal. Banyak orang saat beraktivitas sehari-hari dan
menghadapi suatu masalah membutuhkan solusi secepatnya. Dalam hal ini, e-
learning haruslah memiliki karakteristik berikut:
· just in time –tersedia untuk pengguna ketika mereka membutuhkannya untuk
menyelesaikan tugasnya.
· on-demand– tersediasetiapsaat.
· bite-sized– tersedia dalam ukuran yang kecil agar dapat digunakan secara cepat.
2. Elearning menyediakan akses keberbagai macam sumber pembelajaran baik itu konten
ataupun manusia.
Kesalahan lainnya dalam berpikir tentang elearning bahwa elearning hanya membuat konten
aja. Sebenarnyaelearning adalah sebuah aktivitass osial. Elearning menyediakan pengalama
belajaryangkuat melalui komunitasonline pengguna e-learning.
Karena manusia adalah makhluk sosial,jadi ada banyak kesempatan untukberkomunikasi,
berkolaborasi, dan berbagi ilmuan antara sesame pengguna e-learning.
3. E-learning mendukung sekelompok orang atau grup untuk belajar bersama.
E-learningbukan aktivitas individu saja, tetapi juga mendukung sekelompok orang atau grup
untuk belajar bersama, baik untuk berkomunikasi, berkolaborasi, berbagi ilmu, dan
membentuk sebuah komunitas online yang dapat dilakukan secara langsung (synchronous)
atau tidak langsung (asynchronous).
4. E-learning membawa pembelajaran kepada pelajar bukan pelajar ke pembelajaran.
Bentuk pembelajaran tradisional bahwa pelajar harus pergi keluar untuk
mencari pembelajaran mereka sendiri.Sedangkan Model e-learning disebut juga Pull Model
of Learning
Teknologi Pendukung E-Learning
Dalam prakteknya e-learning memerlukan bantuan teknologi. Karena itu dikenal
istilah:
1. computer based learning (CBL) yaitu pembelajaran yang sepenuhnya menggunakan
komputer;
2. computer assisted learning (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan alat bantu
utama komputer.
Teknologi pembelajaran terus berkembang. Namun pada prinsipnya teknologi tersebut dapat
dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
a. Technology based learning
b. Technology based web-learning
Technology based learning ini pada prinsipnya terdiri dari Audio Information Technologies
(radio, audio tape, voice mail telephone) dan Video Information Technologies (video tape,
video text, video messaging). Sedangkan technology based web-learning pada dasarnya
adalah Data Information Technologies (bulletin board, Internet, e-mail, tele-collaboration)
Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari, yang sering dijumpai adalah kombinasi
dari teknologi yang dituliskan di atas (audio/data, video/data, audio/video). Teknologi ini
juga sering di pakai pada pendidikan jarak jauh (distance education), dimasudkan agar
komunikasi antara murid dan guru bisa terjadi dengan keunggulan teknologi e-learning ini.
Di antara banyak fasilitas internet, menurut Onno W. Purbo (1997), “ada lima aplikasi
standar internet yang dapat digunakan untuk keperluan pendidikan, yaitu e-mail, Mailing List
(milis), News group, File Transfer Protocol (FTC), dan World Wide Web (WWW)”. Secara
lebih rinci Rosenberg (2001) mengkatagorikan tiga kriteria dasar yang ada dalam e-
learning, yaitu:
1. e-learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat
menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran
dan informasi. Persyaratan ini sangatlah penting dalam e-learning, sehingga
Rosenberg menyebutnya sebagai persyaratan absolut.
2. e-learning dikirimkan kepada pengguna melalui komputer dengan menggunakan
standar teknologi internet. CD ROM, Web TV, Web Cell Phones, pagers, dan alat
bantu digital personal lainnya walaupun bisa menyiapkan pesan pembelajaran tetapi
tidak bisa digolongkan sebagai e-learning.
3. e-learning terfokus pada pandangan pembelajaran yang paling luas, solusi
pembelajaran yang menggungguli paradikma tradisional dalam pelatihan.
Ada beberapa alternatif paradigma pendidikan melalui internet ini yang salah satunya
adalah system “dot.com educational system” (Kardiawarman, 2000). Paradigma ini dapat
mengitegrasikan beberapa system seperti; (1) paradigma virtual teacher resources, yang dapat
mengatasi terbatasnya jumlah guru yang berkualitas, sehingga siswa tidak haus secara
intensif memerlukan dukungan guru, karena peranan guru maya (virtual teacher) dan
sebagian besar diambil alih oleh system belajar tersebut. (2) virtual school system, yang dapat
membuka peluang menyelenggarakan pendidikan dasar, menengah dan tinggi yang tidak
memerlukan ruang dan waktu. Keunggulan paradigma ini daya tampung siswa tak terbatas.
Siswa dapat melakukan kegiatan belajar kapan saja, dimana saja, dan darimana saja. (3)
paradigma cyber educational resources system, atau dot com leraning resources system.
Merupakan pedukung kedua paradigma di atas, dalam membantu akses terhadap artikel atau
jurnal elektronik yang tersedia secara bebas dan gratis dalam internet.
Untuk dapat menghasilkan e-learning yang menarik dan diminati, Onno W. Purbo
(2002) mensyaratkan tiga hal yang wajib dipenuhi dalam merancang e-learning, yaitu
“sederhana, personal, dan cepat”. Sistem yang sederhana akan memudahkan peserta didik
dalam memanfaatkan teknologi dan menu yang ada , dengan kemudahan pada panel yang
disediakan, akan mengurangi pengenalan sistem e-learning itu sendiri, sehingga waktu belajar
peserta dapat diefisienkan untuk proses belajar itu sendiri dan bukan pada belajar
menggunakan sistem e-learning-nya.
Syarat personal berarti pengajar dapat berinteraksi dengan baik seperti layaknya
seorang guru yang berkomunikasi dengan murid di depan kelas. Dengan pendekatan dan
interaksi yang lebih personal, peserta didik diperhatikan kemajuannya, serta dibantu segala
persoalan yang dihadapinya. Hal ini akan membuat peserta didik betah berlama-lama di
depan layar komputernya
Kemudian layanan ini ditunjang dengan kecepatan, respon yang cepat terhadap
keluhan dan kebutuhan peserta didik lainnya. Dengan demikian perbaikan pembelajaran
dapat dilakukan secepat mungkin oleh pengajar atau pengelola. Untuk meningkatkan daya
tarik belajar, Onno W. Purbo menambahkan perlunya menggunakan teori games. Teori ini
dikemukakan setelah diadakan sebuah pengamatan terhadap perilaku para penggemar games
komputer yang berkembang sangat pesat. Bermain games komputer sangatlah mengasyikan.
Para pemain akan dibuat hanyut dengan karakter yang dimainkannya lewat komputer tersebut.
Bahkan mampu duduk berjam-jam dan memainkan permainan tersebut dengan senang hati.
Pengembangan Model
Pendapat Haughey (1998) tentang pengembangan e-learning. Menurutnya ada tiga
kemungkinan dalam pengembangan sistem pembelajaran berbasis internet, yaitu web course,
web centric course, dan web enhanced course”.
Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pendidikan, yang mana peserta
didik dan pengajar sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka.
Seluruh bahan ajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, ujian, dan kegiatan pembelajaran
lainnya sepenuhnya disampaikan melalui internet. Dengan kata lain model ini menggunakan
sistem jarak jauh.
Web centric course adalah penggunaan internet yang memadukan antara belajar jarak jauh
dan tatap muka (konvensional). Sebagian materi disampikan melalui internet, dan sebagian
lagi melalui tatap muka. Fungsinya saling melengkapi. Dalam model ini pengajar bisa
memberikan petunjuk pada siswa untuk mempelajari materi pelajaran melalui web yang telah
dibuatnya. Siswa juga diberikan arahan untuk mencari sumber lain dari situs-situs yang
relevan. Dalam tatap muka, peserta didik dan pengajar lebih banyak diskusi tentang temuan
materi yang telah dipelajari melalui internet tersebut.
Model web enhanced course adalah pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan
kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas. Fungsi internet adalah untuk memberikan
pengayaan dan komunikasi antara peserta didik dengan pengajar, sesama peserta didik,
anggota kelompok, atau peserta didik dengan nara sumber lain. Oleh karena itu peran
pengajar dalam hal ini dituntut untuk menguasai teknik mencari informasi di internet,
membimbing mahasiswa mencari dan menemukan situs-situs yang relevan dengan bahan
pembelajaran, menyajikan materi melalui web yang menarik dan diminati, melayani
bimbingan dan komunikasi melalui internet, dan kecakapan lain yang diperlukan.
Manajemen Situs Elearning (Romi Satria Wahono,2003)
1. Melakukan Survey, Menyusun Agenda Umum, Rencana ke Depan, dan Mulai Mengelola
Situs eLearning.
Menyusun Agenda umum dan grand design ke depan. Lakukan pendataan dan analisa
matang terhadap “bidang apa” yang akan dikerjakan, “siapa pengguna”, “siapa penulis”, dan
“rencana jangka pendek dan panjang”. Melakukan survey terhadap komunitas yang sama
bidangnya dengan bidang yang akan dibuat Kemudian buatlah prototipe dan mulai lakukan
pendesainan awal situs.
o Apakah secara teknis dapat dilaksanakan (technically feasible). Misalnya
apakah jaringan Internet bisa dipasang, apakah infrastruktur pendukungnya,
seperti telepon, listrik, komputer, tersedia, apakah ada tenaga teknis yang bisa
mengoperasikannya tersedia
o Apakah secara ekonomis menguntungkan (economically profitable); misalnya
apakah dengan e-learning kegiatan yang dilakukan menguntungkan atau
apakah retrun on investment (ROI)-nya lebih besar dari satu.
o Apakah secara sosial penggunaan e-learning tersebut diterima oleh masyarakat
(socially acceptable).
2. Rancangan Instruksional
Dalam menentukan rancangan instruksional ini perlu dipertimbangkan aspek-aspek
(Soekartawi, et al, 1999; Yusup Hashim and Razmah, 2001):
o Course content and learning unit analysis, seperti isi pelajaran, cakupan, topik
yang relevan dan satuan kredit semester.
o Learner analysis, seperti latar belakang pendidikan siswa, usia, seks, status
pekerjaan, dsb-nya.
o Learning context analysis, seperti kompetisi pembelajaran apa yang
diinginkan hendaknya dibahas secara mendalam di bagian ini.
o Instructional analysis, seperti bahan ajar apa yang dikelompokan menurut
kepentingannya, menyusun tugas-tugas dari yang mudah hingga yang sulit,
dsb-nya.
o State instructional objectives. Tujuan instruksional ini dapat disusun
berdasarkan hasil dari analisis instruksional.
o Construct criterion test items. Penyusunan test ini dapat didasarkan dari tujuan
instruksional yang telah ditetapkan.
o Select instructional strategy. Strategi instruksional dapat ditetapkan
berdasarkan fasilitas yang ada.
3 Tahap Pengembangan
Pengembangan e-learning bisa dilakukan dengan mengikuti perkembangan fasilitas ICT
yang tersedia, karena kadang-kadang fasilitas ICT tidak dilengkapi dalam waktu yang
bersamaan. Begitu pula halnya dengan prototype bahan ajar dan rancangan instruksional yang
akan dipergunakan terus dikembangkan dan dievaluasi secara kontinue.
4. Pelaksanaan
Prototype yang lengkap bisa dipindahkan ke komputer (LAN) dengan menggunakan format
tertentu misalnya format HTML. Uji terhadap prototype hendaknya terus menerus dilakukan.
Dalam tahapan ini seringkali ditemukan berbagai hambatan, misalnya bagaimana
menggunakan management course tool secara baik, apakah bahan ajarnya benar-benar
memenuhi standar bahan ajar mandiri (Jatmiko, 1997).
5. Evaluasi
Sebelum program dimulai, lebih baik dicobakan dengan mengambil beberapa sampel orang
yang dimintai tolong untuk ikut mengevaluasi.
Masalah-masalah yang sering dihadapi sebagai berikut:
o Masalah akses untuk bisa melaksanakan e-learning seperti ketersediaan
jaringan internet, listrik, telepon dan infrastruktur yang lain.
o Masalah ketersediaan software.
o Masalah dampaknya terhadap kurikulum yang ada.
o Masalah skill and knowledge.
o Attitude terhadap ICT
DAFTAR PUSTAKA
Putra, Yananto Mihadi. (2018). Modul Kuliah Sistem Informasi Manajemen:
Pengenalan Model Pembelajaran eLearning. FEB - Universitas Mercu Buana: Jakarta.
https://edubisnis.net/manfaat-dan-the-power-of-e-learning-dalam-pelatihan-karyawan/
http://makalahkomputerfitri.blogspot.com/2013/06/makalah.html
https://www.kompasiana.com/kiki28621/5b4dfbc05a676f57431b00c2/penerapan-konten-e-
learning-pada-perusahaan?page=all
http://kangdumadi.blogspot.com/2013/01/hambatan-pemanfaatan-e-learning.html

More Related Content

PDF
Dampak Pemanfaatan Sistem E-learning Pada PT. Kereta Api Indonesia Untuk Men...
DOCX
Tugas sim an'nida fatra yananto mihadi putra, se, m.si pengenalan e learning ...
DOCX
Tugas sim, istianah indrayani , yananto mihadi putra se m.si, pengenalan e le...
DOCX
Tugas sim, anis haerunisa, yananto mihadi putra,se,m.si, konsep e learning, 2018
DOCX
TUGAS SIM, AKBAR NURHISYAM , Yananto Mihadi P., S.E., M.Si., CMA.,Konsep E-Le...
DOCX
Tik e learning
DOCX
Dampak Pemanfaatan Sistem E-Learning Pada Siloam Hospitals Kebon Jeruk Untuk ...
PDF
Aplikasi E Learning
Dampak Pemanfaatan Sistem E-learning Pada PT. Kereta Api Indonesia Untuk Men...
Tugas sim an'nida fatra yananto mihadi putra, se, m.si pengenalan e learning ...
Tugas sim, istianah indrayani , yananto mihadi putra se m.si, pengenalan e le...
Tugas sim, anis haerunisa, yananto mihadi putra,se,m.si, konsep e learning, 2018
TUGAS SIM, AKBAR NURHISYAM , Yananto Mihadi P., S.E., M.Si., CMA.,Konsep E-Le...
Tik e learning
Dampak Pemanfaatan Sistem E-Learning Pada Siloam Hospitals Kebon Jeruk Untuk ...
Aplikasi E Learning

What's hot (20)

PDF
Peranan pembelajaran elektronik
PDF
Tugas sistem informasi manajemen feliks 43218110078 (14)
DOCX
Tugas sistem informasi manajemen dampak pemanfaatan sistem e learning pada pt...
PPTX
Ppt Pengantar Pembelajaran Berbasis IT
DOCX
Jurnal jacka aditama 5215083403
DOC
Inovasi teknologi pembelajaran
PDF
Tujuan e learning
DOCX
Jurnal jacka aditama 5215083403
PDF
Sim, nurfanida putri hikmalia, hapzi ali, e learning, universitas mercu buana...
DOCX
SIM, Khusrul Kurniawan, Prof. Dr. Hapzi Ali, E-learning, Universitas Mercu Bu...
DOCX
Jurnal jacka aditama 5215083403
DOCX
Jurnal jacka aditama 5215083403
DOCX
Perkembangan e learning di malaysia
DOCX
TUGAS SIM, MARINI KHALISHAH KHANSA, YANANTO MIHADI PUTRA, SE, M.Si, PENGENALA...
DOC
324160 tugas sim, achmat nurfauzi, yananto mihadi putra, se, m.si., pengen
PDF
SIM, Dwi Yuliyanah, Hapzi Ali, Pengenalan E-Learning, Universitas Mercu Buan...
PDF
Dampak pemanfaatan e learning pada perusahaan dikonversi
DOC
Tugas SIM, Septian Dwi Noorcahyo, Yananto Mihadi Putra, SE, M.Si., Pengenalan...
DOC
Tugas sim, rama nurrajib, yananto mihadi putra, se, m.si., pengenalan e learn...
DOCX
tugas sim
Peranan pembelajaran elektronik
Tugas sistem informasi manajemen feliks 43218110078 (14)
Tugas sistem informasi manajemen dampak pemanfaatan sistem e learning pada pt...
Ppt Pengantar Pembelajaran Berbasis IT
Jurnal jacka aditama 5215083403
Inovasi teknologi pembelajaran
Tujuan e learning
Jurnal jacka aditama 5215083403
Sim, nurfanida putri hikmalia, hapzi ali, e learning, universitas mercu buana...
SIM, Khusrul Kurniawan, Prof. Dr. Hapzi Ali, E-learning, Universitas Mercu Bu...
Jurnal jacka aditama 5215083403
Jurnal jacka aditama 5215083403
Perkembangan e learning di malaysia
TUGAS SIM, MARINI KHALISHAH KHANSA, YANANTO MIHADI PUTRA, SE, M.Si, PENGENALA...
324160 tugas sim, achmat nurfauzi, yananto mihadi putra, se, m.si., pengen
SIM, Dwi Yuliyanah, Hapzi Ali, Pengenalan E-Learning, Universitas Mercu Buan...
Dampak pemanfaatan e learning pada perusahaan dikonversi
Tugas SIM, Septian Dwi Noorcahyo, Yananto Mihadi Putra, SE, M.Si., Pengenalan...
Tugas sim, rama nurrajib, yananto mihadi putra, se, m.si., pengenalan e learn...
tugas sim
Ad

Similar to TUGAS SIM, EVI YULIANA SARI, YANANTO MIHADI PUTRA, SE, M. Si, PENGENALAN ELEARNING, 2018 (19)

PDF
TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN: DAMPAK PEMANFAATAN SISTEM E-LEARNING PADA ...
DOCX
Jurnal Metodologi Penelitian
DOCX
Tugas sim dwi ariyan
DOCX
MAKALAH MODEL-MODEL PEMBELAJARANn.docx
PDF
sim. Hapzi Ali, Ricky Setiawan, , 43116110348, E learning
DOCX
DOCX
Tugas sim, widya ayunda putri, yananto mihadi putra, pengenalan e learning, 2018
DOCX
Blended learning
PDF
AKL 1 Presentasi MENGENAI PEMBELAJARAN .pdf
PDF
SIM 14, Afifah Luthfiah, Hapzi Ali, E-LEARNING, Univ. Mercubuana, 2018
PDF
Sim 14. listiyono, prof. dr. ir. hapzi ali, mm, cma, informasi dalam pelaksan...
PDF
Makalah Media Pembelajaran Berbasis Komputer - Munggarani
PDF
Indah herlina, hapzi ali, e learning dan manfaat sistem pembelajaran e-learni...
PDF
Sim, suryo pranoto, prof. dr hapzi ali, mm, cma, pengenalan e learning, unive...
PDF
Sim, mirantidewiputri,prof. dr. hapzi ali,mm,cma, pengenalan e learning,unive...
DOCX
Modul media pembelajaran berbasis komputer
PDF
Sim, saeful akhyar,prof.dr.hapzi ali,mm,cma,pengenalan e learning, universita...
DOCX
TUGAS SIM, LISANIAH AMINI LISA'ILINA, YANANTO MIHADI PUTRA, PENGENALAN E-LEAR...
PDF
Media embelajaran berbasis komputer
TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN: DAMPAK PEMANFAATAN SISTEM E-LEARNING PADA ...
Jurnal Metodologi Penelitian
Tugas sim dwi ariyan
MAKALAH MODEL-MODEL PEMBELAJARANn.docx
sim. Hapzi Ali, Ricky Setiawan, , 43116110348, E learning
Tugas sim, widya ayunda putri, yananto mihadi putra, pengenalan e learning, 2018
Blended learning
AKL 1 Presentasi MENGENAI PEMBELAJARAN .pdf
SIM 14, Afifah Luthfiah, Hapzi Ali, E-LEARNING, Univ. Mercubuana, 2018
Sim 14. listiyono, prof. dr. ir. hapzi ali, mm, cma, informasi dalam pelaksan...
Makalah Media Pembelajaran Berbasis Komputer - Munggarani
Indah herlina, hapzi ali, e learning dan manfaat sistem pembelajaran e-learni...
Sim, suryo pranoto, prof. dr hapzi ali, mm, cma, pengenalan e learning, unive...
Sim, mirantidewiputri,prof. dr. hapzi ali,mm,cma, pengenalan e learning,unive...
Modul media pembelajaran berbasis komputer
Sim, saeful akhyar,prof.dr.hapzi ali,mm,cma,pengenalan e learning, universita...
TUGAS SIM, LISANIAH AMINI LISA'ILINA, YANANTO MIHADI PUTRA, PENGENALAN E-LEAR...
Media embelajaran berbasis komputer
Ad

More from ArifPrasetyo19 (17)

DOCX
TUGAS SIM, EVI YULIANA SARI, YANANTO MIHADI PUTRA, SE, M. Si, KONSEP BLOG DAN...
DOCX
TTUGAS SIM, EVI YULIANA SARI, YANANTO MIHADI PUTRA, SE, M. Si, Telekomunikasi...
DOCX
TUGAS SIM, EVI YULIANA SARI, YANANTO MIHADI PUTRA, SE, M. Si, SISTEM PENGAMBI...
DOCX
TUGAS SIM, EVI YULIANA SARI, YANANTO MIHADI PUTRA, SE, M. Si, IMPLIKASI ETIS ...
DOCX
TUGAS SIM, EVI YULIANA SARI, YANANTO MIHADI PUTRA, SE, M. Si, KEAMANAN INFORM...
DOCX
TUGAS SIM, EVI YULIANA SARI, YANANTO MIHADI PUTRA, SE, M. Si, SISTEM MANAJEME...
DOCX
5. TUGAS SIM, EVI YULIANA SARI, YANANTO MIHADI PUTRA, SE, M. Si, SUMBER DAYA ...
DOCX
TUGAS SIM, EVI YULIANA SARI, YANANTO MIHADI PUTRA, SE, M. SI, PENGEMBANGAN SI...
DOCX
TUGAS SIM, EVI YULIANA SARI, YANANTO MIHADI PUTRA, SE, M. Si, SISTEM NFORMASI...
DOCX
Tugas SIM, Evi Yuliana Sari, Yananto Mihadi Putra, Se, M.Si , Pengantar Siste...
PDF
13. Usaha, Evi Yuliana Sari, Hapzi Ali, Manajemen Keuangan, Universitas Mercu...
PDF
12. Usaha, Evi Yuliana Sari, Hapzi Ali, Manajemen Pemasaran, Universitas Merc...
PDF
7. Usaha, Evi Yuliana Sari, Hapzi Ali, Proposal Usaha, Universitas Mercu Buan...
PDF
6. Usaha, Evi Yuliana Sari, Hapzi Ali, Komunikasi dan Mengetahui Model Kepemi...
PDF
5. Usaha, Evi Yuliana Sari, Hapzi Ali, Model Bisnis Konvensional, Waralaba da...
PDF
3. Usaha, Evi Yuliana Sari, Hapzi Ali, Mengubah Pola Fikir dan Motivasi Berpr...
PDF
1. Usaha, Evi Yuliana Sari, Hapzi Ali, Kewirausahan, Universitas Mercu Buana,...
TUGAS SIM, EVI YULIANA SARI, YANANTO MIHADI PUTRA, SE, M. Si, KONSEP BLOG DAN...
TTUGAS SIM, EVI YULIANA SARI, YANANTO MIHADI PUTRA, SE, M. Si, Telekomunikasi...
TUGAS SIM, EVI YULIANA SARI, YANANTO MIHADI PUTRA, SE, M. Si, SISTEM PENGAMBI...
TUGAS SIM, EVI YULIANA SARI, YANANTO MIHADI PUTRA, SE, M. Si, IMPLIKASI ETIS ...
TUGAS SIM, EVI YULIANA SARI, YANANTO MIHADI PUTRA, SE, M. Si, KEAMANAN INFORM...
TUGAS SIM, EVI YULIANA SARI, YANANTO MIHADI PUTRA, SE, M. Si, SISTEM MANAJEME...
5. TUGAS SIM, EVI YULIANA SARI, YANANTO MIHADI PUTRA, SE, M. Si, SUMBER DAYA ...
TUGAS SIM, EVI YULIANA SARI, YANANTO MIHADI PUTRA, SE, M. SI, PENGEMBANGAN SI...
TUGAS SIM, EVI YULIANA SARI, YANANTO MIHADI PUTRA, SE, M. Si, SISTEM NFORMASI...
Tugas SIM, Evi Yuliana Sari, Yananto Mihadi Putra, Se, M.Si , Pengantar Siste...
13. Usaha, Evi Yuliana Sari, Hapzi Ali, Manajemen Keuangan, Universitas Mercu...
12. Usaha, Evi Yuliana Sari, Hapzi Ali, Manajemen Pemasaran, Universitas Merc...
7. Usaha, Evi Yuliana Sari, Hapzi Ali, Proposal Usaha, Universitas Mercu Buan...
6. Usaha, Evi Yuliana Sari, Hapzi Ali, Komunikasi dan Mengetahui Model Kepemi...
5. Usaha, Evi Yuliana Sari, Hapzi Ali, Model Bisnis Konvensional, Waralaba da...
3. Usaha, Evi Yuliana Sari, Hapzi Ali, Mengubah Pola Fikir dan Motivasi Berpr...
1. Usaha, Evi Yuliana Sari, Hapzi Ali, Kewirausahan, Universitas Mercu Buana,...

Recently uploaded (20)

PDF
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
PPTX
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
PPTX
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
PDF
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
PPTX
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
PDF
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
PDF
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
DOCX
Download Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta ( KBC ) Bahasa Arab Kelas 10 Ter...
PPTX
1 - Hubungan Pancasila UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bhinneka Tun...
PPTX
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
PPTX
Pembelajaran Mendalam sekolah kepala sekolah
DOCX
Daftar Judul Paper Artificial Intelligence in Information System
PPTX
Kokurikuler dalam Pembelajaran Mendalam atau Deep Leaning
PPTX
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
PDF
Buku Teks KSSM Sains Sukan Tingkatan Empat
PPTX
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
PDF
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
PDF
Panduan Praktikum Administrasi Sistem Jaringan Edisi 3 (Proxmox VE 9.0).pdf
PPT
Tugas Modul 1.Konsep Pola Pikir Bertumbuh.ppt
PPTX
Power Point Materi Tanda Baca Kelas III SD
Aminullah Assagaf_Ch3&4_Statistik Ekonometrika_PLS SPSS.pdf
Ikrar Pamong dan Panca Prasetya KORPRI dan JUga Ikrar Bela Negara
EFS (Modern Filing and Document Management)_Training *Effective E-Filing & Do...
MRT Tangguh, Indonesia Maju: Mewujudkan Transportasi Publik yang Aman, Nyaman...
Desain ojt 1 koding dan kecerdasan artificial .pptx
Faktor-Faktor Pergeseran dari Pemasaran Konvensional ke Pemasaran Modern
Modul Ajar Deep Learning Seni Rupa Kelas 6 Kurikulum Merdeka
Download Modul Ajar Kurikulum Berbasis Cinta ( KBC ) Bahasa Arab Kelas 10 Ter...
1 - Hubungan Pancasila UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Bhinneka Tun...
Bahan Ajar PAI 8 BAB 2 iman kepada kitab Allah.pptx
Pembelajaran Mendalam sekolah kepala sekolah
Daftar Judul Paper Artificial Intelligence in Information System
Kokurikuler dalam Pembelajaran Mendalam atau Deep Leaning
PDF_Penyelarasan_Visi,_Misi,_dan_Tujuan_
Buku Teks KSSM Sains Sukan Tingkatan Empat
Kokurikuler_Berbasis_Proyek_Lintas_Disiplin_ilmu.pptx
Asal-usul Postmodernitas & materi singkat.pdf
Panduan Praktikum Administrasi Sistem Jaringan Edisi 3 (Proxmox VE 9.0).pdf
Tugas Modul 1.Konsep Pola Pikir Bertumbuh.ppt
Power Point Materi Tanda Baca Kelas III SD

TUGAS SIM, EVI YULIANA SARI, YANANTO MIHADI PUTRA, SE, M. Si, PENGENALAN ELEARNING, 2018

  • 1. MAKALAH Pengenalan Elearning DISUSUN OLEH: EVI YULIANA SARI (43217110345) PROGRAM STUDI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MERCU BUANA 2018
  • 2. BAB I PENDAHULUAN Kemajuan teknologi dan informasi saat ini berkembang sangat pesat. Seiring dengan berkembanganya teknologi dan informasi kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar berbasis teknologi informartika menjadi tidak terelakkan lagi. Salah satu contoh dari mekanisme belajar mengajar yang berbasis teknologi informatika adalah pembelajaran elektronik atau yang biasa disebut dengan e-learning. Matthew Comerchero dalam E-Learning, Concepts and Techniques ( Bloomsburg, 2006 ) mendefinisikan: E-learningadalah sarana pendidikan yang mencakup motivasi diri sendiri, komunikasi, efisiensi, dan teknologi. Karena ada keterbatasan dalam interaksi sosial, siswa harus menjaga diri mereka tetap termotivasi. E-learning efisien karena mengeliminasi jarak dan arus pulang-pergi.Jarak dieliminasi karena isi dari e-learning didesain dengan media yang dapat diakses dariterminal komputer yang memiliki peralatan yang sesuai dan sarana teknologi lainnya yang dapatmengakses jaringan atau Internet. Dari definisi-definisi yang muncul dapat kita simpulkan bahwa sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar dapat disebut sebagai suatu e-Learning (Wahono, 2005, p. 1). Dalam hal ini Cisco (2001) menjelaskan filosofis e-learning sebagai berikut:  e-learning merupakan penyampian informasi, komunikasi, pendidikan, pelatihan secara on-line.  e-learning menyediakan seperangkat alat yang dapat memperkaya nilai belajar secara konvensional (model belajar konvensional, kajian terhadap buku teks, CD- ROM, dan pelatihan berbasis komputer) sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi.  e-learning tidak berarti menggantikan model belajar konvensional di dalam kelas, tetapi memperkuat model belajar tersebut melalui pengayaan content dan pengembangan teknologi pendidikan.  Kapasitas siswa amat bervariasi tergantung pada bentuk isi dan cara penyampaiannya. Makin baik keselarasan antar conten dan alat penyampai dengan gaya belajar, maka akan lebih baik kapasitas siswa yang pada gilirannya akan memberi hasil yang lebih baik.
  • 3. BAB II PEMBAHASAN Karakteristik e-learning, antara lain adalah :  Memanfaatkan jasa teknologi elektronik; di mana guru dan siswa, siswa dan sesama siswa atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relative mudah dengan tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler.  Memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan computer networks).  Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya.  Memanfaatkan jadwal pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer Menurut Clark & Mayer, e-learning memiliki fitur – fitur sebagai berikut : Ø Konten yang relevan dengan tujuan belajar. Ø Menggunakan metode instruksional seperti contoh dan praktek untuk membantu belajar. Ø Menggunakan elemen media seperti kalimat dan gambar untuk mendistribusikan konten dan metode belajar. Ø Pembelajaran dapat secara langsung dengan instruktur ataupun belajar secara individu. Ø Membangun wawasan dan teknik baru yang dihubungkan dengan tujuan belajar.
  • 4. E-learning menciptakan solusi belajar formal dan informal. Salah satu kesalahan berpikir tentang e-learning adalah e-learning hanya menciptakan sistem belajar secara formal, seperti dalam bentuk kursus. Namun faktanya adalah saat ini 80% pembelajaran didapat secara informal. Banyak orang saat beraktivitas sehari – hari dan menghadapi suatu masalah membutuhkan solusi secepatnya. Dalam hal ini, e-learning haruslah memiliki karakteristik berikut: Ø Just in time atau tersedia untuk pengguna ketika mereka membutuhkannya untuk menyelesaikan tugasnya. Ø On demand atau tersedia setiap saat. Ø Bite Sized atau tersedia dalam ukuran yang kecil agar dapat digunakan secara cepat. E-learning menyediakan akses keberbagai macam sumber pembelajaran baik itu konten ataupunmanusia. Kesalahan lainnya dalam berpikir tentang e-learning bahwa e-learning hanya membuat kontensaja, sebenarnya e-learning adalah sebuah aktivitas sosial. E– learning menyediakan pengalamanbelajar yang kuat melalui komunitas online pengguna e-learning. Karena manusia adalah makhluksosial, jadi ada banyak kesempatan untuk berkomunikasi, berkolaborasi, dan berbagi ilmu antarasesama pengguna e-learning. E-learning mendukung sekelompok orang atau grup untuk belajar bersama. E-learning bukan aktivitas individu saja, tetapi juga mendukung sekelompok orang atau grup untuk belajar bersama, baik untuk berkomunikasi, berkolaborasi, berbagi ilmu dan membentuk sebuah komunitas online yang dapat dilakukan secara langsung (synchronous) atau tidak langsung (asynchronous).
  • 5. E-learning membawa pembelajaran kepada pelajar bukan pelajar ke pembelajaran. Bentuk pembelajaran tradisional bahwa pelajar harus pergi keluar untuk mencari pembelajaran mereka sendiri. Sedangkan Model e-learning disebut juga Pull Model of Learning. Dalam pengembangan suatu aplikasi e-learning perlu diperhatikan bahwa materi yang ditampilkan harus menunjang penyampaian informasi yang benar, tidak hanya mengutamakan sisi keindahan saja, tetapi harus memperhatikan dengan seksama teknik belajar – mengajar yang digunakan serta memperhatikan teknik evaluasi kemajuan peserta didik dan penyimpanan data kemajuan peserta didik. Menurut Koswara (2006) ada beberapa strategi pengajaran yang dapat diterapkan dengan menggunakan teknologi e-learning adalah sebagai berikut : 1.Learning by doing. Simulasi belajar dengan melakukan apa yang hendak dipelajari. Contohnya adalah simulator penerbangan (flight simulator), dimana seorang calon penerbang dapat dilatih untuk melakukan penerbangan suatu pesawat tertentu seperti ia berlatih dengan pesawat yang sesungguhnya 2. Incidental learning. Tidak semua hal menarik untuk dipelajari, oleh karena itu dengan strategi ini seorang peserta didik dapat mempelajari sesuatu melalui hal lain yang lebih menarik, dan diharapkan informasi yang sebenarnya dapat diserap secara tidak langsung. Misalnya mempelajari geografi dengan cara melakukan “perjalanan maya” ke daerah-daerah wisata.
  • 6. 3. Learning by reflection. Mempelajari sesuatu dengan mengembangkan ide atau gagasan tentang subyek yang hendak dipelajari. Peserta didik didorong untuk mengembangkan suatu ide atau gagasan dengan cara memberikan informasi awal dan aplikasi akan “mendengarkan” dan memproses masukan ide atau gagasan dari peserta didik untuk kemudian diberikan informasi lanjutan berdasarkan masukan dari peserta didik. 4. Case-based learning. Mempelajari sesuatu berdasarkan kasus – kasus yang telah terjadi mengenai subyek yang hendak dipelajari. Strategi ini tergantung kepada narasumber ahli dan kasus-kasus yang dapat dikumpulkan tentang materi yang hendak dipelajari. Peserta didik dapat mempelajari suatu materi dengan cara menyerap informasi dari narasumber ahli tentang kasus-kasus yang telah terjadi atas materi tersebut. 5. Learning by exploring. Mempelajari sesuatu dengan cara melakukan eksplorasi terhadap subyek yang hendak dipelajari. Peserta didik didorong untuk memahami suatu materi dengan cara melakukan eksplorasi mandiri atas materi tersebut. Aplikasi harus menyediakan informasi yang cukup untuk mengakomodasi eksplorasi dari Peserta didik. Mempelajari sesuatu dengan cara menetapkan suatu sasaran yang hendak dicapai (goal-directed learning). Peserta didik diposisikan dalam sebagai seseorang yang harus mencapai tujuan dan aplikasi menyediakan fasilitas yang diperlukan dalam melakukan hal tersebut, kemudian peserta didik menyusun strategi mandiri untuk mencapai tujuan tersebut.
  • 7. Manfaat E-Learning dalam Perusahaan khususnya untuk Pelatihan Karyawan Saat ini di Indonesia dalam dunia pendidikan dan juga pelatihan tenaga kerja dan karyawan sudah semakin mengikuti perkembangan yang ada. Perlahan Negara kita tercinta sudah dalam perjalanan menuju perubahan yang lebih baik dibandingkan dengan jaman dahulu dimana semuanya masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama hanya untuk menyelesaikan satu hal saja. Tentu saja untuk bersaing dengan banyak Negara yang sudah lebih dulu maju dan berkembang maka jika kita terus menggunakan pola dan cara lama maka kita jelas akan ketinggalan jauh di belakang. Tidak bisa dipungkiri jika kita terus merasa diuntungkan dengan kemajuan teknologi dan juga perkembangan di era digital seperti sekarang ini yang sangat pesat. Siapa yang bisa maju dan berkembang dengan cepat maka dialah yang akan menjadi pemenang. Namun, bukan berarti kita menjadi tidak bisa belajar. Contohnya saja dalam penggunaan E-learning yang beberapa tahun belakangan ini sudah mulai banyak digunakan dalam berbagai bidang pekerjaan. E-learning sendiri adalah hasil nyata untuk sebuah kemajuan pada bidang teknologi yang sangat bermanfaat salah satunya untuk mendukung proses pelatihan tenaga kerja atau karyawan sebuah perusahaan. E-learning bisa semaksimal mungkin diaplikasikan secara langsung untuk mengembangkan sumber daya manusia yang dimiliki oleh sebuah perusahaan yang membutuhkan model pengajaran dalam skala yang cukup besar. Ada beberapa manfaat dan alasan kenapa sebaiknya memang saat ini perusahaan mulai menggunakan dan menerapkan E-learning. • Biaya yang Lebih Murah Bisa kita katakan bahwa pelatihan dengan memanfaatkan E-learning sangat jauh lebih hemat dibandingkan dengan metode klasik tatap muka yang selama ini masih banyak digunakan baik di perusahaan besar maupun kecil. Jika dengan model tatap muka maka perusahaan masih harus mengeluarkan banyak biaya seperti biaya tempat training, biaya pengajar, perjalanan dinas, konsumsi, transportasi, dll yang dalam satu kali training saja bisa menghabiskan biaya hingga puluhan atau bahkan ratusan juta rupiah. Padahal karyawan pada satu perusahaan jumlahnya bisa sampai ribuan orang. Berapa jadi total biayanya?
  • 8. Sedangkan jika menggunakan E-learning maka yang dibutuhkan hanya server atau pusat saja kemudian semua karyawan bisa mendapatkan materi pada email pribadi pada saat bersamaan dari berbagai tempat yang berbeda tanpa ada tambahan biaya apapun. Perbedaan ini pasti akan terlihat sangat mencolok sekali bukan? • Cara Belajar yang Fleksibel Dengan penggunaan E-learning maka karyawan bisa belajar tidak hanya pada saat training saja seperti saat training dengan model konvensional melainkan dari mana saja dan kapan saja materi pelatihan bisa dibaca, dipelajari tanpa ada batasan tertentu. Secara tidak langsung karyawan akan belajar secara terus menerus tanpa paksaan. Dan tentu saja dengan cara yang jauh lebih menarik lagi. • Pembelajaran Secara Continue Dalam system E-learning, materi yang dibagikan kepada semua karyawan bisa dibaca berulang kali baik dalam bentuk dokumen, data atau video sehingga kapan saja dirasa perlu akan lebih mudah tanpa perlu harus membawa modul pelatihan yang berat kemana pun Anda pergi. Manfaatkan gadget Anda untuk hal yang seperti ini. • Pengukuran Hasil yang Akurat Dalam penggunaan pelatihan dengan E-learning maka karyawan bukannya tanpa tanggung jawab dan bebas atas kemudahan yang sudah diberikan. Sebagai salah satu ujian atau syarat kelulusan maka setiap karyawan dalam setiap jabatan diwajibkan untuk menjawab atau menyelesaikan setiap quiz, soal, test atau ujian yang diberikan juga melalui materi yang ada. Sistem E-learning sudah memiliki desain yang lengkap sampai dengan scoring atau penilaian jawaban karyawan yang saat itu juga bisa langsung mengetahui hasilnya. Dari segi waktu pun lebih efisien dan singkat bukan? • Jangkauan Tanpa Batas Dengan system E-learning maka bisa menjangkau siapa saja, dimana saja tanpa terbatas waktu dan tempat. Dalam memanfaatkan dunia maya jarak dan tempat seolah bukanlah sebuah hal yang begitu berarti.
  • 9. Yang Anda butuhkan hanyalah gadget atau computer Anda dan juga koneksi internet yang baik maka semua pasti akan bisa lebih mudah. Bahkan training dengan menggunakan video conference pun bisa dilakukan semua cabang perusahaan dalam satu waktu yang bersamaan. Bisa coba Anda hitung berapa besar penghematan biaya yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan system E-learning ini. Pelatihan tetap berjalan baik namun tanpa perlu mengeluarkan biaya yang besar. Dari sekian banyak kemudahan dan kelebihan dalam fasilitas E-learning namun masih ada rasa malas bagi para karyawan yang mungkin menganggap ini terlalu santai, tidak ada tekanan sehingga jarang atau bahkan tidak pernah membuka materi yang dikirimkan ke emailnya. Untuk mengatasi hal ini maka perusahaan perlu memberi pancingan kepada karyawan sehingga mereka tetap semangat untuk belajar sekalipun memang dibuat dalam model yang lebih santai dan flexibel. Mungkin perusahaan bisa memberikan reward berupa insentif tambahan bagi mereka yang rajin menjawab quiz dan semacamnya. Untuk merubah atau beralih dari masa training konvensional menuju training dengan E-learning dalam era digital ini memang pasti butuh waktu yang tidak sebentar namun perusahaan dan karyawan di dalamnya pasti bisa bekerja dan bersaing dengan cepat dan tepat dalam mengikuti perkembangan yang ada dalam dunia kerjanya sehingga memang waktu yang ada bisa lebih dimaksimalkan. Penerapan Konten "E-Learning" pada Perusahaan Sejak tahun 1970 teknologi informasi dan komunikasi di Negara Indonesia berkembang pesat, perkembangan tersebut berjalan secara bertahap. Semenjak terbentuknya Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) di Indonesia, sangat membantu perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang ada di Indonesia menjadi terarah. Pada orde baru terdapat teknologi informasi dan komunikasi yang baru yaitu internet. Dalam internet terdapat banyak variasi program atau layanan internet yang sangat membantu masyarakat dalam hal sarana informasi maupun edukasi. Internet identik dengan media sosial yang terdapat banyak variasi program di dalamnya salah satunya yaitu konten. Masyarakat dapat meluangkan ide atau pemikiran dan juga mengekspresikan diri melalui konten. Dengan adanya konten dapat memberi banyak manfaat bagi masyarakat dalam hal
  • 10. pendidikan, bisnis, ataupun perusahaan. Misalnya pemanfaatan konten pada perusahaan. Saat ini perusahaan -- perusahaan sudah mulai memanfaatkan inovasi teknologi komunikasi dan informasi yaitu konten. Salah satu inovasinya adalah konten e-learning. E-learning adalah suatu sistem atau konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam peroses belajar mengajar. Sedangkan menurut michael (2013:27), e-learning merupakan pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran. E- learning memanfaatkan teknologi sebagai wadahuntuk pengajaran melalui media online. Konten ini mempunyai sifat mandiri, dikarenakan pembelajaran e-learning akan di posting melalui media online dan akan tersimpan dalam suatu program yang nantinya dapat diakses secara mandiri oleh seseorang yang membuka program dari e-learning tersebut. Indonesia telah menerapkan e-learning untuk proses pembelajaran hal tersebut dikarenakan banyak manfaat yang terdapat dalam konten ini yaitu e-learning dapat diakses kapan saja dan dimana saja sehingga seseorang tidak perlu mengeluarkan banyak waktu untuk datang kesuatu tempat untuk melakukan pembelajaran. Selain itu e-learning juga sangat berguna bagi suatu perusahaan, hal tersebut diketahui melalui sebuah survei oleh majalah Forbes di Amerika dan Eropa yang telah mulai menghimplementasikan sistem manajemen pelatihan berbasis e-learning yang terdapat banyak manfaat untuk perusahaan yaitu menghemat waktu dan biaya. Perusahaan saat ini menggunakan e-learning sebagai media training bagi karyawan-karyawannya. Penerapan e-learning pada suatu perusahaan dinilai sangat menguntungkan dari berbagai sisi yaitu (anywhere, anytime, anyspace), dengan konten ini perusahaan dapat memberikan pembelajaran dimana saja, kapan saja, dan diruang manapun selama didukung dengan keberadaan jaringan internet tentunya. Selain itu perusahaan konten ini sangat membantu perusahaan besar yang mempunyai banyak cabang, tidak perlu bersusah-payah mendatangi cabang perusahaan satu-persatun karena e-learning dapat menjangkau semua cabang perusahaan guna untuk melakukan training untuk karyawan perusahaan. Selain itu banyak perusahaan di Indonesia yang berharap menggunakan e-learning yang akan menguntungkan untuk perusahaan misalnya biaya pelatihan yang dikeluarkan perusahaan dapat menjadi lebih rendah. Biaya rendah disini meliputi biaya transportasi, dengan adanya
  • 11. teknologi e-learning ini perusahaan tidak perlu jauh-jauh mendatangi lokasi pelatihan, cukup menggunakan koneksi internet, maka pelatihan sudah bisa dilakukan. Terdapat syarat penerapan e-learning dalam perusahaan antara lain: 1. Meaningful content Untuk melakukan penerapan e-learning dalam perusahaan hal yang paling utama harus diperhatikan adalah mengenai isi konten e-learning yang akan di bagikan. Isi dari e-learning yang akan di bagikan harus bermanfaat bagi perusahaan ataupun karyawan perusahaan misalnya mengandung makna tertentu yang berguna untuk proses pembekalan bagi karyawan perusahaan. 2. Effective learning design Hal kedua yang harus diperhatikan dalam penerapan e-learning dalam perusahaan adalah mengenai keefektifan dari isi e-learning tersebut, isi konten e-learning harus efektif sehingga para karyawan perusahaan yang mengakses dapat mudah menerima pembelajaran dengan baik dan juga sesuai dengan tujuan perusahaan. 3. Technology that works Hal ketiga yang harus diperhatikan yaitu mengenai ketepatan isi dari e-learning yang akan disampaikan. Yang dimaksud ketepatan disini adalah e-learning harus disajikan dengan tepat, sehingga pembelajaran dapat bekerja dengan optimal, selain itu karyawan perusahaan juga alan mendapatkan apa yang dibutuhkan oleh perusahaan dan karyawan juga mendapatkan pengalaman pembelajaran melalui ketepatan isi e-learning yang disampaikan.
  • 12. Proses pembuatan e-learning dalam perusahaan Pembuatan konten e-learning dalam suatu perusahaan terdapat 2 metode yaitu pembuatan e- learning yang berupa modul dan juga pembuatan web berupa learning management system (LSM). Learning management system merupakan layanan berupa webside yang bisa diakses oleh user (pengguna) yang telah dibuat. Melalui LSM dapat terlihat berupa laporan bagi siapa saja yang telah mengakses e-learning dan juga akan memberikan peringatan bagi orang yang belum membuka e-learning tersebut. dalam proses pembuatan e-learning dalam perusahaan terdapat beberapa pihak yang terlibat dalam proses pelatihan atau penggunaan e-learning diantanya yaitu user, subject matter expert, tim developer. Masing -- masing pihak tersebut mempunyai tugas tersendiri dalam mengelola e-learning. User berarti orang yang dapat mengakses portal e-learning yang telah dibuat. Terdapat beberapa tingkatan user yaitu moodle, seperti admin utama, manager, pemateri, karyawan perusahaan. Subect matter expert adalah pengampu materi yang menguasai materi yang nantinya akan dibuat sebuah pembelajaran dalam e-leraning. Biasanya subject matter expert dijalankan oleh pihak perusahaan yang mengetahui segala hal dari sebuah pembelajaran yang akan disampaikana dalam e-learning tersebut, subject matter expert biasa disebut sebagai pemateri utama dalam e-learning. Sedangkan tim developer merupakan pihak yang menyusun materi menjadi sebuah skenario pembelajaran, tim developer juga bertanggung jawab mengubah sebuah materi pembelajaran tertulis menjadi lebih menarik dan lebih hidup dengan cara menambahkan grafik, audio visual, ataupun animasi dalam isi e-learning. Terdapat beberapa keuntungan penerapan e-learning dalam perusahaan diantaranya adalah sebagai berikut:
  • 13. Keuntungan penerapan e-learning bagi perusahaan dalam hal melakukan training (pelatihan): 1. Fleksibel Penerapan e-learning dalam perusahaan akan memberikan fleksibelitas yaitu e-leraning akan lebih bersifat efisien dalam mengatur waktu pembelajaran. Proses training perusahaan dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja tanpa menghabiskan banyak waktu. 2. Mandiri Penerapan e-learning dalam perusahaan bersifat mandiri. Materi pembelajaran dapat diakses melalui komputer, laptop, smartphone dengan menggunakan jaringan koneksi internet. Dengan begitu karyawan perusahaan dapat mengakses pembelajaran e-learning secara mandiri, belajar dengan kemauan sendiri dan karyawan dapat menentukan waktu yang tepat baginya untuk melakukan pembelajaran, hal itulah yang membedakan antara penerapan pembelajaran e-learning dengan proses belajar yang bersifat konvensional. selain itu karyawan akan bisa lebih fokus menerima pembekalan atau pembelajaran dari perusahaan. 3. Hemat Biaya Pengeluaran Penerapan e-learning dalam perusahaan akan membantu meringankan biaya training. 4. Pembelajaran Secara Continue Dengan menerapkan e-learning dalam perusahaan maka materi yang dibagikan kepada karyawan dapat dipelajari atau dibaca berulang-kali dalam bentuk data,video, audio visual dan lain sebagainya. 5. Jangkauan Yang Luas E-learning dapat menjangkau siapa saja dan seberapa jauh jaraknya dengan begitu akan sangat menguntungkan perusahaan dalam proses training karyawan. 6. Penyebaran Pembelajaran Sangat Cepat Pembelajaran melalui media sosial e-learning bersifat cepat, sehingga karyawan dapat mengakses materi pembelajaran dengan segera.
  • 14. Beberapa Perusahaan Yang Telah Menerapkan E-learning: Tercatat beberapa perusahaan telah menerapkan e-learning dan hasilnya cukup memuaskan dilihat dari sisi keuntungan yang diperoleh perusahaan dengan menggunakan e-learning. Data menunjukkan beberapa perusahaan seperti Aetna bisa menghemat biaya pengeluaran dibandingkan jika mereka menerapkan pembelajaran konvensional. Dari hal tersebut telah banyak perusahaan yang mencoba membandingkan antara pembelajaran melalui metode konvensional dengan penerapan e-learning. J.D fletcher Study juga menyebutkan bahwa pembelajaran melalui metode e-learning secara besar dapat lebih meningkatkan pemahaman dan penerapan materi yang disampaikan dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Selain itu terdapat juga perusahaan perbankan yang telah menerapkan e-learning yaitu Bank Mandiri. Perusahaan Bank Mandiri telah menerapkan proses pembelajaran melalui e-learning yang dimana pembelajaran dapat dilakukan pada jarak jauh dan juga dapat diakses seluruh karyawan Bank Mandiri diseluruh cabang di Indonesia. Menurut Chief Executive Officer (CEO) Bank Mandiri keuntungan yang diperoleh dalam menerapkan pembelajaran menggunakan e-learning adalah untuk meminimalisir biaya yang dikeluarkan guna untuk pembelajaran atau pelatihan bagi karyawan Bank yang jumlahnya tidak sedikit, selain itu penerapan pembelajaran e-learning bersifat sangat cepat sehingga para karyawan dapat langsung mengakses materi pembelajaran yang telah di kirim melalui e- learning tersebut. Penerapan metode e-learning pada perusahaan yang telah disusun dengan baik maka akan menghasilkan keuntungan tersendiri untuk perusahaan, hal tersebut dikarenakan metode pembelajaran menggunakan e-learning dapat meningkatkan skill karyawan yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan. Selain itu keuntungan pembelajaran menggunakan metode e- learning adalah perusahaan dapat memastikan bahwa dokumentasi pembelajaran yang diberikan kepada karyawan dapat disimpan dengan sistematis dan terinci.
  • 15. Hambatan Dan Tantangan Bagi Perusahaan Dalam Memanfaatkan E-Learning Beberapa kendala yang mesti menjadi bahan pertimbangan dalam menerapkan teknologi web base learning adalah : 1. Faktor waktu pengembanganRancangan dan pengembangan web base learning memerlukan waktu yang relatif lama. Hal ini terkait dengan rancangan website pembelajaran, rancangan modul atau bahan ajar, bahan latihan dan bahan ujian dari dosen matakuliah. 2. Faktor BiayaBiaya implementasi terkait dengan biaya akses internet secara bulanan, biaya produksi awal yang relative besar seperti pengadaan peralatan (Komputer, jaringan telp/ADSL, peralatan jaringan lokal, dll). Faktor biaya akan menjadi ringan jika sarana dan prasaran pendukung telah tersedia, sehingga focus factor biaya hanya terletak pada biaya akses internet dan biaya perancangan website. 3. Faktor ManusiaKualitas SDM merupakan masalah klasik yang selalu “menghantui” di PTAI, terutama dibidang Teknologi Informasi. Bahkan sampai saat ini ada anggapan dari beberapa dosen di PTAI bahwa internet adalah “pusat dosa dan nista”. Sebuah ungkapan yang sangat naïf sekali untuk menutupi kekurangan diri. Masih kurangnya minat dan perhatian unsur akademik seperti dosen, pimpinan dan mahasiswa pada PTAI menambah panjang factor tantangan dalam penerapan web base learning di PTAI. Beberapa solusi alternatif yang dapat menjadi pertimbangan dalam mengatasi masalah penerapan web base learning ini, diantaranya : 1. Untuk tahap awal hanya dirancang khusus web base learning yang sesuai dengan kebutuhan. Artinya hanya beberapa matakuliah yang dianggap telah siap untuk dimuat dalam websitelearning. 2. Alokasi dana khusus merupakan langkah yang paling tepat untuk mengatasi masalah pendanaan. Kondisi ini atau masalah kekurangan biaya tidak menjadikan pengimplementasian web base learning tertunda, karena kebanyakan PTAI saat ini telah memiliki website akademik mandiri dan begitu juga dengan jaringan akses internet, sehingga dengan kondisi yang setidaknya PTAI sudah mampu membuat sebuah prototype pembelajaranberbasisweb.
  • 16. 3. Pengaruh mobilitas informasi menjadikan tantangan tersendiri bagi mahasiswa dan dosen untuk mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi terutama teknologi informasi. Kondisi ini menjadikan mahasiswa dan dosen untuk berusaha memicu diri untuk memanfaatkan fasilitas teknologi dalam mengimbangi mobilitas informasi tersebut. Disamping hal tersebut, pelatihan, sosialisai yang intensif dan terjadwal merupakan langkah yang tepat untuk mengtasi permasalah kualitas sumber daya manusia. FiturE-learning E-learningmemilikifitur-fitursebagaiberikut(Clark & Mayer, 2008, p. 10): ü Konten yang relevan dengan tujuan belajar. ü Menggunakan metode instruksional seperti;contoh dan praktek untuk membantu belajar. ü Menggunakan elemen media seperti;kalimat dan gambar untuk mendistribusikan konten dan metode belajar. ü Pembelajaran dapat secara langsung dengan instruktur ataupun belajar secara individu ü Membangun wawasan dan teknik baru yang dihubungkan dengan tujuan belajar. Elemen E-learning Definisi e-learning memiliki beberapa elemen tentang apa, bagaimana, dan mengapadari e- learning(Clark & Mayer, 2008, p. 10): 1) Apa.E-learning memasukkan baik konten, yaitu informasi, dan metode instruksional, yang mana teknik, untukmembantu orang mempelajari konten belajar. 2) Bagaimana.E-learning didistribusikan melalui komputer dalam bentuk kalimat dan gambar. Pendistribusiannya dapat dalam bentuk gambaryang didesain untuk belajar secara
  • 17. individu dan dalam media videoyang didesain dengan bimbingan dari instruktur secara langsung. 3) Mengapa.E-learning ditujukan untuk membantu pelajar mencapai tujuan belajarnya atau melakukan pekerjaannya. Aspek Penting dalam E-learning 1. E-learning menciptakan solusi belajar formal dan informal. Salah satu kesalahan berpikir tentang e-learningadalahe-learning hanya menciptakan sistem belajar secara formal, seperti dalam bentuk kursus. Namun faktanya adalahsaat ini 80% pembelajaran didapat secara informal. Banyak orang saat beraktivitas sehari-hari dan menghadapi suatu masalah membutuhkan solusi secepatnya. Dalam hal ini, e- learning haruslah memiliki karakteristik berikut: · just in time –tersedia untuk pengguna ketika mereka membutuhkannya untuk menyelesaikan tugasnya. · on-demand– tersediasetiapsaat. · bite-sized– tersedia dalam ukuran yang kecil agar dapat digunakan secara cepat. 2. Elearning menyediakan akses keberbagai macam sumber pembelajaran baik itu konten ataupun manusia. Kesalahan lainnya dalam berpikir tentang elearning bahwa elearning hanya membuat konten aja. Sebenarnyaelearning adalah sebuah aktivitass osial. Elearning menyediakan pengalama belajaryangkuat melalui komunitasonline pengguna e-learning. Karena manusia adalah makhluk sosial,jadi ada banyak kesempatan untukberkomunikasi, berkolaborasi, dan berbagi ilmuan antara sesame pengguna e-learning.
  • 18. 3. E-learning mendukung sekelompok orang atau grup untuk belajar bersama. E-learningbukan aktivitas individu saja, tetapi juga mendukung sekelompok orang atau grup untuk belajar bersama, baik untuk berkomunikasi, berkolaborasi, berbagi ilmu, dan membentuk sebuah komunitas online yang dapat dilakukan secara langsung (synchronous) atau tidak langsung (asynchronous). 4. E-learning membawa pembelajaran kepada pelajar bukan pelajar ke pembelajaran. Bentuk pembelajaran tradisional bahwa pelajar harus pergi keluar untuk mencari pembelajaran mereka sendiri.Sedangkan Model e-learning disebut juga Pull Model of Learning Teknologi Pendukung E-Learning Dalam prakteknya e-learning memerlukan bantuan teknologi. Karena itu dikenal istilah: 1. computer based learning (CBL) yaitu pembelajaran yang sepenuhnya menggunakan komputer; 2. computer assisted learning (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan alat bantu utama komputer. Teknologi pembelajaran terus berkembang. Namun pada prinsipnya teknologi tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: a. Technology based learning b. Technology based web-learning Technology based learning ini pada prinsipnya terdiri dari Audio Information Technologies (radio, audio tape, voice mail telephone) dan Video Information Technologies (video tape, video text, video messaging). Sedangkan technology based web-learning pada dasarnya adalah Data Information Technologies (bulletin board, Internet, e-mail, tele-collaboration)
  • 19. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari, yang sering dijumpai adalah kombinasi dari teknologi yang dituliskan di atas (audio/data, video/data, audio/video). Teknologi ini juga sering di pakai pada pendidikan jarak jauh (distance education), dimasudkan agar komunikasi antara murid dan guru bisa terjadi dengan keunggulan teknologi e-learning ini. Di antara banyak fasilitas internet, menurut Onno W. Purbo (1997), “ada lima aplikasi standar internet yang dapat digunakan untuk keperluan pendidikan, yaitu e-mail, Mailing List (milis), News group, File Transfer Protocol (FTC), dan World Wide Web (WWW)”. Secara lebih rinci Rosenberg (2001) mengkatagorikan tiga kriteria dasar yang ada dalam e- learning, yaitu: 1. e-learning bersifat jaringan, yang membuatnya mampu memperbaiki secara cepat menyimpan atau memunculkan kembali, mendistribusikan, dan sharing pembelajaran dan informasi. Persyaratan ini sangatlah penting dalam e-learning, sehingga Rosenberg menyebutnya sebagai persyaratan absolut. 2. e-learning dikirimkan kepada pengguna melalui komputer dengan menggunakan standar teknologi internet. CD ROM, Web TV, Web Cell Phones, pagers, dan alat bantu digital personal lainnya walaupun bisa menyiapkan pesan pembelajaran tetapi tidak bisa digolongkan sebagai e-learning. 3. e-learning terfokus pada pandangan pembelajaran yang paling luas, solusi pembelajaran yang menggungguli paradikma tradisional dalam pelatihan. Ada beberapa alternatif paradigma pendidikan melalui internet ini yang salah satunya adalah system “dot.com educational system” (Kardiawarman, 2000). Paradigma ini dapat mengitegrasikan beberapa system seperti; (1) paradigma virtual teacher resources, yang dapat mengatasi terbatasnya jumlah guru yang berkualitas, sehingga siswa tidak haus secara intensif memerlukan dukungan guru, karena peranan guru maya (virtual teacher) dan sebagian besar diambil alih oleh system belajar tersebut. (2) virtual school system, yang dapat membuka peluang menyelenggarakan pendidikan dasar, menengah dan tinggi yang tidak memerlukan ruang dan waktu. Keunggulan paradigma ini daya tampung siswa tak terbatas. Siswa dapat melakukan kegiatan belajar kapan saja, dimana saja, dan darimana saja. (3) paradigma cyber educational resources system, atau dot com leraning resources system. Merupakan pedukung kedua paradigma di atas, dalam membantu akses terhadap artikel atau jurnal elektronik yang tersedia secara bebas dan gratis dalam internet.
  • 20. Untuk dapat menghasilkan e-learning yang menarik dan diminati, Onno W. Purbo (2002) mensyaratkan tiga hal yang wajib dipenuhi dalam merancang e-learning, yaitu “sederhana, personal, dan cepat”. Sistem yang sederhana akan memudahkan peserta didik dalam memanfaatkan teknologi dan menu yang ada , dengan kemudahan pada panel yang disediakan, akan mengurangi pengenalan sistem e-learning itu sendiri, sehingga waktu belajar peserta dapat diefisienkan untuk proses belajar itu sendiri dan bukan pada belajar menggunakan sistem e-learning-nya. Syarat personal berarti pengajar dapat berinteraksi dengan baik seperti layaknya seorang guru yang berkomunikasi dengan murid di depan kelas. Dengan pendekatan dan interaksi yang lebih personal, peserta didik diperhatikan kemajuannya, serta dibantu segala persoalan yang dihadapinya. Hal ini akan membuat peserta didik betah berlama-lama di depan layar komputernya Kemudian layanan ini ditunjang dengan kecepatan, respon yang cepat terhadap keluhan dan kebutuhan peserta didik lainnya. Dengan demikian perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secepat mungkin oleh pengajar atau pengelola. Untuk meningkatkan daya tarik belajar, Onno W. Purbo menambahkan perlunya menggunakan teori games. Teori ini dikemukakan setelah diadakan sebuah pengamatan terhadap perilaku para penggemar games komputer yang berkembang sangat pesat. Bermain games komputer sangatlah mengasyikan. Para pemain akan dibuat hanyut dengan karakter yang dimainkannya lewat komputer tersebut. Bahkan mampu duduk berjam-jam dan memainkan permainan tersebut dengan senang hati. Pengembangan Model Pendapat Haughey (1998) tentang pengembangan e-learning. Menurutnya ada tiga kemungkinan dalam pengembangan sistem pembelajaran berbasis internet, yaitu web course, web centric course, dan web enhanced course”. Web course adalah penggunaan internet untuk keperluan pendidikan, yang mana peserta didik dan pengajar sepenuhnya terpisah dan tidak diperlukan adanya tatap muka.
  • 21. Seluruh bahan ajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan, ujian, dan kegiatan pembelajaran lainnya sepenuhnya disampaikan melalui internet. Dengan kata lain model ini menggunakan sistem jarak jauh. Web centric course adalah penggunaan internet yang memadukan antara belajar jarak jauh dan tatap muka (konvensional). Sebagian materi disampikan melalui internet, dan sebagian lagi melalui tatap muka. Fungsinya saling melengkapi. Dalam model ini pengajar bisa memberikan petunjuk pada siswa untuk mempelajari materi pelajaran melalui web yang telah dibuatnya. Siswa juga diberikan arahan untuk mencari sumber lain dari situs-situs yang relevan. Dalam tatap muka, peserta didik dan pengajar lebih banyak diskusi tentang temuan materi yang telah dipelajari melalui internet tersebut. Model web enhanced course adalah pemanfaatan internet untuk menunjang peningkatan kualitas pembelajaran yang dilakukan di kelas. Fungsi internet adalah untuk memberikan pengayaan dan komunikasi antara peserta didik dengan pengajar, sesama peserta didik, anggota kelompok, atau peserta didik dengan nara sumber lain. Oleh karena itu peran pengajar dalam hal ini dituntut untuk menguasai teknik mencari informasi di internet, membimbing mahasiswa mencari dan menemukan situs-situs yang relevan dengan bahan pembelajaran, menyajikan materi melalui web yang menarik dan diminati, melayani bimbingan dan komunikasi melalui internet, dan kecakapan lain yang diperlukan. Manajemen Situs Elearning (Romi Satria Wahono,2003) 1. Melakukan Survey, Menyusun Agenda Umum, Rencana ke Depan, dan Mulai Mengelola Situs eLearning. Menyusun Agenda umum dan grand design ke depan. Lakukan pendataan dan analisa matang terhadap “bidang apa” yang akan dikerjakan, “siapa pengguna”, “siapa penulis”, dan “rencana jangka pendek dan panjang”. Melakukan survey terhadap komunitas yang sama bidangnya dengan bidang yang akan dibuat Kemudian buatlah prototipe dan mulai lakukan pendesainan awal situs. o Apakah secara teknis dapat dilaksanakan (technically feasible). Misalnya
  • 22. apakah jaringan Internet bisa dipasang, apakah infrastruktur pendukungnya, seperti telepon, listrik, komputer, tersedia, apakah ada tenaga teknis yang bisa mengoperasikannya tersedia o Apakah secara ekonomis menguntungkan (economically profitable); misalnya apakah dengan e-learning kegiatan yang dilakukan menguntungkan atau apakah retrun on investment (ROI)-nya lebih besar dari satu. o Apakah secara sosial penggunaan e-learning tersebut diterima oleh masyarakat (socially acceptable). 2. Rancangan Instruksional Dalam menentukan rancangan instruksional ini perlu dipertimbangkan aspek-aspek (Soekartawi, et al, 1999; Yusup Hashim and Razmah, 2001): o Course content and learning unit analysis, seperti isi pelajaran, cakupan, topik yang relevan dan satuan kredit semester. o Learner analysis, seperti latar belakang pendidikan siswa, usia, seks, status pekerjaan, dsb-nya. o Learning context analysis, seperti kompetisi pembelajaran apa yang diinginkan hendaknya dibahas secara mendalam di bagian ini. o Instructional analysis, seperti bahan ajar apa yang dikelompokan menurut kepentingannya, menyusun tugas-tugas dari yang mudah hingga yang sulit, dsb-nya. o State instructional objectives. Tujuan instruksional ini dapat disusun berdasarkan hasil dari analisis instruksional. o Construct criterion test items. Penyusunan test ini dapat didasarkan dari tujuan instruksional yang telah ditetapkan. o Select instructional strategy. Strategi instruksional dapat ditetapkan berdasarkan fasilitas yang ada. 3 Tahap Pengembangan Pengembangan e-learning bisa dilakukan dengan mengikuti perkembangan fasilitas ICT yang tersedia, karena kadang-kadang fasilitas ICT tidak dilengkapi dalam waktu yang
  • 23. bersamaan. Begitu pula halnya dengan prototype bahan ajar dan rancangan instruksional yang akan dipergunakan terus dikembangkan dan dievaluasi secara kontinue. 4. Pelaksanaan Prototype yang lengkap bisa dipindahkan ke komputer (LAN) dengan menggunakan format tertentu misalnya format HTML. Uji terhadap prototype hendaknya terus menerus dilakukan. Dalam tahapan ini seringkali ditemukan berbagai hambatan, misalnya bagaimana menggunakan management course tool secara baik, apakah bahan ajarnya benar-benar memenuhi standar bahan ajar mandiri (Jatmiko, 1997). 5. Evaluasi Sebelum program dimulai, lebih baik dicobakan dengan mengambil beberapa sampel orang yang dimintai tolong untuk ikut mengevaluasi. Masalah-masalah yang sering dihadapi sebagai berikut: o Masalah akses untuk bisa melaksanakan e-learning seperti ketersediaan jaringan internet, listrik, telepon dan infrastruktur yang lain. o Masalah ketersediaan software. o Masalah dampaknya terhadap kurikulum yang ada. o Masalah skill and knowledge. o Attitude terhadap ICT
  • 24. DAFTAR PUSTAKA Putra, Yananto Mihadi. (2018). Modul Kuliah Sistem Informasi Manajemen: Pengenalan Model Pembelajaran eLearning. FEB - Universitas Mercu Buana: Jakarta. https://edubisnis.net/manfaat-dan-the-power-of-e-learning-dalam-pelatihan-karyawan/ http://makalahkomputerfitri.blogspot.com/2013/06/makalah.html https://www.kompasiana.com/kiki28621/5b4dfbc05a676f57431b00c2/penerapan-konten-e- learning-pada-perusahaan?page=all http://kangdumadi.blogspot.com/2013/01/hambatan-pemanfaatan-e-learning.html