1
1. PENGERTIAN SOSIALISASI
Secara sederhana sosialisasi adalah sebagai sebuah proses seumur hidup yang berkenaan dengan
cara individu mempelajri hidup, norma, dan nilai sosial yang terdapat dalam kelompoknya agar dapat
berkembang menjadi pribadi yang diterima oleh kelompoknya. Adapun definisi para ahli antara lain:
a. Charlotte Buhler
Sosialisasi adalah proses yang membentuk individu-individu belajar dan menyesuaikan diri,
tentang cara hidup dan berpikir kelompoknya agar dia dapat berperan dan berfungsi dalam
kelompoknya.
b. Peter Berger
Sosialisasi adalah suatu proses dimana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang
berpartisipasi dalam masyarakat.
c. Bruce J. Cohen
Sosialisasi adalah proses-proses manusia mempelajari tata cara kehidupan dalam masyarakat
untuk memperoleh kepribadian dan membangun kepastiannya agar berfungsi dengan baik
sebagai individu maupun sebagai anggota.
2. FUNGSI SOSIALISASI
a. Memberi keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melangsungkan kehidupan
seseorang kelak ditengah masyarakat tempat dia menjadi salah satu anggotanya.
b. Menambah kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efisien serta kemampuannya untuk
membaca, menulis dan bercerita
c. Membantu pengendalian fungsi organik yang di pelajari melalui latihan mengawas diri yang
tepat.
d. Membiasakan individu dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada masyarakat.
e. Untuk mengetahui lingkungan alam sekitar.
f. Untuk mengetahui lingkungan sosial tempat individu bertempat tinggal termasuk lingkngan
sosial baru.
3. TAHAPAN SOSIALISASI
a. Tahap Persiapan (preparatory stage)
TUGAS SOSIOLOGI
N a m a : Serina Nini
Kelas : X5
2
Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan saat seorang anak mempersiapkan diri untuk
mengenal dunia sosialisasinya, termasuk untuk memperoleh pemahaman diri. Pada tahap ini
juga, anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna.
b. Tahap Meniru (play stage)
Tahap ini ditandai dengan makin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang
dilakukan oleh orng dewasa. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang nama diri dan dan
siapa nama orang tuanya, dan sebagainya. Dengan kata lain kemampuan untuk menempatkan diri
pada posisi orang lain jika mulai terbentuk pada tahap ini. Kesadaran bahwa dunia sosial manusia
berisikan orang-orang yang jumlahnya banyak telah mulaiterbentuk. Sebagian dari orang tersebut
merupakan orang-orang yang dianggap penting bagi pembentukan dan bertahannya diri yakni
asal menyerap nilai dan norma. Bagi seorang anak orang ini disebut orang-orang yang amat
berarti (significant other).
c. Tahap Siap Bertindak (game stage)
Peniruan yang di lakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran secra langsung
dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang
lain juga meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama.
Anak mulai menyadari adanya tuntutan untuk membela keluarga dan bekerja sama dengan
teman-temannya. Pada tahap ini, lawan berinteraksi makin banayak dan mulai berhubungan
dengan teman-temannya yang sebaya diluar dirumah. Bersma dengan itu, anak mulai menyadari
bahwa ada norma tertentu yang berlaku diluar keluarganya.
4. MEDIA SOSIALISASI
a. Keluarga
Dalam keadaan normal, lingkungan pertama yang berhubungan dengan anak adalah keluarga.
Keluarga merupakan kelompok sosial terkecil yang terdiri atas orangtua, saudara-saudara,serta
mungkin yang tinggal serumah. Keluarga merupakan media sosialisasi yang pertama dan utama
atau sering dikenal dengan istilah media sosialisasi primer.
Melalui keluarga, anak mengenal dunianya dan pola pergaulan sehari-hari. Arti pentingnya
keluarga sebagai media sosialisasi primer bagi anak terletak pada pentingnya kemampuan yang
diajarkan pada tahap ini. Orangtua umumnya mencurahkanperhatian untuk mendidik anak agar
memperoleh dasar-dasar pergaulan hidup yang benar dan baik melalui penanaman disiplin,
kebebasan, dan penyeresaian.
b. Teman Sepermainan (kelompok sebaya)
Pada tahap ini anak mempelajari aturan-aturan yang mengatur orang-orang yang kedudukannya
sejajar. Dalam kelompokteman sepermainan, anak mulai mempelajari nilai-nilai keadilan.
Semakin meningkat umur anak, semakin penting pula pengaruhkelompok teman sepermainan.
Kadang-kadang dapat terjadi konflik antara norm yang didapatkan dari keluarga dengan norma
3
yang diterimanya dalam pergaulan teman sepermainan. Terutama pada masyarakat yang
berkembang dengan amat dinamis , hal itu dapat menjurus pada tindakan yang bertentangan
dengan moral masyarakat umum.
c. Sekolah
Sekolah dengan lembaga yang melaksanakan sistem pendidikan formal merupaka agen
sosialisasi. Disekolah seorang anak akan belajar mengenal hal-hal baru yang tidak ia dapatkan
dilingkungan keluarga maupun teman sepermainan. Selain itu juga belajar mengenai nilai dan
norma yang berlaku dalam masyarakat sekolah seperti tidak boleh terlambat waktu masuk
sekolah, harus mengerjakan tugas PR, dan lain-lain. Sekolah juga dapat menuntut kemandirian
dan tanggung jawab pribadi seorang anak dalam mengerjakan tugas-tugasnya tanpa bantuan
orangtuanya.
5. BENTUK SOSIALISASI
a. Sosialisasi Primer
Sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar
menjadi anggota masyarakat (Keluarga). Biasanya berlangsung saat anak berumur 1-5 tahun atau
sebelum sekolah dan baru belaja mengenal anggota keluarga dan lingkungannya.
b. Sosialisasi Sekunder
Suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke
dalam kelompok tertentu dalam masyarakat, yang disebut juga sebagai sektor-sektor baru dunia
objektif dalam masyarakat.
6. TIPE SOSIALISASI
a. Tipe Formal
Sosialisasi tipe formal terjadi melalui lembaga-lembaga berwenang menurut ketentuan yang
berlaku dalam negara. Atau dengan kata lain sosialisasi yang dilakukan oleh lembaga-lembaga
yang bersifat resmi . Pada tipe sosialisasi ini biasanya ada aturan-aturan yang sifatnya mengikat
dan harus dipatuhi oleh semua anggota lembaga, serta tidak dialndasi dengan sifat kekeluargaan .
Sosialisasi tipe ini terdapat pada lembaga-lembaga seperti pendidikan disekolah dan pendidikan
militer.
b. Tipe Informal
Sosialisasi tipe informal terdapat didalam masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat
kekeluargaan, seperti antar teman, sahabat, dan kelompok-kelompok sosial yang ada di dalam
masyarakat.
4
7. POLA SOSIALISASI
a. Sosialisasi Represif
Sosialisasi represif menekankan pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan. Ciri lain dari
sosialisasi represif adalah penekanan pada penggunaan materi dalam hukuman atau imbalan.
Peneknan pad kepatuhan anak dan orangtua. Penekanan ada komunikasi yang bersifat satu arah ,
nonverbal dan berisi perintah, penekanan pada sosialisasi terletak pada orangtua dan keinginan
orangtua, dan peran keluarga sebagai significant other.
b. Sosialisasi Partisipatoris
Merupakan pola sosialisasi dimana anak diberi imbalan ketika berperilaku baik. Selain itu,
hukuman dan imbalan bersifat simbolik. Dalam proses ini anak diberi kebebasan. Penekanan di
letakkan pada interaksi dan komunikasi bersifat lisan menjadi generalized other.
8. PENGERTIAN KEPRIBADIAN
Kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi, temparmen, ciri-ciri kas
dan prilaku seseorang. Sikap perasaan ekspresi dan tempramen itu akan terwujud dalam
tindakan seseorang jika di hadapkan pada situasi tertentu. Setiap orang mempunyai
kecenderungan prilaku yang baku, atau berlaku terus menerus secara konsisten dalam
menghadapai situasi yang di hadapi, sehingga menjadi ciri khas pribadinya.
9. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPRIBADIAN
1. Faktor Biologis
Faktor biologis merupakan faktor yang berhubungan dengan keadaan jasmani, atau
seringkali pula disebut faktor fisiologis seperti keadaan genetik, pencernaan, pernafasaan,
peredaran darah, kelenjar-kelenjar, saraf, tinggi badan, berat badan, dan sebagainya. Kita
mengetahui bahwa keadaan jasmani setiap orang sejak dilahirkan telah menunjukkan adanya
perbedaan-perbedaan.
2. Faktor Sosial
Faktor sosial yang dimaksud di sini adalah masyarakat ; yakni manusia-manusia lain disekitar
individu yang bersangkutan. Termasuk juga kedalam faktor sosial adalah tradisi-tradisi, adat
istiadat, peraturan-peraturan, bahasa, dan sebagainya yang berlaku dimasyarakat itu. Sejak
dilahirkan, anak telah mulai bergaul dengan orang-orang disekitarnya.
3. Faktor Kebudayaan
a) Nilai-nilai (Values)
b) Adat dan Tradisi.
c) Pengetahuan dan Keterampilan.
d) Bahasa
5
10. FAKTOR - FAKTOR YANG MEMBENTUK KEPRIBADIAN
1. Faktor Keturunan (heredity) Warisan Biologis
Semua manusia yang normal dan sehat memiliki persamaan biologis tertentu, seperti
memiliki dua tangan, pancaindra, kelenjar seksual, dan otak yang rumit. Persamaan biologis
ini membantu menjelaskan beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku semua
orang. Setiap orang memiliki warisan biologis yang berbeda satu dengan lainnya.
Faktor keturunan berperan terhadap keramahtamahan, perilaku kompulsif (dipaksakan), dan
kemudahan dalam pergaulan sosial. Akan tetapi faktor keturunan tidak berpengaruh terhadap
terbentuknya kepemimpinan, pengendalian diri, dorongan hati, sikap, dan nilai.
2. Faktor Lingkungan Alam (natural environmental)
Keadaan lingkungan alam seperti perbedaan iklim, topografi, dan sumber daya alam
mengharuskan manusia mampu menyesuaikan diri. Dengan adanya proses penyesuaian diri
itulah maka akan muncul bentuk kebudayaan yang dipengaruhi oleh alam. Misalnya
olahraga ski muncul pada masyarakat yang lingkungan alamnya mengalami musim salju.
Kebudayaan masyarakat yang hidup di pantai berbeda dengan masyarakat yang hidup di
pegunungan atau hutan belantara. Melalui proses penyesuaian diri manusia membentuk sikap
dan tindakan yang berbeda dengan manusia lainya.
3. Faktor Sosial (social environment)
Di samping keadaan alam memengaruhi kebudayaan, kebudayaan pun bisa
memengaruhi alam. Perbedaan kebudayaan dalam setiap masyarakat dapat memengaruhi
kepribadian seseorang. Misalnya kebudayaan petani, kebudayaan kota, dan kebudayaan
industri tertentu memperlihatkan corak kepribadian yang berbeda-beda. Di masyarakat
kadang-kadang terdapat karakteristik kepribadian umum, namun tidak berarti semua anggota
termasuk di dalamnya. Kepribadian umum merupakan serangkaian ciri kepribadian yang
dimiliki oleh sebagian besar anggota kelompok sosial yang bersangkutan.
4. Faktor Kelompok Manusia (group)
Kepribadian seseorang juga dipengaruhi oleh adanya kelompok manusia lainnya. Hal
itu dikarenakan kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang tidak mungkin dapat hidup
sendiri. Kelompok manusia pertama yang memengaruhi kepribadian anak adalah keluarga,
tetangga, teman sepermainan, dan sekolah.
11. HUBUNGAN ANTARA SOSIALISASI DAN KEPRIBADIAN
Hubungan utama sosialisasi dan kepribadian adalah kepribadian merupakan hasil dari proses
sosialisasi. Kepribadian yang baik ataupun buruk merupakan hasil dari bagaimana ia
bersosialisasi dalam lingkungannya.

More Related Content

PDF
Perkembangan hubungan sosial
DOCX
Modal asiment
PPTX
PPD kel. 10 By: Nilam Sari
PDF
Perkembangan dengan teman sebaya
PDF
Sosialisasi dan-pembentukan-kepribadian
PPTX
Sosialisasi dan pembentukan kepribadian
PDF
Sosialisasi dan-pembentukan-kepribadian 2
DOCX
Perkembangan hubungan sosial dan prose...
Perkembangan hubungan sosial
Modal asiment
PPD kel. 10 By: Nilam Sari
Perkembangan dengan teman sebaya
Sosialisasi dan-pembentukan-kepribadian
Sosialisasi dan pembentukan kepribadian
Sosialisasi dan-pembentukan-kepribadian 2
Perkembangan hubungan sosial dan prose...

What's hot (15)

PPTX
Media massa dan proses sosialisasi
DOCX
PDF
Sosialisasi dan pembentukan kepribadian
PPTX
Proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian
PPSX
Bab 4 sosialisasi dan pembentukan kepribadian
DOC
Makalah BK Peran OrangTua Terhadap Perilaku Menyimpang Anak dan Solusinya
PPT
Sosialisasi sbg pembentukan kepribadian
PPTX
Sosialisasi dan kepribadian (galih)
PPT
Perkembangan Sosial
PPTX
Sosialisasi dan pembentukan kepribadian
PPTX
Sosialisasi dan pembentukan kepribadian
PPTX
sosialisasi dan pembentukan kepribadian
PDF
Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian
PPTX
pengaruh kelompok sebaya dalam perkembangan remaja
PPTX
Ppt ppd
Media massa dan proses sosialisasi
Sosialisasi dan pembentukan kepribadian
Proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian
Bab 4 sosialisasi dan pembentukan kepribadian
Makalah BK Peran OrangTua Terhadap Perilaku Menyimpang Anak dan Solusinya
Sosialisasi sbg pembentukan kepribadian
Sosialisasi dan kepribadian (galih)
Perkembangan Sosial
Sosialisasi dan pembentukan kepribadian
Sosialisasi dan pembentukan kepribadian
sosialisasi dan pembentukan kepribadian
Sosialisasi dan Pembentukan Kepribadian
pengaruh kelompok sebaya dalam perkembangan remaja
Ppt ppd
Ad

Similar to Tugas sosiologi sosialisasi (20)

DOCX
Asigment
PPTX
Sosiologi
DOCX
PPT
SOSIALISAI SEBAGAI PROSES KEPRIBADIAN.ppt
DOCX
Makalah pengaruh sosialisasi, nilai budaya terhadap pembentukan kepribadian 2
DOCX
PPTX
Sosialisasi dan Kepribadian
PPTX
Minggu 4 Konsep Sosialisasi.pptxdsdfsfsdfsdf
PDF
PPT SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN (2) (1).pdf
DOCX
Lembar kerja mandiri siswa
PPTX
Sosiologi Sosialisasi
PPTX
Proses sosialisasi sebagai proses pembentuk kepribadian
DOCX
Perkembangan sosial, moral. agama dan kepribadian masa akhir kanak kanak
DOC
Materi sosiologi kelas x
PPTX
PPT_Modul 3_PDGK 4403 Pendidikan Anak di SD.pptx
DOCX
Makalah pengaruh sosialisasi, nilai budaya terhadap pembentukan kepribadian 2
DOCX
Makalah pengaruh sosialisasi, nilai budaya terhadap pembentukan kepribadian 2
PPTX
Topik 7 sosialisasi
Asigment
Sosiologi
SOSIALISAI SEBAGAI PROSES KEPRIBADIAN.ppt
Makalah pengaruh sosialisasi, nilai budaya terhadap pembentukan kepribadian 2
Sosialisasi dan Kepribadian
Minggu 4 Konsep Sosialisasi.pptxdsdfsfsdfsdf
PPT SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN (2) (1).pdf
Lembar kerja mandiri siswa
Sosiologi Sosialisasi
Proses sosialisasi sebagai proses pembentuk kepribadian
Perkembangan sosial, moral. agama dan kepribadian masa akhir kanak kanak
Materi sosiologi kelas x
PPT_Modul 3_PDGK 4403 Pendidikan Anak di SD.pptx
Makalah pengaruh sosialisasi, nilai budaya terhadap pembentukan kepribadian 2
Makalah pengaruh sosialisasi, nilai budaya terhadap pembentukan kepribadian 2
Topik 7 sosialisasi
Ad

More from Operator Warnet Vast Raha (20)

DOCX
Stiker kk bondan
DOCX
Proposal bantuan sepak bola
DOCX
Surat pernyataan nusantara sehat
DOCX
Surat pernyataan nusantara sehat fajar
DOCX
Halaman sampul target
DOC
Makalah seni kriya korea
DOC
Makalah makromolekul
DOC
126895843 makalah-makromolekul
DOCX
Kafer akbid paramata
DOCX
Perilaku organisasi
DOC
Mata pelajaran seni budaya
DOCX
Lingkungan hidup
DOC
Permohonan untuk diterima menjadi tenaga pengganti
DOCX
Odher scout community
DOCX
Surat izin keramaian
DOCX
Makalah keganasan
DOC
Perilaku organisasi
DOC
Makalah penyakit genetika
DOCX
Undangan kecamatan lasalepa
DOC
Bukti registrasi pajak
Stiker kk bondan
Proposal bantuan sepak bola
Surat pernyataan nusantara sehat
Surat pernyataan nusantara sehat fajar
Halaman sampul target
Makalah seni kriya korea
Makalah makromolekul
126895843 makalah-makromolekul
Kafer akbid paramata
Perilaku organisasi
Mata pelajaran seni budaya
Lingkungan hidup
Permohonan untuk diterima menjadi tenaga pengganti
Odher scout community
Surat izin keramaian
Makalah keganasan
Perilaku organisasi
Makalah penyakit genetika
Undangan kecamatan lasalepa
Bukti registrasi pajak

Recently uploaded (20)

PDF
514341.514341.pdf514341.pdf514341.pdf514341.pdf514341.pdf
PPTX
PPT PRESENTASI DESAIN PENELITIAN KEREN.pptx
PDF
TEORY ELA JOY LEHRMAN KELOMPOK 3 MATA KULIAKDM
PPTX
Presentasi PASAR DESA sinar harapan .pptx
PDF
Pengaruh Pemberian Pakan diperkaya kenikir terhadap hematologi ikan patin sia...
PPT
statistika dan probabilitas dalam keteknikan
PDF
Materi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X SMA.SMK
PPTX
Data mining adalah proses menemukan pola, pengetahuan.pptx
PPTX
sister1_-_Pengantar_Sister (1) KOMUNIKASI DATA.pptx
PPTX
PPT pengukuran besaran fisika ukin 2023
PDF
[7] DATA PROMES KURIKULUM MERDEKA.pdf
DOCX
Data analisis soal bahasa indonesia madrasah
PPT
Pengantar Bisnis Ekonomi Manajement Palangkaraya
PDF
MODUL AJAR SD KELAS 2 Matematika (3).pdf
PPTX
soal soal k3 baru yang baru terbaru paling baru dan baru
PPTX
PPT Interes Brebes Publikasi Data Statistik.pptx
PPTX
PAPARAN akhir DIR Polder Pakacangan.pptx
PDF
Spesial Perencanaan dan analisisi bag 1
PPTX
Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM) Data Terpadu Penanganan Fakir Miskin
DOCX
Modul Ajar 1 Bahasa Indonesia K-VIII.docx
514341.514341.pdf514341.pdf514341.pdf514341.pdf514341.pdf
PPT PRESENTASI DESAIN PENELITIAN KEREN.pptx
TEORY ELA JOY LEHRMAN KELOMPOK 3 MATA KULIAKDM
Presentasi PASAR DESA sinar harapan .pptx
Pengaruh Pemberian Pakan diperkaya kenikir terhadap hematologi ikan patin sia...
statistika dan probabilitas dalam keteknikan
Materi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas X SMA.SMK
Data mining adalah proses menemukan pola, pengetahuan.pptx
sister1_-_Pengantar_Sister (1) KOMUNIKASI DATA.pptx
PPT pengukuran besaran fisika ukin 2023
[7] DATA PROMES KURIKULUM MERDEKA.pdf
Data analisis soal bahasa indonesia madrasah
Pengantar Bisnis Ekonomi Manajement Palangkaraya
MODUL AJAR SD KELAS 2 Matematika (3).pdf
soal soal k3 baru yang baru terbaru paling baru dan baru
PPT Interes Brebes Publikasi Data Statistik.pptx
PAPARAN akhir DIR Polder Pakacangan.pptx
Spesial Perencanaan dan analisisi bag 1
Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM) Data Terpadu Penanganan Fakir Miskin
Modul Ajar 1 Bahasa Indonesia K-VIII.docx

Tugas sosiologi sosialisasi

  • 1. 1 1. PENGERTIAN SOSIALISASI Secara sederhana sosialisasi adalah sebagai sebuah proses seumur hidup yang berkenaan dengan cara individu mempelajri hidup, norma, dan nilai sosial yang terdapat dalam kelompoknya agar dapat berkembang menjadi pribadi yang diterima oleh kelompoknya. Adapun definisi para ahli antara lain: a. Charlotte Buhler Sosialisasi adalah proses yang membentuk individu-individu belajar dan menyesuaikan diri, tentang cara hidup dan berpikir kelompoknya agar dia dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya. b. Peter Berger Sosialisasi adalah suatu proses dimana seorang anak belajar menjadi seorang anggota yang berpartisipasi dalam masyarakat. c. Bruce J. Cohen Sosialisasi adalah proses-proses manusia mempelajari tata cara kehidupan dalam masyarakat untuk memperoleh kepribadian dan membangun kepastiannya agar berfungsi dengan baik sebagai individu maupun sebagai anggota. 2. FUNGSI SOSIALISASI a. Memberi keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk melangsungkan kehidupan seseorang kelak ditengah masyarakat tempat dia menjadi salah satu anggotanya. b. Menambah kemampuan berkomunikasi secara efektif dan efisien serta kemampuannya untuk membaca, menulis dan bercerita c. Membantu pengendalian fungsi organik yang di pelajari melalui latihan mengawas diri yang tepat. d. Membiasakan individu dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada masyarakat. e. Untuk mengetahui lingkungan alam sekitar. f. Untuk mengetahui lingkungan sosial tempat individu bertempat tinggal termasuk lingkngan sosial baru. 3. TAHAPAN SOSIALISASI a. Tahap Persiapan (preparatory stage) TUGAS SOSIOLOGI N a m a : Serina Nini Kelas : X5
  • 2. 2 Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialisasinya, termasuk untuk memperoleh pemahaman diri. Pada tahap ini juga, anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna. b. Tahap Meniru (play stage) Tahap ini ditandai dengan makin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orng dewasa. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang nama diri dan dan siapa nama orang tuanya, dan sebagainya. Dengan kata lain kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain jika mulai terbentuk pada tahap ini. Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan orang-orang yang jumlahnya banyak telah mulaiterbentuk. Sebagian dari orang tersebut merupakan orang-orang yang dianggap penting bagi pembentukan dan bertahannya diri yakni asal menyerap nilai dan norma. Bagi seorang anak orang ini disebut orang-orang yang amat berarti (significant other). c. Tahap Siap Bertindak (game stage) Peniruan yang di lakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran secra langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain juga meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Anak mulai menyadari adanya tuntutan untuk membela keluarga dan bekerja sama dengan teman-temannya. Pada tahap ini, lawan berinteraksi makin banayak dan mulai berhubungan dengan teman-temannya yang sebaya diluar dirumah. Bersma dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku diluar keluarganya. 4. MEDIA SOSIALISASI a. Keluarga Dalam keadaan normal, lingkungan pertama yang berhubungan dengan anak adalah keluarga. Keluarga merupakan kelompok sosial terkecil yang terdiri atas orangtua, saudara-saudara,serta mungkin yang tinggal serumah. Keluarga merupakan media sosialisasi yang pertama dan utama atau sering dikenal dengan istilah media sosialisasi primer. Melalui keluarga, anak mengenal dunianya dan pola pergaulan sehari-hari. Arti pentingnya keluarga sebagai media sosialisasi primer bagi anak terletak pada pentingnya kemampuan yang diajarkan pada tahap ini. Orangtua umumnya mencurahkanperhatian untuk mendidik anak agar memperoleh dasar-dasar pergaulan hidup yang benar dan baik melalui penanaman disiplin, kebebasan, dan penyeresaian. b. Teman Sepermainan (kelompok sebaya) Pada tahap ini anak mempelajari aturan-aturan yang mengatur orang-orang yang kedudukannya sejajar. Dalam kelompokteman sepermainan, anak mulai mempelajari nilai-nilai keadilan. Semakin meningkat umur anak, semakin penting pula pengaruhkelompok teman sepermainan. Kadang-kadang dapat terjadi konflik antara norm yang didapatkan dari keluarga dengan norma
  • 3. 3 yang diterimanya dalam pergaulan teman sepermainan. Terutama pada masyarakat yang berkembang dengan amat dinamis , hal itu dapat menjurus pada tindakan yang bertentangan dengan moral masyarakat umum. c. Sekolah Sekolah dengan lembaga yang melaksanakan sistem pendidikan formal merupaka agen sosialisasi. Disekolah seorang anak akan belajar mengenal hal-hal baru yang tidak ia dapatkan dilingkungan keluarga maupun teman sepermainan. Selain itu juga belajar mengenai nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat sekolah seperti tidak boleh terlambat waktu masuk sekolah, harus mengerjakan tugas PR, dan lain-lain. Sekolah juga dapat menuntut kemandirian dan tanggung jawab pribadi seorang anak dalam mengerjakan tugas-tugasnya tanpa bantuan orangtuanya. 5. BENTUK SOSIALISASI a. Sosialisasi Primer Sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (Keluarga). Biasanya berlangsung saat anak berumur 1-5 tahun atau sebelum sekolah dan baru belaja mengenal anggota keluarga dan lingkungannya. b. Sosialisasi Sekunder Suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat, yang disebut juga sebagai sektor-sektor baru dunia objektif dalam masyarakat. 6. TIPE SOSIALISASI a. Tipe Formal Sosialisasi tipe formal terjadi melalui lembaga-lembaga berwenang menurut ketentuan yang berlaku dalam negara. Atau dengan kata lain sosialisasi yang dilakukan oleh lembaga-lembaga yang bersifat resmi . Pada tipe sosialisasi ini biasanya ada aturan-aturan yang sifatnya mengikat dan harus dipatuhi oleh semua anggota lembaga, serta tidak dialndasi dengan sifat kekeluargaan . Sosialisasi tipe ini terdapat pada lembaga-lembaga seperti pendidikan disekolah dan pendidikan militer. b. Tipe Informal Sosialisasi tipe informal terdapat didalam masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan, seperti antar teman, sahabat, dan kelompok-kelompok sosial yang ada di dalam masyarakat.
  • 4. 4 7. POLA SOSIALISASI a. Sosialisasi Represif Sosialisasi represif menekankan pada penggunaan hukuman terhadap kesalahan. Ciri lain dari sosialisasi represif adalah penekanan pada penggunaan materi dalam hukuman atau imbalan. Peneknan pad kepatuhan anak dan orangtua. Penekanan ada komunikasi yang bersifat satu arah , nonverbal dan berisi perintah, penekanan pada sosialisasi terletak pada orangtua dan keinginan orangtua, dan peran keluarga sebagai significant other. b. Sosialisasi Partisipatoris Merupakan pola sosialisasi dimana anak diberi imbalan ketika berperilaku baik. Selain itu, hukuman dan imbalan bersifat simbolik. Dalam proses ini anak diberi kebebasan. Penekanan di letakkan pada interaksi dan komunikasi bersifat lisan menjadi generalized other. 8. PENGERTIAN KEPRIBADIAN Kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi, temparmen, ciri-ciri kas dan prilaku seseorang. Sikap perasaan ekspresi dan tempramen itu akan terwujud dalam tindakan seseorang jika di hadapkan pada situasi tertentu. Setiap orang mempunyai kecenderungan prilaku yang baku, atau berlaku terus menerus secara konsisten dalam menghadapai situasi yang di hadapi, sehingga menjadi ciri khas pribadinya. 9. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPRIBADIAN 1. Faktor Biologis Faktor biologis merupakan faktor yang berhubungan dengan keadaan jasmani, atau seringkali pula disebut faktor fisiologis seperti keadaan genetik, pencernaan, pernafasaan, peredaran darah, kelenjar-kelenjar, saraf, tinggi badan, berat badan, dan sebagainya. Kita mengetahui bahwa keadaan jasmani setiap orang sejak dilahirkan telah menunjukkan adanya perbedaan-perbedaan. 2. Faktor Sosial Faktor sosial yang dimaksud di sini adalah masyarakat ; yakni manusia-manusia lain disekitar individu yang bersangkutan. Termasuk juga kedalam faktor sosial adalah tradisi-tradisi, adat istiadat, peraturan-peraturan, bahasa, dan sebagainya yang berlaku dimasyarakat itu. Sejak dilahirkan, anak telah mulai bergaul dengan orang-orang disekitarnya. 3. Faktor Kebudayaan a) Nilai-nilai (Values) b) Adat dan Tradisi. c) Pengetahuan dan Keterampilan. d) Bahasa
  • 5. 5 10. FAKTOR - FAKTOR YANG MEMBENTUK KEPRIBADIAN 1. Faktor Keturunan (heredity) Warisan Biologis Semua manusia yang normal dan sehat memiliki persamaan biologis tertentu, seperti memiliki dua tangan, pancaindra, kelenjar seksual, dan otak yang rumit. Persamaan biologis ini membantu menjelaskan beberapa persamaan dalam kepribadian dan perilaku semua orang. Setiap orang memiliki warisan biologis yang berbeda satu dengan lainnya. Faktor keturunan berperan terhadap keramahtamahan, perilaku kompulsif (dipaksakan), dan kemudahan dalam pergaulan sosial. Akan tetapi faktor keturunan tidak berpengaruh terhadap terbentuknya kepemimpinan, pengendalian diri, dorongan hati, sikap, dan nilai. 2. Faktor Lingkungan Alam (natural environmental) Keadaan lingkungan alam seperti perbedaan iklim, topografi, dan sumber daya alam mengharuskan manusia mampu menyesuaikan diri. Dengan adanya proses penyesuaian diri itulah maka akan muncul bentuk kebudayaan yang dipengaruhi oleh alam. Misalnya olahraga ski muncul pada masyarakat yang lingkungan alamnya mengalami musim salju. Kebudayaan masyarakat yang hidup di pantai berbeda dengan masyarakat yang hidup di pegunungan atau hutan belantara. Melalui proses penyesuaian diri manusia membentuk sikap dan tindakan yang berbeda dengan manusia lainya. 3. Faktor Sosial (social environment) Di samping keadaan alam memengaruhi kebudayaan, kebudayaan pun bisa memengaruhi alam. Perbedaan kebudayaan dalam setiap masyarakat dapat memengaruhi kepribadian seseorang. Misalnya kebudayaan petani, kebudayaan kota, dan kebudayaan industri tertentu memperlihatkan corak kepribadian yang berbeda-beda. Di masyarakat kadang-kadang terdapat karakteristik kepribadian umum, namun tidak berarti semua anggota termasuk di dalamnya. Kepribadian umum merupakan serangkaian ciri kepribadian yang dimiliki oleh sebagian besar anggota kelompok sosial yang bersangkutan. 4. Faktor Kelompok Manusia (group) Kepribadian seseorang juga dipengaruhi oleh adanya kelompok manusia lainnya. Hal itu dikarenakan kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang tidak mungkin dapat hidup sendiri. Kelompok manusia pertama yang memengaruhi kepribadian anak adalah keluarga, tetangga, teman sepermainan, dan sekolah. 11. HUBUNGAN ANTARA SOSIALISASI DAN KEPRIBADIAN Hubungan utama sosialisasi dan kepribadian adalah kepribadian merupakan hasil dari proses sosialisasi. Kepribadian yang baik ataupun buruk merupakan hasil dari bagaimana ia bersosialisasi dalam lingkungannya.